Ratusan Ribu Rakyat Spanyol Memprotes Reformasi Perburuhan

aksi protes di Spanyol

Ratusan ribu rakyat Spanyol membanjiri jalanan di kota Madrid, pada hari Minggu (11/3/2012), untuk menentang kebijakan perburuhan yang baru.  Rencananya, hukum perburuhan yang baru itu akan disahkan pada 29 Maret mendatang.

Bagi rakyat Spanyol, kebijakan perburuhan yang baru itu akan membuat upah buruh menjadi lebih murah, gampang di-PHK, dan memungkinkan pengusaha menghalangi kenaikan upah dengan alasan krisis.

Menurut informasi, aksi protes berlangsung di 60 kota di Spanyol. Aksi terbesar terjadi di Madrid, Barcelona, Seville dan Valencia. Sebagian besar peserta aksi adalah anggota serikat buruh di Spanyol.

“Ini kehancuran bagi pekerja, sebab membuat orang mudah di-PHK. Tetapi sangat menguntungkan pihak pengusaha,” ujar Irene Jimenez, 29, seorang pekerja sektor kesehatan yang baru menjalani kontrak 3 bulan.

Pemerintahan sayap kanan yang berkuasa di Spanyol sangat tunduk pada aturan kekuatan bisnis di Brussel. Program ini bagian dari reformasi sruktural yang menghendaki pemotongan anggaran.

Spanyol sendiri merupakan negara dengan tingkat pengangguran sangat tinggi di Eropa, yakni 23%. Bahkan pihak pemerintah memperkirakan angka pengangguran akan meningkat menjadi 24% pada tahun ini.

Kehancuran ekonomi Spanyol ini merupakan warisan dari kebijakan neoliberal yang dulunya diusung oleh partai kiri tengah, partai Sosialis, dengan perdana menterinya José Luis Rodríguez Zapatero.

Sejak tahun 2010 lalu, saat Spanyol makin terseret dalam krisis, pemerintah justru mengambil solusi penghematan. Sejak itulah gerakan protes terus berkembang dan meluas di seantero Spanyol.

ALI RAHMAN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut