Rakyat Miskin Datangi Kantor Gubernur

MAKASSAR: Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) kembali mendatangi kantor Gubernur Sulsel, Senin (18/9) untuk mempertanyakan program pemberantasan kemiskinan di daerah ini.

Dilaporkan bahwa aksi ini dimulai dari depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) menuju kantor Gubernur, yang berjarak kira-kira sekitar 500 meter. Massa bergerak dengan komando seorang perempuan, namanya Rosa Dg.Baji, yang juga merupakan ibu rumah tangga.

Di kantor Gubernur, perwakilan massa SRMI diterima oleh staff bidang hukum dan politik Gubernur Sulsel, Fachbar Padjalangi.

Kepada staff gubernur ini, ketua DPW SRMI Sulsel Wahida B Upa menyampaikan tiga tuntutan yang sangat pokok, yaitu pengubahan kriteria miskin versi BPS, menaikkan anggaran untuk pendidikan, dan menolak manipulasi kemiskinan untuk sebuah program semacam SJSN.

Wahida menyoroti kegagalan pemberantasan kemiskinan seperti yang digariskan oleh “tujuan pembangunan millennium” atau sering disebut MDGs. “Alih-alih bisa mengurangi angka kemiskinan, program MDGs justru menjadi kedok baru bagi pelibatan Indonesia dalam skema kapitalisme neoliberal,” katanya.

Menanggapi pertanyaan soal anggaran pendidikan, staff bidang hukum dan politik gubernur Sulsel Fachbar Padjalangi menyatakan bahwa anggaran pendidikan di Sulsel sudah sangat besar, yaitu Rp210 milyar.

“Dana itu berasal dari APBN (40%), APBD (40%), dan sisanya dari kerjasama dengan pihak swasta dan asing,” katanya.

Namun Wahida menanggapi pernyataan itu, bahwa masih banyak anak didik yang harus dikeluarkan dari sekolah karena persoalan biaya.

Demo Rusuh

Sementara itu, demonstrasi menolak kedatangan Presiden SBY di Makassar berakhir dengan bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Polisi bermotor berusaha membubarkan paksa demo mahasiswa. Seorang mahasiswa dipukuli secara beramai-ramai oleh petugas kepolisian.

Pada awalnya, mahasiswa menggelar aksi di depan kampus dengan memblokir separuh jalan. Tiba-tiba aparat kepolisian datang menyerbu secara brutal dan membabi-buta, sehingga mengundang kemarahan mahasiswa.

Ratusan mahasiswa keluar dari kampus mereka dan mulai membalas aksi brutal kepolisian tersebut. Mereka berusaha memukul mundur aparat kepolisian hingga jembatan fly-over Makassar.

Tidak hanya mahasiswa UMI Makassar, mahasiswa dari kampus Univesitas 45 makassar, yang kebetulan berdekatan dengan UMI, turut berbaur dengan rekan sesame mahasiswa untuk mengusir polisi menjauh dari sekitar kampus.

Rencananya, kunjungan presiden baru akan dilakukan besok (19/10). (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut