Ratusan Mahasiswa Palopo Tolak Kenaikan Harga BBM

PALOPO (BO): Aksi menolak kenaikan harga BBM terus merambat ke berbagai daerah. Di Palopo, Sulawesi Selatan, seratusan mahasiswa menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM dengan berkonvoi.

Mahasiswa memulai aksinya dari kampus Universitas Tjokroaminoto. Setelah itu, massa mulai menggelar longmarch menuju kantor DPRD kota Palopo. Di sepanjang jalan, mahasiswa menggelar orasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Mahasiswa sempat menyinggahi beberapa tempat, yakni Pasar Sentral Palopo dan Kantor Walikota Palopo. Di kedua titik aksi itu, mahasiswa membakar ban bekas dan menggelar orasi secara bergantian.

Sebuah insiden terjadi saat aksi massa sedang berlangsung. Evan, salah seorang peserta aksi, tersambar api saat berusaha membakar ban bekas. Ia pun mengalami luka bakar di bagian wajahnya.

Beruntung, Evan cepat diceburkan ke got. “Di sekitar lokasi aksi ada got. Dia langsung diceburkan di situ,” kata salah seorang peserta aksi.

Evan langsung dilarikan ke RS Medika Palopo. Sementara itu, massa aksi yang lain tetap melanjutkan aksinya ke kantor DPRD.

Selain berorasi dan membakar ban bekas, mahasiswa juga menggelar aksi tetrikal. Seorang mahasiswa mendorong motor hingga ke kantor DPRD. Hal itu, katanya, merupakan ekspresi penderitaan rakyat akibat kenaikan harga BBM.

Di kantor DPRD, perwakilan masing-masing organisasi diterima berdialog dengan tiga orang legislator. Dalam pertemuan itu, pihak DPRD menyanggupi akan mengirim tuntutan massa aksi ke pemerintah pusat.

Aksi ini melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa, diantaranya: SRMD, PRP, PMII, LMND, IMM, GMKI, HIPMA Latimojong, Hambastem, Komunitas F.10, dan IMWAL.

ROSMA INDAH RUSTAM

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut