Ratusan Aktivis FRAT Jogjakarta Kembali Bersolidaritas Untuk Rakyat Bima

Setelah menggelar aksi beberapa hari sebelumnya, Front Rakyat Anti-Tambang (FRAT) Jogjakarta kembali menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Bima. Kali ini, jumlah massa jauh lebih besar, yaitu 300-an orang.

Ratusan aktivis FRAT ini memusatkan aksinya di titik nol kilometer Jalan Malioboro Jogjakarta. Dengan menggelar aksi teatrikal, mahasiswa berusaha menggambarkan kebrutalan aparat saat menangani aksi protes rakyat di Bima.

Beberapa mahasiswa mengecat badannya warna putih. Sementara seorang mahasiswa membawa poster bergambar Presiden SBY dan Bupati Bima Ferry Zulkarnain. Sebagian massa juga membawa foto-foto korban kekerasan Polisi di Bima.

Dalam tuntutannya, FRAT menuntut pengadilan terhadap seluruh pelaku kekerasan saat pembubaran aksi pendudukan rakyat di Pelabuhan Sape. Diantara pejabat yang dianggap bertanggung jawab: Presiden SBY, Gubernur NTB, Bupati Bima, Kapolri, Kapolda NTB, dan Kapolresta Bima.

Massa juga mendesak agar Bupati Bima segera mencabut surat ijin eksplorasi pertambangan PT. Sumber Mineral Nusantara. Aktivis FRAT Jogjakarta menganggap kebijakan itu sangat merugikan rakyat Bima, khususnya soal perampasan tanah, hilangnya mata pencaharian, dan kerusakan lingkungan.

FRAT Jogjakarta juga menyimpulkan, maraknya konflik pertambangan akhir-akhir ini disebabkan oleh kebijakan SBY-Budiono yang mengabdi kepada imperialisme-neoliberal. Karena itu, bagi FRAT Jogjakarta, rejim SBY-Budiono lah yang mesti dimintai pertanggung-jawaban.

Dalam seruan tuntutannya, FRAT juga menyerukan agar pengelolaan ekonomi nasional, termasuk soal agraria, kembali mengacu kepada pasal 33 UUD 1945 dan UU Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960.

FRAT Jogjakarta merupakan gabungan dari puluhan organisasi, seperti KEPMA Bima, PRD, FMN, LMND, Pembebasan, SAMAN, Perempuan Mahardika, FAM J, HPMSB, LM NASDEM, LPN, AJI Damai, SABUK, KPO PRP, SMI, PPI, Resista, IKPM DOMPU, HMI MPO, ASRAMA NTB, IMM, PMII, IKPM KEPRI, IMPSY, IKS, FKMK, IKPMD-I, dan HMI DIPO.

ISNAWATI PUJAKESUMA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut