Puluhan Ribu Rakyat Kepung Gedung DPR

Menjelang siang hari, puluhan ribu massa rakyat sudah berkumpul di depan gedung DPR, Jumat (30/3/2012). Mereka merupakan gabungan serikat buruh, organisasi mahasiswa, kaum miskin perkotaan, serikat petani, dan organisasi perempuan.

Massa aksi datang secara bergelombang. Sebagian besar massa aksi didominasi oleh serikat buruh, seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konferedasi Serikat Pekerja Indoensia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

Tampak pula massa aksi dari Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 (SBSI), Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), dan  Federasi Serikat Pekerja Logam & Mesin (FSP.LEM-SPSI).

Ada pula massa aksi dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia (SBPTI), dan Front Oposisi Rakyat Indonesia (FOR Indonesia).

Sementara massa aksi mahasiswa nampak aliansi BEM, organisasi ekstra kampus, dan komite-komite aksi. Sejumlah partai politik juga menurunkan massanya seperti Partai Bulang Bintang dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).

Usai shalat jumat, berbagai organisasi kembali berdatangan ke depan gedung DPR, seperti Aliansi Rakyat Indonesia, Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI), Gema Hanura, dan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB).

Massa aksi berhasil menerobos pagar pembatas tol di depan DPR. Tidak lama kemudian, massa aksi memblokir dan menduduki jalan tol. Massa rakyat di sekitar gedung DPR juga tampak berkumpul menyaksikan aksi massa ini.

Dalam tuntutannya, sebagian besar massa aksi menuntut agar rapat paripurna DPR memutuskan pembatalan rencana menaikkan harga BBM. “Kita tidak akan pulang sebelum DPR memutuskan tidak ada kenaikan harga BBM,” kata seorang orator dari atas mobil komando.

Seruan “BBM Naik, SBY Turun” berkumandang di tengah massa aksi. Seruan itu juga nampak ditulis massa aksi di spanduk dan coretan-coretan di pagar pembatas di dekat gedung DPR.

Menjelang sore hari, massa rakyat belum juga mendapat kepastian pembatalan kenaikan harga BBM dari paripurna DPR. Akhirnya, massa pun mulai menjebol pagar samping gedung DPR.

Tidak lama kemudian, menjelang magrib, massa juga berhasil menjebol pintu gerbang utama pintu DPR. Teriakan “hidup rakyat” bergema berulang kali sebagai ungkapan kegembiraan massa aksi menjebol pagar dan pintu gerbang itu.

Seusai sholat magrib, massa aksi mulai merengsek masuk ke halaman gedung DPR. Mereka dihadang oleh barikade ribuan Pasukan Anti Huru-Hara, mobil Water Canon, dan Barakuda.

Tidak lama kemudian, polisi mulai menembakkan kembang api merica ke arah massa aksi. Sebagian besar massa aksi berlarian ke Taman Ria dan sebagian lagi berlarian kea rah Slipi. Puluhan massa aksi di tangkap oleh polisi.

Penggunaan kembang api merica membuat banyak massa aksi merasa perih. Bahkan beberapa massa aksi yang terkena kembang api merica mengaku tidak bisa melihat akibat mata yang terlalu perih.

Di daerah taman ria, puluhan massa aksi dan rakyat sekitar berupaya melakukan perlawanan terhadap polisi. Hal serupa juga terjadi di dekat jembatan Slipi. Tetapi pasukan PHH terus menembaki massa aksi dengan gas air mata dan kembang api merica.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut