Revolusi Berhasil Mengalahkan Kudeta Di Ekuador

QUITO: Beberapa saat yang lalu, Presiden Rafael Correa berbicara langsung melalui siaran radio dari rumah sakit tempat ia ditahan oleh militer sayap kanan. Dia menegaskan bahwa dirinya, dalam situasi apapun, tidak akan bernegosiasi dengan kriminal yang berusaha menjatuhkan pemerintahan.

Setelah siaran radio tersebut, militer sayap kanan mendobrak pintu ECUATV (public TV) dan menghentian seluruh siarannya, namun belum ada laporan bahwa militer menggunakan TV untuk kepentingannya.

Sekitar pukul 4:15 waktu setempat, jurubicara militer muncul di Telesur dan menegaskan bahwa tentara berada di pihak Presiden Correa, dan menegaskan bahwa Correa masih merupakan pimpinan tertinggi angkatan perang.

Kantor berita Kuba melaporkan, rakyat Ekuador melakukan mobilisasi spontan di depan kantor Kepresidenan untuk mempertahankan presiden.

Beberapa menit yang lalu,  stasiun TV Telesur melaporkan bahwa militer yang loyal kepada Presiden telah membebaskan Rafel Correa dari rumah sakit tempat ia disandera polisi pemberontak.

Dilaporkan pula bahwa rakyat dan gerakan sosial melakukan mobilisasi spontan di depan Istana Presiden untuk memperlihatkan dukungan dan mengutuk kepolisian yang menghianati negara.

Selain itu, rakyat juga berkumpul di pusat kota dan membentuk barisan menuju Rumah Sakit untuk membebaskan Presiden. Di beberapa tempat, media setempat melaporkan adanya bentrokan antara rakyat melawan polisi kanan.

Kepada media massa, presiden Rafael Correa menuding keterlibatan mantan Presiden Lucio Gutiérrez, presiden yang digulingkan oleh gerakan rakyat, telah terlibat dan melakukan penyusupan dalam kemarahan polisi.

Tayangan ECUATV sesaat setelah pembebasan Presiden memperlihatkan tayangan Presiden Correa berbicara dihadapan rakyat yang sudah menunggunya di istana Kepresidenan. “El pueblo unido, jamás será vencido!” teriak rakyat berkali-kali.

Dengan begitu, rakyat dan militer pro-Ekuador telah berhasil memenangkan revolusi melawan kudeta polisi dan sayap kanan.

Solidaritas Pemerintah Amerika Latin

Beberapa menit setelah penyekapam Presiden Rafael Correa, Presiden Hugo Chavez, mewakili rakyat dan pemerintah Venezuela, mengekspresikan dukungan kepada Presiden Rafael Correa dan rakyat Ekuador.

Sementara wakil Presiden, Ellias Jaua, telah menyamakan percobaan kudeta terhadap Rafael Correa dengan kasus kudeta terhadap Chavez di tahun 2002. Ellias juga menyebutkan, bahwa Presiden Chaves sudah menginstruksikan pasukan tertinggi militer untuk bersiap-siap membantu dan menyelamatkan demokrasi di Ekuador.

Tidak hanya itu, Presiden Chavez telah menyerukan kepada seluruh rakyatnya untuk turun ke jalan-jalan dan menyerukan solidaritas terhadap rakyat Ekuador.

Fidel Castro juga mengutuk upaya kudeta di Ekuador, dan menambahkan bahwa upaya untuk menggulingkan Correa akan gagal.

“Kudeta ini, menurut pendapat saya, akan dikalahkan,” Kata Castro dalam artikel singkat tentang situasi di Ekuador, yang diterbitkan oleh Cubadebate.

Sementara itu, Presiden Argentina Cristina Fernandez menegaskan bahwa Argentina tegas menolak kudeta polisi dan sebagian militer di Ekuador.

“Amerika latin tidak dapat menerima segala bentuk serangan terhadap demokrasi atau upaya untuk tidak menghormati suara rakyat di kotak suara,” katanya.

Dukungan juga datang dari pemimpin Amerika latin lainnya, seperti Evo Morales dari Bolivia, Sebastian Pinera dari Chile, Felipe Calderon dari Meksiko, Alan Garcia dari Peru, dan Juan Manuel Santos dari Kolombia.

Rafael Correa adalah presiden yang terpilih secara demokratis dalam pemilu 2006. Ia menjanjikan penghapusan korupsi dan kontrol negara terhadap sumber daya alam, yang sebelum ini dinikmati oleh perusahaan multinasional. (Rh)

Anda bisa menyaksikan Video pembebasan dan Pidato Correa di hadapan Rakyat paska kudeta digagalkan. Lihat di sini http://www.ustream.tv/recorded/9922248

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut