Ratusan Aktivis Graknas Sulsel Tolak Kenaikan Harga BBM

MAKASSAR (BO): Lebih dari seratus orang aktivis Gerakan Rakyat untuk Kemerdekaan Nasional (Graknas) menggelar aksi massa di kantor DPRD Sulsel, Selasa (6/3/2012). Mereka menolak rencana pemerintahan SBY untuk menaikkan harga BBM.

Aksi ini dimulai di depan kantor Gubernur Sulsel sekitar jam 10.00 WITA. Lalu, dengan memegang spanduk, poster, dan bendera masing-masing organisasi, ratusan massa ini mulai bergerak menuju kantor DPRD Sulsel.

Di sepanjang jalan, korlap aksi meneriakkan yel-yel perjuangan. “Tolak kenaikan harga BBM sekarang juga!” teriak korlap aksi. Selain itu, sejumlah perwakilan organisasi menyampaikan orasi secara bergantian.

Menjelang siang hari, massa aksi tiba di kantor DPRD Sulsel. Mereka pun berbaris di sepanjang tangga kantor parlemen Sulsel itu. Polisi dan aparat keamanan DPRD tampak mengawasi massa aksi.

“Kenaikan harga BBM akan memukul ekonomi rakyat. Harga barang akan naik, tariff angkutan melonjak tinggi, dan ongkos produksi akan mencekit leher pelaku usaha kecil dan menengah,” kata Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kota Makassar, Daeng Baji.

Dalam aksi ini, sejumlah aktivis Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker) menggelar aksi teatrikal. Seorang aktivis yang mengenakan topeng bergambar wajah SBY diperlihatkan melakukan kesepakatan dengan pihak asing.

“Saya umumkan kenaikan harga BBM,” ujar aktivis yang memerankan sosok Presiden SBY tersebut. Kontan saja sosok pemeran SBY ini mendapat cemooh dan dilempari oleh massa aksi.

Bagi aktivis Graknas, kenaikan harga BBM merupakan agenda negeri-negeri imperialis untuk memaksakan liberalisasi energi di Indonesia.

“Kalau sebelumnya sektor hulu migas sudah diliberalkan, dan sekitar 80-90% dikuasai asing, maka sekarang mengarah pada liberalisasi sektor hilir migas,” kata Makbul Muhamad, aktivis dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Nantinya, kata Makbul, harga BBM akan diserahkan kepada mekanisme pasar. Dengan begitu, pemodal asing pun punya kesempatan untuk terlibat dalam bisnis penjualan BBM di Indonesia.

Aksi massa Graknas ini juga diwarnai pembakaran foto  SBY. Tidak hanya itu, sejumlah ibu rumah tangga juga melempari foto Presiden RI tersebut dengan sandal jepit. “Dia bukan presiden yang pro-rakyat. Dia agen kepentingan asing,” kata Ibu-ibu itu.

Aksi massa Graknas ini melibatkan sejumlah organisasi, seperti SRMI, PRD, LMND, KAMMI, PMKRI, LISAN-MU, FORKOM, dan lain-lain.

ARHAM TAWARRANG

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut