Ratusan Mahasiswa Dan Rakyat Miskin Makassar Tolak Kenaikan Harga BBM

Puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi di depan kampus Universitas 45 Makassar, Kamis (13/6). Mereka menolak rencana rezim SBY menaikkan harga BBM. (Foto: Enal)

Lebih 150-an mahasiswa dan rakyat miskin yang tergabung dalam Front Gerakan Untuk Kemerdekaan Nasional (GRAKNAS) menggelar aksi massa di bawah jembatan Fly Over tol reformasi Makassar, Sabtu (15/6/2013). Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan mahasiswa terhadap rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM.

Sebelum memulai aksinya, Graknas menggelar aksinya dengan melakukan mimbar bebas di depan Kantor PT. United Tractors, di jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Koordinator lapangan Manaf dalam orasinya mengatakan bahwa kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM justru akan membebani masyarakat. Pasalnya, kenaikan harga BBM maka akan berimbas pada naiknya harga kebutuhan bahan pokok di pasaran. Tidak hanya itu, kenaikan harga BBM juga akan berimbas pada naiknnya tarif transportasi kendaraan umum dan tarif kontrakan.

Dalam aksinya, para mahasiswa pun sempat membakar ban bekas di bawah Fly Over Tol reformasi, tetapi kemudian dipadamkan oleh aparat kepolisan yang berada di lokasi tersebut. “ini adalah sebagai bentuk perlawanan kami terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat miskin,” Ujar Muhamad Asrul, Ketua LMND Makassar.

Menurut Asrul, pemerintah seharusnya tidak menaikkan harga bahan bakar minyak dengan alasan subsidi BBM telah membebani APBN.

Bagi Asrul, alokasi belanja aparatus birokrasi-lah, yang nilainya mencapai 79%, yang menyebabkan APBN kembang-kempis. “Ini sama sekali tidak menunjang kehidupan rakyat yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, Asrul juga mengatakan,  krisis energi yang terjadi di Indonesia dikarenakan pengelolaan migas kita lebih banyak dikuasai oleh Asing, yaitu 85% dikelola oleh asing dan hanya 15 % yang dikelola BUMN, dan keuntungannya lebih banyak mengalir keluar.

Untuk itu, Asrul meminta kepada pemerintah untuk menjalankan amanat konstitusi, yakni Pasal 33 UUD 1945, sebagai jalan untuk  mengatasi krisis energi yang terjadi di Indonesia.

Sebelum membubarkan aksinya, para mahasiswapun membacakan pernyataan politiknya dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Front Gerakan Untuk Kemerdekaan Nasional (GRAKNAS) sendiri merupakan gabungan dari beberapa organisasi, seperti PRD, LMND, KAMMI, GMNI, BEM HUKUM UKIP, SRMI, dan BEM STIMIK AKBA.

Enal Mappatoba

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut