Ratusan Ribu Buruh Peringati Hari Buruh Sedunia Di Jakarta

Aksi massa ratusan anggota Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) di depan Kantor Mahkamah Konstitusi, Rabu (1/5/2014)

Ratusan ribu buruh dari Jakarta dan sekitarnya, seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Karawang, menggelar aksi massa memperingati hari buruh sedunia, Rabu (1/5/2013).

Aksi massa memperingati hari buruh di Jakarta berlangsung di sejumlah tempat. Di depan gedung DPR, ribuan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) menolak Undang-Undang tentang Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS).

Lalu, di kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), seribuan buruh dari ISBI (Ikatan Serikat Buruh Indonesia) dan SBSI (Serikat Buruh Seluruh Indonesia) juga menggelar aksi. Mereka menolak outsourcing dan upah murah.

Sementara itu, di depan kantor Mahkamah Konstitusi (MK), ratusan buruh yang tergabung dalam Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) juga menggelar aksi. Mereka menuntut dilaksanakannya pasal 33 UUD 1945 sebagai basis untuk menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat, termasuk kaum buruh.

Menjelang siang, di depan Istana Negara, berbagai gelombang aksi buruh juga datang silih berganti. Aksi pertama digelar oleh seratusan massa Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI). Mereka menolak praktek outsocurcing dan upah murah.

Tak lama kemudian, puluhan ribu massa Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) juga datang menggeruduk istana. Mereka mengusung tuntutan pokok, seperti pelaksanaan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat pada tanggal 1 Januari 2014, penghapusan outsourcing, dan menolak kenaikan harga BBM.

Gelombang aksi massa selanjutnya adalah Front Perjuangan Rakyat (FPR) yang menggelar aksinya di depan Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam orasinya, FPR menyatakan penolakan terhadap UU BPJS.

Kemudian, sepuluh ribuan buruh dari Sekber Buruh juga tiba di depan Istana Negara sekitar pukul 13.00 WIB. Sekber Buruh menuntut pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat, menolak penangguhan upah, penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, menolak kenaikan harga BBM, dan penolakan terhadap sejumlah RUU yang berbau anti-demokrasi.

Aksi peringatan hari buruh juga berlangsung di depan Kementerian BUMN di Jalan Merdeka Selatan. Sayang, ketika ratusan buruh itu menyampaikan tuntutannya, Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak ada di tempat.

Ulfa Ilyas/Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut