Ray Sahetapy: Kembalilah ke Ajaran Nusantara

Aktor kawakan Ray Sahetapy mengajak kaum muda untuk mempelajari dan mendalami gagasan-gagasan nusantara. Sebab, kata dia, nusantara kaya dengan gagasan-gagasan hebat.

“Sekarang yang masuk ke tubuh kita gagasan-gagasan asing, ini persoalan bangsa kita. Kita sudah lupa akan diri kita,” ujarnya dalam diskusi memperingati 88 Tahun Sumpah Pemuda di kantor Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (PRD), Jumat (28/10/2016).

Ray menuturkan, sebagai negara yang dilintasi oleh garis Khatulistiwa, Indonesia berada di garis keseimbangan. Dan keseimbangan itu adalah perdamaian.

“Pandang kita harus pandang selatan, bukan pandang utara. Kalau pandang selatan, nusantara itu utuh, satu,” kata Ray sambil memperlihatkan peta dunia yang dibalik.

Dalam konteks Khatulistiwa, Ray mengajukan poros luar negeri yang baru, yakni aliansi negara-negara yang dilalui Khatulistiwa, seperti Brazil, Kolombia, dan lain-lain. Dan tentu saja Indonesia bisa memimpin aliansi ini.

Lebih jauh, Ray menjelaskan makna Nusantara. Nusa berarti pulau, sedangkan pulau berarti tanah. Diantara nusa adalah laut atau air. Jadi, nusantara adalah “tanah-air”.

“Karena tanah dan air kita seimbang, maka gagasan-gagasan di Nusantara itu adalah gagasan-gagasan keseimbangan,” paparnya.

Aktor yang turut bermain di film The Raid ini berharap semakin banyak seniman dan pemikir yang bisa tampil dan mengenalkan gagasan-gagasan nusantara. Dengan begitu, dunia luar bisa tahu apa itu nusantara.

Rini

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut