Ratusan Massa PRD Surabaya Usung Replika UUD 1945

SURABAYA (BO)- Ada yang menarik diperlihatkan saat aksi massa Partai Rakyat Demokratik saat memperingati Sumpah Pemuda di depan Kantor Walikota Surabaya, Jumat, 28 Oktober 2011. Seorang aktivis PRD membawa replika UUD 1945 dalam ukuran sangat besar.

“Pemerintah tidak lagi berpedoman kepada Pancasila dan UUD 1945. Mereka sekarang berpedoman kepada liberalisme,” ujar Ketua PRD Surabaya, Samirin, menjelaskan kenapa mereka membawa replika UUD 1945.

Menurut Samirin, banyak sekali keputusan dan kebijakan ekonomi-politik pemerintah yang tidak sesuai bahkan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Ia mencontohkan kebijakan pemerintah melakukan penggusuran paksa terhadap rakyat.

Bagi Samirin, penggusuran itu justru mengangkangi tugas negara, dalam hal ini, pemerintah untuk memberikan jaminan hidup layak bagi warga negara. “Pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan dan perumahan bagi rakyat,” tegasnya.

Ia juga mengeritik banyak kebijakan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang dianggapnya masih sering merugikan rakyat miskin. Katanya, Walikota tidak boleh mengijikan penggusuran terhadap ekonomi informal. “Sebab, pemerintah Surabaya sendiri belum bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang layak,” ujar Samirin.

Samirin juga mempertanyakan komitmen Tri Rismaharini terkait persoalan pendidikan dan kesehatan rakyat. Ia mendesak Walikota Surabaya ini segera mewujudkan sistem pendidikan dan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat-nya.

Menanggapi kritikan PRD itu, Tri Rismaharini langsung keluar dari kantornya dan meminta berbicara langsung dihadapan massa. Risma pun menjelaskan bahwa pihaknya bersedia memenuhi tuntutan aktivis PRD asalkan sesuai koridor. Ia menganggap tuntutan pendidikan dan kesehatan gratis terlalu berlebihan.

Dalam aksi  di Kantor DPRD Surabaya, massa PRD menyerahkan replika UUD 1945 itu kepada seorang anggota DPRD Kota Surabaya. “Semoga wakil rakyat tetap ingat kepada tujuan nasional dan semangat para pendiri bangsa melalui UUD 1945 ini,” ujar seorang aktivis saat menyerahkan replika.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut