Ratusan Mahasiswa Biologi FKIP-UKAW Kupang Segel Ruang Kuliah

Mahasiswa FKIP UKAW.jpg

Ratusan mahasiswa program studi (prodi) biologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang menggelar aksi massa di halaman kampusnya, Rabu (6/11/2013).

Menurut Ketua Senat Mahasiswa FKIP UKAW, Simon J Messakh, aksi massa yang melibatkan ratusan mahasiswa ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tidak memadainya fasilitas kampus untuk menunjang proses perkuliahan, seperti ruang kuliah dan laboratorium.

“Jumlah mahasiswa mencapai 800-an orang, sementara jumlah ruang kuliah yang disediakan hanya 4 ruangan. Itupun jumlah dosesannya hanya belasan orang. Ini sangat tidak memadai,” kata Simon.

Menurut dia, rasio ideal setiap ruang kuliah seharusnya hanya diiisi oleh 35 orang mahasiswa. Namun, pada kenyataannya, kampus UKAW tidak bisa memenuhi rasio ideal tersebut.

“Ini membuktikan bahwa kampus hanya menjadikan mahasiswa sebagai lahan penghasil uang dan tidak menyediakan tempat belajar serta fasilitas yang berkualitas kepada mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FKIP UKAW,  Agustom R. Manoe, mengecam pihak kampus yang mengabaikan pemenuhan kebutuhan mahasiswa dan hanya menempatkan mahasiswa sebagai lahan bisnis semata.

Ia juga mengecam praktek bisnis modul dan praktek intimidasi yang dilakukan oleh dosen terhadap mahasiswa. “Ini merupakan praktek penghisapan maupun penjajahan dan hal tersebut sangat kental dengan watak neoliberalisme yang tengah menjajah bangsa Indonesia hari ini,” tandasnya.

Dalam aksinya, mahasiswa biologi FKIP UKAW ini menyegel ruang perkuliahan dengan bambu sebagai bentuk protes. Aksi penyegelan itu berlangsung dari pukul 09:47 sampai 16.37 WITA. Tak hanya itu, semua mahasiswa jurusan biologi juga memboikot aktivitas perkuliahan.

Akhirnya, pada pukul 15.27 WITA, wakil Rektor I dan III UKAW menemui perwakilan mahasiswa. Ia menjanjikan akan memberikan  3 ruang tambahan dan 2 ruang lainya untuk menopang perkuliahan mahasiswa Biologi. Namun, ruangan yang dijanjikan tersebut milik milik program studi PJKR dan Fakultas Hukum.

Karena itu, mahasiswa mengaku akan terus melakukan aksi mogok kuliah sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Amro P. Kono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Lukas Lumbantobing

    Saya seumur hidup tidak akan percaya dengan sosialisme atau marxisme, tetapi univ2 seperti ini yang baiknya dibantu oleh donatur2 Kristen (dan umat) yang tergerak hatinya. Jika ada rekening yang aktif, dapat dibantu dengan transfer bank.