Ratusan Aktivis Anti-koropsi Desak Bupati Buol Mundur

Jumat, 11 Juni 2010 | 13.15 WIB | Kabar Rakyat

PALU, Berdikari Online: Ratusan aktivis anti-korupsi yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Anti-korupsi (AGMAK), Kamis (10/6) mendesak Bupati Buol, Amran Batalipu, segera mengundurkan diri dari jabatannya.

AGMAK memusatkan aksinya di depan Markas Polda Sulteng, sambil menuntut pembebasan seluruh aktivis gerakan rakyat yang ditahan di Polres Buol. Mereka menilai, penahanan para aktivis ini menjelaskan ketidak-netralan kepolisian dalam menanggapi tuntutan rakyat terkait desakan mundur terhadap bupati Buol.

Dalam pernyataan sikapnya, AGMAK mendesak agar pihak terkait segera memeriksa berbagai kasus korupsi dan pelanggaran hukum yang melibatkan Bupati Buol, antara lain, penyelewengan APBD TA 2008 senilai Rp7,424 M, Disclaimer opinion senilai Rp48,37M, dan alokasi anggaran untuk operasional PKK senilai Rp.1,145 M.

Bupati Amran Batalipu juga dituding menggunakan jabatan untuk memperkaya diri sendiri, yang terbukti dengan keterlibatannya dalam menguasai proyek besar maupun bisnis kecil di kabupaten Buol. “Kami berharap, keadilan dan hukum dapat ditegakkan di Buol. Agar masyarakat menjadi tenang dan puas,” ujar seorang mahasiswa Buol saat menyampaikan orasinya. (Ulf)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut