Protes Menentang Penghematan Di Spanyol

Tiada hari tanpa protes. Kalimat itu cukup menggambarkan keadaan politik di Spanyol dalam beberapa minggu terakhir. Para pekerja tambang, pekerja sektor publik, polisi, dan pengangguran terus-menerus menggelar protes jalanan.

Rezim sayap kanan yang berkuasa di Spanyol,  Mariano Rajoy, semakin agresif menjalankan kebijakan penghematan. Ini diperparah dengan kebijakan menaikkan pajak 21%, pemotongan tunjangan penganggur, dan pemangkasan anggaran untuk layanan sosial.

Pada hari senin, puluhan ribu pekerja layanan publik turun ke jalan-jalan. Massa aksi tak henti-hentinya melakukan gerakan simbolik mengangak tangan bak orang yang sudah menyerah. “Angkat tangan, ini perampokan,” teriak demonstran berkali-kali.

Miguel Ángel Lorenzo, aktivis dari serikat buruh CGT, mengatakan, “mereka telah merampas bonus natal dari orang-orang yang mendapat 1200 euro setelah 20 tahun bekerja.”

Para pekerja pemadam kebakaran juga tak ketinggalan. Mereka malah menggelar aksi bugil dan memanjat pagar-pagar kantor pemerintah. Kabarnya, ini merupakan pertama-kalinya pemadam kebakaran bergabung dalam protes.

Pada hari selasa, protes terus berlanjut di Madrid, Barcelona, dan Zaragoza.

Blokir Jalan

Saat menggelar aksinya awal pekan lalu, pekerja layanan publik memblokir sejumlah jalan utama di kota Madrid, Spanyol.

“Saya di sini untuk membela hak-hak saya sebagai seorang pekerja. Suara saya sudah serak setelah terus-menerus berteriak dan turun ke jalan. Seperti semua orang melakukannya,” kata Susan, seorang pekerja sektor kesehatan.

Dia dan kawan-kawan seperjuangannya memperingatkan, kebijakan pemerintah ini tidak akan berhenti hingga mereka “menenggelamkan” sektor publik.

Mereka melambaikan spanduk bertuliskan “Mereka Ingin Merusak Negara” dan mengenakan kaos bertuliskan slogan, antara lain, “Saya Pernah Punya Hak”.

Polisi juga menggelar protes

Polisi nasional, yang sebelumnya sering dipakai untuk memandamkan aksi protes, juga turun ke jalan-jalan. Mereka marah dengan kebijakan penghematan yang mempengaruhi penerimaan gaji mereka.

Lambea Caesar, dari Konfederasi Polisi Spanyol, mengatakan, mereka akan terus menggelar protes hingga pemerintah Spanyol membalikkan kebijakan penghematannya.

Katanya, sudah saatnya menghentikan semua kebijakan yang membayar orang dengan sangat murah.

Penganggur juga bergerak

Para penganggur tak mau ketinggalan. Mereka sangat dirugikan dengan pemangkasan tunjangan bagi penganggur.

Di Barcelona, 70-an penganggur menduduki kantor ketenagakerjaan. Para pemrotes, yang sebagian besar berasal dari Majelis Penganggur Katalonia, berteriak-teriak “politisi dan bankir mencuri uang kita.”

Diosdado Toledano, salah seorang anggota gerakan ini, mengaku protes ini hanya merupakan awal dari sebuah kampanye penyadaran. Katanya, gerakan ini akan bergerak maju pada pengajuan petisi mengenai jaminan pendapatan minum bagi setiap warga masyarakat di Catalan.

Aksi penambang berlanjut di lubang-lubang penambangan

Setelah menggelar aksi protes di Madrid pekan lalu, para penambang berencana melanjutkan aksinya di desa-desa lubang penambangan.

Di Ponferrada, lebih 200-an orang berkumpul di luar kantor partai sayap kanan dan menuntut tindakan untuk melindungi pekerjaan dan komunitas lokal yang terancam akibat pemotongan anggaran subsidi sebesar 60%.

Mahasiswa serukan pemogokan umum

Protes besar juga sedang dirancang oleh gerakan mahasiswa. Mereka sudah menyerukan pemogokan umum selama tiga hari di musim gugur.

Serikat mahasiswa, dalam pernyataannya pada hari Selasa, menganggap langkah-langkah yang direncanakan rezim sayap kanan Mariano Rajoy di bidang pendidikan sangatlah reaksioner dan anti-pendidikan.

Mahasiswa memperingatkan, kebijakan itu akan membongkar sistem pendidikan publik yang dikenal rakyat Spanyol.

Protes besar-besaran diperkirakan akan berlangsung pada hari kamis besok, saat sejumlah serikat buruh utama akan menggelar aksi protes.

Raymond Samuel/Revolting Europe

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut