Ratusan Warga Kecam Penahanan Aktivis Di Telaga Raya

Laporan: Ana Wahyuni

Selasa, 15 Juni 2010 | 00.11 WIB | Kabar Rakyat

MAKASSAR, Berdikari Online: Sedikitnya 150 orang warga miskin berkumpul di depan monumen Mandala Makassar, Senin (14/6) untuk mengecam penangkapan aktivis dan warga Telaga Raya di Buton, Sulawesi Tenggara. Mereka menamakan diri Komite Perjuangan Rakyat (Kompak) Makassar untuk rakyat telaga raya.

Penahanan aktivis itu, menurut mereka, merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak-hak demokratis dan hak sosial ekonomi rakyat. Mereka menilai sikap kepolisian tidak netral dan malah memihak kepentingan pengusaha, yaitu PT. Arga Morini Indah (AMI).

“Siapapun berhak untuk menyatakan pendapat di depan umum, apalagi jika melakukan aksi massa untuk memperjuangkan hak-haknya. Itu dijamin perundang-undangan.” Ujar Jejen, aktivis dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) di Makassar (14/6).

Melalui pernyataan sikap yang dibacakan saat aksi, warga menuntut agar kepolisian segera membebaskan para aktivis dan warga tanpa syarat. Mereka juga menuntut agar pihak pemerintah pusat segera turun tangan guna memberantas pejabat korup di Pemda Buton.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut