Ribka Tjiptaning: Bareskrim Belum Menetapkan Saya Sebagai Tersangka

JAKARTA: Pemberitaan Detik.com pada hari Senin (20/9), bahwa Dr. Ribka Tjiptaning telah menjadi “tersangka” hilangnya ayat rokok di UU Kesehatan, dibantah dengan keras oleh Ribka Tjiptaning.

Melalui siaran pers yang diterima Berdikari Online (20/9), Ribka Tjiptaning menjelaskan, pihak Bareskrim Mabes Polri belum membuat proses hukum yang sampai pada penetapan dirinya sebagai “tersangka”.

Menurut Tjiptaning, sumber pemberitaan detik.com itu berasal dari keterangan mantan anggota Komisi IX dari fraksi Demokrat, Hakim Sori Muda Pohan, yang menyatakan Kepolisian sudah membuat keputusan Ribka Tjiptaning tersangka dalam kasus hilangnya ayat-ayat tembakau.

Terkait sumber informasi Detik.com itu, Tjiptaning menjelaskan, bahwa fakta itu didapatkannya dari rekannya sesame politisi PDIP di DPR, yaitu Rieke Dyah Pitaloka, yang telah menanyakan langsung hal ini kepada wartawan detik.com

Selain itu, bersama dengan Nursuhud, politisi PDIP lainnya, Rieke mengaku menyaksikan sendiri surat yang diedarkan ke wartawan oleh Hakim Sori Muda Pohan, yang  isinya sebenarnya adalah surat balasan polisi kepada pihak pelapor, Hakim Sari Muda Pohan.

Tjiptaning juga menyakini bahwa aksi Hakim Sori Muda Pohan mendapat sokongan dari NGO anti-rokok putih, yang punya keterkaitan dengan industri rokok putih.

Pembunuhan Karakter

Setelah pemberitaan tersebut diturunkan oleh Detik.com, Ribka Tjiptani mengaku banyak sekali dihubungi orang, termasuk wartawan.

“Apa yang diberitakan oleh detik.com menimbulkan dampak munculnya opini dan berita bahwa Ribka Tjiptaning menjadi tersangka dalam kasus penghilangan ayat tembakau dalam UU Kesehatan tahun 2009,” katanya kepada Berdikari Online.

Meskipun berita ini sudah dibantah langsung pihak kepolisian, dalam hal ini Direktur I Kamtranas Polri Brigjen (Pol) Saud Usman Nasution, tetapi pemberitaan yang menyudutkan Tjiptaning terus bergulir.

“Pemberitaan yang dimulai dari detik.com ini telah menimbulkan persepsi publik bahwa Ribka Tjiptaning melakukan kesalahan dan perbuatan melanggar hukum,” tegasnya.

Karena itu, Tjiptaning sangat menyesalkan teknik peliputan detik.com yang tidak menyertakan sumber aslinya. “Seharusnya (detik.com) memuat secara benar narasumber aslinya,” katanya.

Pihak Tjiptaning sedang mendalami persoalan ini kepada dewan pers, sekaligus untuk meminta petunjuk mengenai langkah-langkah yang seharusnya bisa diambil oleh korban pemberitaan media. “Apa yang kami lakukan haruslah dilihat bahwa media massa  bisa salah dan hak masyarakat untuk mengkoreksinya,” ujarnya. (KS)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • dicky

    gila apa maunya demokrat obok2 persoalan yg pada hakekatnya kesalahan redaksional…yg ngetik siapa ???
    kalau maupun terlalu bodoh masa penjelasannya nggak di hapus…