Ratusan Buruh Jabotabek Bersolidaritas Untuk Buruh Freeport

Ratusan buruh menggelar aksi massa di depan Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta, Selasa, 29 November 2011. Mereka menuntut pihak keamanan, khususnya TNI/Polri, memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada para pekerja PT. Freeport Indonesia yang hingga saat ini masih menggelar pemogokan.

Para buruh yang rata-rata berkaos merah ini juga mendesak pihak kepolisian segera menghentikan berbagai bentuk kekerasan saat menangani aksi-aksi dan berbagai pemogokan buruh.

Sebagian besar buruh itu tergabung dalam sejumlah serikat buruh, seperti KASBI Jakarta, PPR, KPOP, PPI, FSPOI, FBLP-PPBI, SBTPI, FPBJ, KPO-PRP, SPTBG Tanah Abang, GESBURI Bekasi, PUK-PUK SP KEP Tangerang, FSBN Tangerang, SB 8 Tangerang, SP Farkes Tangerang, SBMI, SMI, PUK SPSI KEP PT Freeport Indonesia, SP Bank Swadesi, dan PBI.

John Silaban, salah seorang peserta ini, mempertanyakan pengusutan kasus terbunuhnya dua pekerja PT. Freeport saat pemogokan lalu. Ia juga menyesalkan tindakan kekerasan kepolisian dalam menghadapi aksi-aksi kaum buruh, khususnya kejadian di Batam dan Papua.

“Polisi tidak boleh seenaknya menembaki kaum buruh seperti terjadi di batam. Mestinya polisi menangkap Walikota Batam karena mengabaikan tuntutan kaum buruh,” ujarnya.

Dalam aksi ini, para buruh juga memprotes sikap pemerintah yang terus-menerus mempraktekkan politik upah murah. Bahkan “upah murah” menjadi jualan untuk menarik masuknya investor asing.

Sehubungan dengan perjuangan upah para buruh Freeport, massa buruh ini mendesak agar PT. Freeport menaikkan upah sebesar 7,5 USD.

Selain menggelar aksinya di Mabes Polri, gabungan buruh dari berbagai serikat dan organisasi ini juga menggelar aksinya di kantor PT Freeport Indonesia di kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, dan berakhir Istana Negara.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut