Referendum, Minyak Tanah atau Gas?

JAKARTA: Maraknya ledakan “kompor gas “ akhir-akhir ini benar-benar menkhawatirkan sebagian besar rakyat Indonesia, terutama keluarga miskin dan usaha kecil yang menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram. Karena itu, selain menyampaikan protes melalui aksi massa, adapula warga yang melakukan semacam pemilu atau referendum.[poll id=”4″]

Seperti dilakukan oleh warga di Rawasari Selatan, Cempaka Putih, Jakarta Timur, yang menggelar pemungutan suara untuk memilih dua opsi, yaitu minyak tanah atau gas elpiji, Senin (9/8). Acara ini diorganisir oleh aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), organisasi massa yang dekat dengan PDIP.

Puluhan ibu-ibu sangat antusias untuk memberikan suaranya. Dalam pemilihan ini, sebagian besar ibu-ibu menjatuhkan pilihan pada partai minyak tanah, yakni 86 suara, sementara 12 orang memilih kompor gas elpiji.

Hasil pemilihan ini akan diberikan kepada DPR, sebagai bentuk aspirasi rakyat. Menurut rencana, kegiatan seperti ini akan digelar di 400 kabupaten di Indonesia. Di Jakarta, acara serupa sudah dilakukan di sejumlah tempat, diantaranya, Cipayung, Tenabang, Koja, Sawah Besar, Petamburan dan Lenteng Agung.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut