Rakyat Halmahera Tengah Protes Penangkapan 10 Orang Warga

Penahanan terhadap 10 orang warga Kecamatan Weda, Halmahera Tengah, telah memicu perlawanan rakyat setempat. Hari ini, mereka yang mengatasnamakan diri Serikat Peduli Masyarakat Lingkar Tambang (SPMLT) menggelar aksi massa di Kantor Polda Maluku Utara.

Saat menggelar aksi di depan Mapolda Malut, SPMLT mendesak Kapolda Malut untuk segera mencopot jabatan Kapolres Halmahera Tengah karena dianggap gagal dalam melindungi ketertiban dan keamanan rakyat setempat.

Dalam orasinya yang sangat singkat, Jami Kuna, aktivis dari LMND Malut, mengatakan penahanan tersebut diduga kuat karena polisi diminta oleh pihak PT.Weda Bay Nickel. Padahal, menurut Jami Kuna, pihak yang bermasalah dalam kasus ini adalah pihak PT.Weda Bay Nickel, karena tidak punya itikad baik dalam menyelesaikan masalah secara damai.

Dalam aksi itu, massa juga menuntut pihak Kepolisian bertindak sesuai tugasnya, yaitu sebagai pengayom masyarakat, bukan sebagai perpanjangan tangan dari kepentingan perusahaan.

Sebelum menggelar aksi di Mapolda Malut, massa SPMLT menggelar aksi terlebih dahulu di kantor RRI Ternate. Di sini, mereka menyiarkan pernyataan sikap dan berusaha mengabarkan tentang kejadian ini kepada rakyat luas. Pasalnya, menurut aktivis SPMLT, media lokal terkesan menutup kejadian ini.

Massa SPMLT juga sempat mendatangi kantor perwakilan PT. Weda Bay Nickel dan menyampaikan sejumlah kecaman. Mereka menuntut agar pihak perusahaan mendengar protes masyarakat sekitar.

Untuk diketahui, penangkapan terhadap 10 warga ini terkait aksi yang berakhir ricuh pada akhir Februari lalu. Saat itu, aksi damai warga diacuhkan oleh pihak perusahaan, sehingga warga pun bergerak marah. Akibatnya, warga merusak ruang tunggu bandara PT. Weda Bay Nickel, membakar dua speed boat, enam mesin laut, dan menyandera sebuah strada milik perusahaan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut