Puluhan Ribu Buruh Kepung Istana Presiden

Sedikitnya 10.000-an buruh yang tergabung dalam Aliansi Konfederasi dan Federasi Serikat Pekerja menggelar aksi massa di depan Istana Presiden, Rabu (21/3/2012). Mereka menolak rencana pemerintahan SBY menaikkan harga BBM.

Sebagian besar buruh berasal dari empat serikat buruh besar, yakni Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konferedasi Serikat Pekerja Indoensia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

Mereka memulai aksinya dari Bundaran Hotel Indonesia dan kemudian berbaris menuju Istana Presiden. Panji-panji serikat buruh tampak dikibar-kibarkan oleh massa aksi. Sejumlah spanduk juga terlihat ditenteng oleh massa aksi. Diantara spanduk itu bertuliskan “Upah Buruh Turun/Mura Karena Kenaikan Harga BBM”.

Bagi gerakan buruh, kenaikan harga BBM akan menurunkan daya beli kaum buruh yang baru saja naik 15-30%. Dengan demikian, kenaikan riil upah pekerja hanya 5 %.

Selain itu, kenaikan harga BBM akan menaikkan ongkos transportasi dan sewa kamar kost sebesar 20%. Akibatnya, upah buruh pun tergerus 10%. Kenaikan harga BBM juga akan memaksa pengusaha melakukan efisiensi berupa PHK massal.

“Kenaikan harga BBM hanya merampas kesejahteraan kaum buruh. Tidak ada pilihan lain selain menolak kebijakan tersebut,” kata seorang orator dari atas mobil komando.

Jika pemerintah tetap ngotot menaikkan harga BBM, maka gerakan buruh akan menduduki objek-objek strategis, seperti kawasan industri, pelabuhan, bandara, jalan tol, bursa efek, dan pusat pemerintahan.

Di depan istana Presiden, aksi puluhan ribu buruh ini dikawal oleh ribuan anggota Kepolisian dan anggota TNI. Meski begitu, kaum buruh tetap berorasi dan menyampaikan tuntutannya di depan Istana Presiden.

Di tengah aksi buruh itu tampak anggota DPR-RI, Rieke Dyah Pitaloka. Politisi PDI Perjuangan ini juga memberikan orasi politik. Dalam orasinya Rieke mengajak kaum buruh melawan kebijakan yang merugikan rakyat.

Selain membawa isu penolakan kenaikan harga BBM, kaum buruh juga mengusung tuntutan jaminan kesehatan dan upah layak.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut