Ribuan Buruh Duduki Kantor Disnaker Berau

Ribuan buruh di kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menggelar aksi pendudukan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat, Senin (7/1).

Ribuan buruh ini tergabung dalam Koalisi Masyarakat Buruh Bersatu (Kombes). Mereka memprotes penetapan Upah Minumum Kota/Kabupaten (UMK) yang terlalu rendah.

“Upah ini terlalu rendah dan tidak mampu untuk menutupi kebutuhan dasar kaum buruh,” kata Ilham, aktivis dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI).

UMK Berau yang disepakati beberapa hari lalu hanya Rp 1.796.250. Sedangkan besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang ditetapkan tahun ini mencapai Rp 2.138.100.

“Nilai UMK yang ditetapkan sangat jauh di bawah KHL. Padahal, menurut kami, nilai UMK seharusnya tidak berbeda jauh dengan KHL,” tegas Ilham.

Selain mempersoalkan UMK, buruh juga menuntut pencopotan Kepala Disnakertrans Berau karena didianggap menghalang-halangi pembentukan Serikat Buruh, yakni Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Perkayuan, Dan Pertanian (FSP HUKATAN).

“Mereka (Disnakertrans) telah menghalang-halangi buruh untuk berserikat, padahal sudah diatur dalam undang-undang,” kata Ketua DPC SBSI Kabupaten Berau, Suyadi.

Aksi ribuan buruh ini sudah berlangsung sejak pagi hari. Namun, tidak satupun pejabat Disnakertrans Berau yang keluar menemui dan berdialog dengan kaum buruh.

Akhirnya, buruh memilih menggelar aksi pendudukan. Jika tidak ada respon, kaum buruh berencana menggelar aksi besar-besaran.

Eddy Aspiansyah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut