Ratusan Anggota PRD Palembang Desak Kekayaan Alam Dikelola Untuk Kemakmuran Rakyat

200-an kader dan anggota Partai Rakyat Demokratik di Palembang, Sumatera Selatan, bergabung dalam deklarasi “Gerakan Nasional Pasal 33”, siang tadi (22/7). Deklarasi gerakan ini berlangsung di kantor Gubernur Sumsel.

Eka Subakti, Ketua PRD Sumsel, saat memberikan orasi politik di depan massa, menjelaskan bahwa “gerakan pasal 33” merupakan perjuangan rakyat Indonesia untuk mengembalikan kekayaan alam dan sumber-sumber kemakmuran ke tangan rakyat.

“Selama ini kekayaan alam dan sumber-sumber kemakmuran itu hanya dinikmati segelintir orang. Sebagian besar dikuasai oleh perusahaan asing,” katanya.

Padahal, menurut Eka Subakti, tujuan nasional kita secara tegas menggariskan bahwa penyusunan negara Republik Indonesia mestilah memakmurkan seluruh rakyat Indonesia.

Tetapi, dalam kenyataannya, kemakmuran itu hanya jatuh ke tangan segelintir elit yang menikmati rente dari perusahaan-perusahaan asing. Sementara mayoritas rakyat terjerembab dalam kemiskinan yang sangat parah.

Eka menyoroti soal perusahaan asing yang mengusai sektor-sektor strategis, khususnya energy. Di Sumatera Selatan, katanya, PT. Pupuk Sriwijaya mengalami gangguan produksi lantaran kesulitan mendapatkan gas. “Ini berdampak lebih lanjut kepada kehidupan petani. Karena kekurangan pupuk, produksi pertanian pun merosot,” katanya.

Oleh karena itu, PRD Sumsel secara tegas menuntut pemerintah untuk kembali kepada semangat pasal 33 UUD 1945. “Tidak ada alasan untuk menganut liberalisme ekonomi di sini. Sejarah kelahiran bangsa kita adalah penentangan terhadap kolonialisme dan imperialisme,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan PRD itu, perwakilan Pemda Sumsel yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumsel, Eddy Hermanto, yang menemui pengunjuk rasa, mengatakan pemerintah mendukung semua upaya yang bertujuan mensejahterakan rakyat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut