Ratusan Petani Jambi Masih ‘Menginap’ Di Depan Kantor Menhut

Meski diguyur hujan deras, ratusan petani Jambi masih tegar bertahan di depan kantor Kementerian Kehutanan RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (21/11/2012). Mereka menginap di bawah tenda-tenda darurat yang dibangun sendiri oleh kaum tani.

Tenda-tenda tersebut dibangun di atas lahan kosong di depan Kemenhut. Posisi tenda petani ini dijepit oleh jalur kendaraan dan kereta api. Sementara, di dalam tenda, para petani hanya mengandalkan terpal.

Sedikitnya 250-an petani terlibat dalam aksi ini. Sebanyak 26 orang diantaranya perempuan dan 9 orang anak-anak. “Para petani ini, khususnya perempuan dan anak-anak, membutuhkan bantuan selimut. Maklum, kondisi cuaca agak dingin dan sering hujan,” kata koordinator aksi, Utut Adianto.

Para petani sudah membangun sebuah dapur umum. Sementara itu, beberapa bekal dari kampung, seperti ubi dan nangka, terlihat di sekitar tenda. “Sebagian besar ubi dan perlengkapan kami dirampas oleh petugas Satpol PP dua hari lalu (Senin). Tinggal ini yang tersisa sekarang,” kata Utut.

Disamping kegiatan rutin, seperti memasak, para petani juga sering menggelar diskusi. Mereka membahas persoalan yang dihadapi, penyebabnya, dan seperti apa jalan keluarnya. Mereka juga mendiskusikan situasi ekonomi-politik nasional dan perlunya menggelorakan gerakan nasional pasal 33 UUD 1945.

Menggelar zikir bersama

Di sela-sela aksi pendudukan, ratusan petani Jambi ini juga menggelar acara dzikir bersama. Acara berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB tadi. Kholil Siregar, seorang petani, memimpin acara ini.

Para petani berharap, dengan menggelar acara zikir ini, mereka akan diberi kekuatan dan daya tahan dalam berjuang. “Perjuangan kedepan akan berlangsung sangat berat, sehingga kita dituntut punya mental dan semangat juang yang tinggi,” kata Kholil.

Meski dilakukan di bawah tenda-tenda darurat, acara zikir bersama ini berlangsung lancar. Para petani tampak khusuk dan khidmat kala memanjatkan doa. “Semoga hati Menteri Kehutanan dibukakan pintu hatinya oleh Tuhan YME agar bisa mendengar amanat penderitaan kaum tani,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kedatangan 250-an petani Jambi ini untuk menagih janji Menhut RI terkait enclave tanah seluas 8 ribu hektar milik petani Kunangan Jaya Dua (Batanghari) dan tanah seluas 3.482 hektar milik petani Mekar Jaya (Sorolangun).

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut