Rapat Akbar Warga Tanah Merah Dihadiri Anggota DPD

Sampai akhir tahun 2011 ini, nasib puluhan ribu warga Tanah Merah masih terkatung-katung. Tuntutan mereka, yakni pengakuan hak atas status kependudukan, sampai sekarang masih diabaikan oleh Pemda DKI Jakarta.

Karena itu, warga Tanah Merah pun terus bergerilya mencari dukungan politik, baik tokoh politik maupun organisasi pergerakan. Pada hari Jumat (30/12) lalu, warga Tanah Merah menerima kunjungan seorang anggota DPD asal Jakarta, AM Fatwa.

Acara dialog dengan AM Fatwa ini dikemas dalam bentuk rapat akbar. Ribuan warga Tanah Merah hadir dalam rapat akbar ini. M Sugianto, salah seorang tokoh Tanah Merah, membuka rapat akbar ini dengan pidato kecaman terhadap Pemda DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Utara.

Menurut M Sugiono, warga Tanah Merah sudah lama diperlakukan diskriminatif oleh Pemda DKI dan Walikota Jakut. “Masak seorang Cristian Gonzales dan Diego Michels dengan gampangnya mendapat pengakuan sebagai warga negara Indonesia. Sedangkan warga tanah merah, yang lahir dan besar di Jakarta, tidak diakui dan sampai sekarang belum di beri KTP,” ujar tokoh pengagum Bung Karno ini.

Ada 35 ribu jiwa warga Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara, sampai sekarang belum punya kartu identitas kependudukan (KK, KTP, dan akte pencatatan sipil). Padahal, mereka sudah berdiam di Tanah Merah sejak 20-an tahun yang lampau.

Menurut Muhammad Huda, koordinator Forom Komunikasi Warga Tanah Merah Bersatu, pengabaian atas hak status kependudukan warga Tanah Merah adalah pelanggaran konstitusional. “Mestinya Pemda DKI dan Walikota Jakut diberi sanksi berat karena telah melanggar hak dasar rakyat,” ujarnya.

Merespon tuntutan warga itu, AM Fatwa menyampaikan kalau dirinya sudah menyampaikan surat protes ke Pemda DKI. Ia bahkan membacakan isi suratnya itu di hadapan ribuan warga Tanah Merah.

“Warga Tanah Merah sudah lebih lima tahun berdiam dan berdomisili di daerahnya. Mereka sudah berpartisipasi dalam setiap ajang pemilu. Jangan cuma mengambil suaranya doing, tapi berikan juga haknya sebagai warga negara,” kata AM Fatwa.

Menurut AM Fatwa, dirinya akan bertemu dengan Gubernur DKI Fauzi Bowo pada 10 Januari mendatang. Ia berjanji akan menyampaikan tuntutan warga Tanah Merah dalam pertemuan tersebut.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut