Puluhan Aktivis Palembang Kecam Penahanan Aktivis di Buton Dan Buol

Rabu, 26 Mei 2010 | 23.55 WIB | Kabar Rakyat

PALEMBANG, Berdikari Online – Puluhan aktivis pergerakan di Palembang, Sumatera Selatan, mendatangi Markas Polda Sumsel, Rabu (26/5) untuk menuntut pembebasan para aktivis di Buol (Sulteng) dan Buton (Sultra).

Mereka menamakan diri Front Pembebasan Rakyat (FBR). Selain mengecam penahanan 19 aktivis gerakan rakyat di Buton dan 5 aktivis di Buol, mereka juga menuding tindakan kepolisian tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap perjuangan rakyat.

“Kenapa, di negeri ini, perjuangan melawan korupsi dan menuntut hak-hak rakyat diganjar dengan penjara. Bukankah itu perbuatan mulia yang perlu dilindungi,” ujar Fuad Kurniawan, koordinator aksi saat menyampaikan orasi.

Karena kejadian tersebut, Fuad mengatakan, “kita semakin khawatir dengan masa depan demokrasi dan hak-hak sipil politik di negeri ini. SBY-Budiono benar-benar hendak membunuh demokrasi.”

FBR Sumsel mendesak Kapolda Sumsel agar segera meneruskan tuntutan massa kepada Kapolri di Jakarta. Mereka juga menuntut agar Kapolri segera melakukan investigasi terkait dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan tindakan indisipliner kepolisian di Buol dan Buton.

FBR diterima oleh pejabat Intelkam Polda Sumsel. Setelah melalui proses negosiasi, pihak Polda bersedia mengirimkan pernyataan sikap FBR ke Mabes Polri di Jakarta. (JY).

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut