Ratusan Petani Blitar Aksi Jalan Kaki Menuju Jakarta

Sekitar 150-an petani Mataraman—sebutan bagi Blitar dan sekitarnya—menggelar aksi jalan kaki (long march) menuju Jakarta. Mereka akan menagih janji Presiden SBY terkait redistribusi 8 juta hektar tanah untuk petani.

Selain itu, petani menuntut pemerintahan SBY untuk segera menjalankan pasal 33 UUD 1945 dan UU nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Para petani ini bernaung di bawah payung Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM).

“Aksi jalan kaki ini akan menuju depan Istana Merdeka di Jakarta. Kami akan menuntut janji Presiden SBY terkait redistribusi tanah dan penyelesaian konflik agraria,” ujar koordinator FPPM, Trianto, di Blitar, Jawa Timur, Jumat (11/1).

Para petani Mataraman ini memulai aksi jalan kakinya dari makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan deras sempat mengguyur prosesi pelepasan petani ini.

Proses pelepasan pun berlangsung singkat dan sederhana. Acara dimulai dengan mengheningkan cipta, kemudian pembacaan pembukaan UUD 1945 dan Pancasila. Lalu, koordinator FPPM, Trianto, menyampaikan orasi politik di hadapan massa.

“Hari ini makam Bung Karno menjadi saksi perjuangan kaum marhaen Indonesia. Kita perlu tegaskan, perjuangan kita hari ini tidak lepas dari cita-cita beliau,” kata Trianto di bawah guyuran hujan.

Menurut Trianto, sebagian besar petani yang menjadi peserta aksi long march ini adalah korban konflik agraria. Mereka sering berhadapan dengan intimdasi dari pihak TNI dan Polri. Triyanto mendesak agar lahan yang berkonflik itu masuk dalam hitungan areal yang harus dibagikan oleh SBY.

Selain itu, Trianto mengungkapkan, petani dari 11 kota/kabupaten juga direncanakan bergabung dengan aksi ini, diantaranya, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Kediri, Trenggalek, Nganjuk, Ponoro, Madiun, Ngawi, dan Pacitan.

Selain itu, sejumlah organisasi mahasiswa dan gerakan rakyat juga bergabung dalam aksi ini, seperti Front Mahasiswa Revolusioner (FMR), Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), dan Rakyat Tuntut Amanat Keadilan (Ratu Adil).

Hingga berita ini diturunkan, para petani sudah menginjakkan kaki di kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Di sepanjang jalan yang dilintasi petani, sejumlah warga mengulurkan bantuan berupa tahu goreng, tempe goreng, air mineral, beras, dan obat-obatan.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut