Rakyat Palestina Rayakan Pengakuan PBB

Palestine

Rakyat Palestina keluar ke jalan-jalan di Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk merayakan hasil voting di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (29/11). PBB akhirnya mengakui peningkatan status Palestina sebagai negara pemantau non-anggota.

Di Betlehem, kembang api ditembakkan ke langit malam dan gereja-gereja membunyikan lonceng menandai pencapaian baru bagi Palestina.

Bagi rakyat Palestina, kemenangan ini merupakan satu langkah penting menuju negara Palestina merdeka. Presiden Palestina menganggap hasil voting ini sebagai kesempatan terakhir menuju solusi dua negara. Tak hanya itu, status ini memungkinkan Palestina bisa bergabung ke dalam organisasi-organisasi PBB serta terlibat dalam perjanjian-perjanjian internasional.

Perjuangan Palestina di PBB ini tidaklah gampang. Amerika Serikat dan Israel berusaha mati-matian menjegal Palestina. Meski demikian, mayoritas anggota PBB berpihak mendukung Palestina.

Alhasil, 138 negara mendukung peningkatan status Palestina, seperti Tiongkok, Rusia, Perancis, dan negara-negara Amerika Latin. Sebanyak 41 negara menyatakan abstain, termasuk Inggris dan Jerman. Dan hanya 9 negara yang menentang, yaitu AS, Israel, Kanada, Republik Ceko, dan lain-lain.

Sebelumnya, Palestina hanya diwakili oleh PLO (Organisasi Pembebasan Palestina), salah satu organisasi politik di Palestina. Itupun hanya berstatus sebagai “pemantau permanen”.

Meski demikian, AS dan Israel tetap arogan dan skeptis terhadap peningkatan status Palestina ini. Dubes Israel di PBB, Ron Prosor, menganggap sikap PBB ini justru membuat mandek dan berantakan peta jalan damai kedua belah pihak. Sedangkan Dubes AS di PBB, Susan Rice, mengingatkan bahwa resolusi ini tidak akan menetapkan Palestina sebagai negara.

Namun, sukses Palestina ini memungkinkan mereka bergabung dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Dengan begitu, Palestina punya landasan legal untuk menjerat militer Israel sebagai penjahat perang.

Sementara itu, otoritas Palestina diperkirakan akan kehilangan jutaan dollar bantuan mereka. AS sendiri mengancam akan menarik 200 juta dollar AS bantuannya. Israel sendiri berencana membekukan transfer pajak dan cukai yang dikumpulkan rakyat Palestina.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut