Rakyat Miskin Bawa Jerigen “Jumbo” Ke Istana

JAKARTA: Sedikitnya 1500 aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi massa di depan Istana Negara, Kamis (8/7). Mereka menuntut Presiden SBY menjalankan empat tuntutan pokok rakyat.

Keempat tuntutan itu meliputi pengubahan kriteria miskin BPS, perbesar anggaran subsidi pendidikan untuk rakyat miskin, batalkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), dan batalkan rencana pencabutan subsidi BBM.

Dalam aksi itu SRMI membawa sebuah jerigen berukuran jumbo, berukuran 1,5 x1 meter, sebagai simbol penderitaan rakyat karena mahalnya bahan bakar. Beberapa orang terlihat diperban sekujur tubuh, yang menggambarkan penderitaan rakyat miskin karena mahalnya biaya rumah sakit.

Ratusan anggota kepolisian sempat berusaha menghalangi massa untuk mendekati Istana Negara, namun massa berhasil menembus barisan polisi. Saat massa berusaha semakin mendekat Istana, Polisi mulai mendorong massa. Akibatnya, dorongan-dorongan dan kericuhan pun terjadi.

Polisi berusaha menangkap seorang aktivis SRMI, namun berhasil dibebaskan kembali setelah ditekan oleh massa lainnya. “Polisi tidak punya kewenangan untuk menghalangi rakyat miskin menyampaikan tuntutan kepada presiden, apalagi aksi itu bersifat damai,” ujar Marlo saat menyampaikan orasi di hadapan massa.

Menurut Marlo, kriteria miskin versi BPS bisa dikatakan melanggar konstitusi, karena telah mengabaikan fakta mengenai realitas kemiskinan yang sebenarnya, padahal mereka seharusnya ditanggung dan diurus oleh negara.

Marlo juga menambahkan, bahwa keputusan SBY menaikkan harga TDL telah membunuh rakyat Indonesia. “Selain berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok, kenaikan TDL telah membunuh ekonomi rakyat, misalnya industri rumah tangga dan ekonomi kecil lainnya,” katanya.

Untuk itu, Marlo memperingatkan Presiden SBY untuk segera membuang jauh-jauh rencana menghapus subsidi BBM, karena hanya akan membawa malapetaka bagi kehidupan rakyat dan industri nasional.

Selain menggelar aksi di depan Istana Negara, SRMI juga menggelar aksinya di depan kantor Menteri Pendidikan Nasional, dimana mereka menyampaikan tuntutan soal penambahan anggaran untuk sektor pendidikan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut