Ratusan Mahasiswa Di Yogjakarta Bersolidaritas Untuk Petani Pulau Padang

Seratusan mahasiswa di Yogjakarta menyatakan dukungan dan solidaritas atas perjuangan petani di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Dalam aksi itu, mahasiswa juga mendesak Menteri Kehutanan segera mencabut SK nomor 327/2009 tentang pemberian HTI kepada PT.RAPP.

Aksi ini digelar oleh mahasiswa Riau di Jogjakarta bersama dengan sejumlah organisasi pergerakan di sana, seperti FMN, LMND, Pembebasan, PPRM, AMMY, dan IPFT. Aksi ini dilakukan sekaligus bertepatan dengan momentum “Tragedi Semanggi” tahun 1998.

Aksi massa ini bermula di Jalan Abu Bakar Ali, lalu massa bergerak dengan berjalan kaki menuju ke kantor DPRD DI Yogyakarta. Sebuah baliho panjang dengan ditopang dua bambu dibawa oleh para mahasiswa.

Koordinator dalam aksi ini, Hairun Nizat, yang juga mahasiswa asal Pulau Padang, menyatatakan bahwa pemberian ijin HTI kepada PT.RAPP telah melegalisasi perampasan tanah milik rakyat di sana.

Pasalnya, menurut Nizat, luas HTI yang diserahkan melalui SK Menhut itu mencapai 45.000 hektar, yang berarti hampir separuh dari keseluruhan tanah di pulau itu. “Hal ini akan mendorong terjadinya perampasan tanah rakyat, mematikan roda perekonomian, dan menciptakan pengangguran bagi rakyat setempat,” kata Nizat saat menyampaikan orasinya.

Untuk itu, menurut Nizat, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan harus segera mencabut SK nomor 327 tahun 2009 dan menghentikan operasional PT.RAPP di Pulau Padang.

Selain itu, mahasiswa juga mempersoalkan pernyataan Menteri Kehutanan beberapa pekan lalu, yang menyatakan bahwa Pulau Padang tidak berpenghi alias pulau kosong. “Bagaimana mungkin sebuah pulau berpenghuni 35.224 jiwa dianggap pulau kosong,” kata orator dengan nada berapi-api.

Mahasiswa juga mendesak agar berbagai kasus perampasan tanah rakyat di Provinsi Riau, seperti di Kampar, Siak, Pelelawan, Kuansing, dan Indragiri Hulu, segera dihentikan. Mahasiswa Riau sangat menyesalkan sikap pemerintah Provinsi yang bukannya menjaga akses rakyat terhadap tanah, malah membiarkan dan mendukung perampasan tanah itu.

Di akhir aksinya, mahasiswa meminta pihak DPRD DIY agar segera menfaks-kan pernyataan sikap mereka kepada Menteri Kehutanan di Jakarta.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut