Ratusan Mahasiswa Ternate Gelar Aksi Solidaritas Untuk Rakyat Bima

Sedikitnya 200-an mahasiswa di Ternate, Maluku Utara, turun ke jalan mengecam keberpihakan negara terhadap pemilik modal, seperti terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari yang lalu.

Mahasiswa menggelar aksinya di depan Mapolda Maluku Utara. Satu-persatu aktivis yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Anti Kekerasan ini menyampaikan orasi politik dan kecaman terkait kekerasan polisi di Bima.

Aksi ini sempat diguyur hujan deras yang turun di kota Ternate sejak siang. Meski begitu, mahasiswa tetap bersemangat untuk melanjutkan aksinya. “Persoalan kekerasan terhadap rakyat di berbagai daerah, termasuk Bima, adalah produk keberpihakan pemerintah terhadap pemilik modal,” ujar Saiful La Ode Pia, aktivis LMND Ternate.

Ia mengeritik tindakan aparat kepolisian yang bertindak layaknya “centeng” pemilik modal. Bagi mahasiswa, polisi seharusnya membela kepentingan rakyat dihadapan pemilik modal, bukan berbalik membunuh rakyat.

Aksi mahasiswa ini diwarnai kekesalan tatkala tidak seorang pun pimpinan Mapolda Maluku Utara menemui massa aksi. Mahasiswa pun berusaha menerobos masuk ke markas polisi tersebut. Tetapi, mahasiswa didorong keluar oleh barikade kepolisian yang memagari Mapolda.

LEO RANGGA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut