PSI Ingatkan 2 Ancaman Terhadap Persatuan Bangsa

Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, menyebut dua ancaman besar terhadap persatuan bangsa dan keutuhan Republik Indonesia.

Yang pertama, kata dia, ancaman intoleransi, terutama yang menyangkut agama, suku, perbedaan daerah, dan perbedaan pilihan politik. Padahal, Indonesia merupakan negara plural yang memiliki keragaman suku, agama, bahasa, dan pandangan politik.

“Mereka yang mau menghancurkan Indonesia tidak perlu mengirim persenjataan yang canggih, cukup tumbuhkan sikap saling curiga di antara anak-anak bangsa,” kata  Dedek Prayudi di acara diskusi peringatan HUT PRD ke-23 di Jakarta, Senin (22/7/2018).

Ancaman kedua, menurut dia, ancaman masuknya ideologi transnasional, dalam hal ini khilafah, yang tidak mengakui adanya nation-state sebagai badan berkedaulatan.

“Saya kurang setuju dengan Golput. Karena kalau Golput banyak, wibawa demokrasi menurun. Itu pintu masuk bagi masuknya ideologi transnasional yang menganggap demokrasi itu thogut,” jelasnya.

Selain itu, Dedek juga menyebut adanya kelompok yang kerap memanipulasi sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, untuk menjadikan keyakinan agamanya atau penafsiran agamanya untuk menjadi landasan hukum negara.

Menurut dia, sila pertama Pancasila memang mengakui bahwa Indonesia adalah negaranya orang-orang beragama. Namun demikian, sila pertama Pancasila tidak memenangkan agama tertentu atas agama lain karena pemeluknya lebih banyak.

Mahesa Danu

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid