Rencana Basis Militer NATO Di Kampung Kelahiran Lenin Diprotes

Rencana kehadiran basis militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di wilayah Ulyanovsk, sebuah kota di dekat sungai Volgra, Rusia, ditentang oleh aktivis Partai Komunis Rusia.

Ulyanovsk adalah kota kelahiran Lenin, tokoh marxis yang termashur dalam memimpin revolusi Rusia dan mendirikan negara sosialis Uni-Soviet. Dulunya, kota itu bernama Simbirsk. Namun, setelah kemenangan Revolusi Rusia tahun 1917, nama kota itu diubah menjadi “Ulyanovsk”—mengacu pada nama Vladimir Ilyich Ulyanov (Lenin). Bagi partai komunis, kota itu punya arti khusus dalam sejarah pergerakan sosialis.

Selain itu, bagi pemimpin Partai Komunis Rusia, Gennady Zyuganov, kehadiran NATO di Rusia akan mengancam keamanan nasional negeri beruang merah itu. Tidak hanya itu, daerah itu akan menjadi daerah transit baru bagi aktivitas perdagangan narkoba dari Afghanistan.

Kemarin, 7 April 2012, Partai Komunis Rusia mengerahkan kader dan anggotanya di seluruh Rusia untuk memprotes rencana itu. Di lapangan Pushkin, Moskow, sedikitnya 1500 anggota Partai Komunis menggelar aksi.

Partai Komunis juga menggelar aksi di Irkutsk, Kazan, Nizhny Novgorod, Siberia dan beberapa tempat lainnya. Pihak Partai Komunis mengklaim sedikitnya 2 juta massa aksi akan dikerahkan dalam aksi di berbagai kota itu.

Selain memprotes NATO, partai Komunis juga memprotes pemilu curang dan keanggotaan Rusia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Kita seharusnya membantu petani yang menggeliat kesakitan, bukannya mengembangkan teknologi hi-tech di bawah arahan WTO. Kita seharusnya menaikkan tariff perdagangan untuk melindungi petani,” kata Zyuganov.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan, pusat transit di bandara Ulyanovsk akan tetap dikontrol oleh kebijakan domestik Rusia dan tidak ada seorang pun pasukan NATO di sana. (Sumber: RIA Novosti)

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut