Protes PHK, Delapan Rakyat Halmahera Tengah Ditahan Polisi

Delapan orang warga Kecamatan Weda, Halmahera Tengah, dijemput paksa dan ditahan oleh pihak kepolisian. Berdasarkan kronologi singkat yang kami dapatkan, kedelapan warga ini sempat mendapat perlakuan keji seperti diseret, dipukuli, bahkan salah seorang sempat ditodong pistol.

Kedelapan warga yang ditangkap tersebut adalah: Rusli Ishak, Rahman, Haer, Jhon, Bapak Daud, Azwar, Ilham, dan Sugal. Kesemuanya sekarang ini sedang ditahan di Mapolres Halmahera Tengah.

Berdasarkan penjelasan singkat kronologis yang diterima Berdikari Online, sebelumnya, pada tanggal 26 februari 2011, rakyat dari berbagai desa di Kecamatan Weda menggelar aksi memprotes pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh PT. Weda Bay Nickel.

Pada awalnya, protes dilakukan oleh rakyat dari tiga desa, yaitu desa Fidy Jaya, desa Were, dan desa Nur Weda, dengan melakukan longmarch menuju kantor PT.Weda Bay Nickel.

Dalam perjalanannya, rakyat tiga desa ini, selain mendapat dukungan dari kepala desa masing-masing, juga mendapat dukungan dari warga desa lain seperti desa Kobe, desa Lokulamo, desa Sawai, desa Trans Kobe, dan desa Lelilef.

Namun, di depan kantor PT. Weda Bay Nickel telah terpasang barikade pasukan Brimob dari Polda Maluku utara. Meski begitu, massa rakyat berusaha untuk meminta jalur negosiasi dengan pihak pengusaha. Tetapi, lama ditunggu-tunggu, pihak pengusaha tidak juga keluar menemui massa.

Sikap tidak koperatif pihak pengusaha inilah yang memicu kemarahan massa rakyat. Pada awalnya, massa berusaha memboikot aktivitas perusahaan, tapi tidak berhasil. Akhirnya, sebagaian massa yang makin tidak terkendali mulai melakukan pengrusakan terhadap fasilitas perusahaan.

Massa kemudian merusak ruang tunggu bandara PT. Weda Bay Nickel, membakar dua speed boat, enam mesin laut, dan menyandera sebuah strada milik perusahaan.

Seminggu setelah kejadian, polisi mulai melayangkan surat panggilan kepada sejumlah warga. Karena merasa tidak bersalah, warga pun belum mengindahkan surat panggilan ini.

Akhirnya keluarlah surat penggilan kedua, yang disertai penjemputan paksa dan tindakan kekerasan terhadap delapan orang warga ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • che Ghopal

    saya tambahkan sedikit
    Pemerintah dan juga DPRD Halmahera Tengah yang katanya Pro Rakyat ternyata sampai saat ini juga 28 Juni 2011 10 kawan-kawan itu masih juga ditahan di LAPAS SOASIO Tidore. kami sangat mengecam Pemerintah dan Para Wakil Setan itu yang hanya sibuk dengan urusan keluar Daerah hanya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang tak masuk akal. Oleh karena itu saya sebagai masyarakat halmahera tengah memohon kiranya kawan-kawan terus mendesak mewakili kami di pusat agar PT. Weda Bay Nickel segera membebaskan 10 Orang korban dari KAPITALISME dan juga mendesak agar PT. Weda Bay Nickel segera angkat kaki dari BUMI HALMAHERA…..terima kasih.