Ratusan Demonstran Anti-Bupati Buol Hendak Dibubarkan Polisi

Selasa, 15 Juni 2010 | 22.46 WIB | Kabar Rakyat

BUOL, Berdikari Online: Sedikitnya 400 orang dari Aliansi Rakyat Buol Bersatu (Akbar) kembali menggelar aksi massa di Kantor Bupati Buol, Selasa (15/6) untuk mendesak Bupati Buol, Amran Batalipu, segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Namun, saat ratusan massa ini berusaha menyampaikan tuntutannya, pihak kepolisian berusaha membubarkan aksi secara sepihak. Berdasarkan laporan kronologis di meja redaksi, tidak jelas alasan kepolisian untuk membubarkan aksi ini.

Seorang aktivis bernama Arifin Ahmad, yang juga adalah seorang guru honorer, tiba-tiba ditarik petugas polisi saat sedang berorasi di atas mobil komando. Tidan hanya begitu, dua orang diduga polisi berpakaian preman turut memukuli Arifin dan menangkapnya.

Selain itu, properti aksi yang sedianya dipergunakan untuk aksi teatrikal, juga dirampas dan dihancur-hancurkan oleh Satpol PP. Belum puas juga, dengan menggunakan water cannon dan barisan pemukul, polisi berusaha menggiring massa aksi keluar dari kantor bupati.

Aktivis AKBAR mengecam perilaku represif pihak kepolisian ini. “Polisi sudah membunuh demokrasi di Buol. Ini semua dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup rejim koruptor di tanah kami,” ujar Ton Junkis, aktivis dari LMND.

Dalam aksinya, AKBAR tetap mendesak agar Bupati Amran Batalipu segera mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu dimaksudkan untuk menyelamatkan ekonomi rakyat dari praktik korupsi dan mengakhiri kebijakan-kebijakan yang menindas rakyat. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut