Relawan Jokowi: Indonesia Belum Krisis, Tapi Perlambatan Ekonomi

Diskusi PRD

Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, tidak sepakat jika Indonesia saat ini disebut sedang mengalami krisis ekonomi. Menurut dia, yang terjadi saat ini baru perlambatan ekonomi.

“Saya belum sepakat dengan kata ‘krisis’. Situasi ekonomi saat ini tidak bisa dikatakan krisis, namun perlambatan ekonomi,” kata Budi dalam diskusi bertajuk “Sanggupkah Pemerintahan Jokowi-JK Menyelamatkan Bangsa Dari Ancaman Krisis?” yang diselenggarakan oleh Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD) di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).

Budi melanjutkan, perlambatan ekonomi ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga menimpa negara-negara lain di dunia. Penyebabnya, harga-harga barang di dunia sedang mengalami penyesuaian menuju keseimbangan baru.

“Dunia sedang mengalami penyesuaian harga. Semua harga komoditas premier dunia sedang turun. Harga minyak, sawit, karet, gas, dan lain-lain,” terang dia.

Situasi itu, ungkap mantan aktivis 1998 ini, berimbas pada penurunan ekspor Indonesia. Sebab, hingga sekarang ekspor Indonesia masih bergantung pada bahan mentah (raw material) yang nilai tambahnya sangat sedikit.

Yang terjadi, kata Budi, jumlah ekspor Indonesia menurun, tetapi harga jualnya yang turun. Situasi itulah yang menyebabkan penerimaan negara dari ekspor menurun. Situasi itu juga yang berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah.

Namun, alumnus Universitas Indonesia (UI) ini tidak menampik efek dari perlambatan ekonomi ini. Kata dia, akibat harga komoditas dunia yang turun dan melemahnya nilai tukar, ancaman PHK bisa menghantui Indonesia saat ini.

Karena itu, dia berharap semua pihak bisa mengawal program pemerintahan Jokowi. Termasuk mendorong penyerapan anggaran agar bisa maksimal dan merembes pada kesejahteraan rakyat.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut