Protes Massal “Goyang” Israel

Sedikitnya 500 ribu orang terlibat dalam aksi protes di Tel Aviv tadi malam (3/9). Protes serupa juga terjadi di puluhan kota Israel lainnya. Media setempat menyebut protes itu sebagai terbesar dalam sejarah negeri itu.

Ratusan ribu orang berbaris menuju Rothschild Boulevard, salah satu jalan utama di negeri itu. Tempat itu juga menjadi tempa berdirinya puluhan ribu tenda-tenda para peserta protes sejak protes sosial meletus di negeri itu.

Isu utama yang diangkat oleh pemrotes adalah soal kenaikan biaya hidup, sewa rumah, dan privatisasi layanan publik. Pemerintahan Netanyahu sangat agressif menjalankan reformasi neoliberal.

Salah seorang juru-bicara protes, Roi Noiman, protes akan berlangsung di Tel Aviv dan kota-kota Israel lainnya. “Kami menyerukan kepada semua rakyat Israel untuk keluar rumah dan mengambil kesempatan ini untuk mengembalikan hak-hak mereka,” katanya.

Sementara itu, laporan media setempat juga menyebutkan bahwa puluhan ribu orang berpartisipasi dalam protes di kota-kota Israel lainnya.

Protes ini diikuti oleh serikat buruh, organisasi mahasiswa, partai politik kiri, dan sektor-sektor sosial di Israel yang terkena dampak neoliberal.

Mereka mengutuk segelintir elit yang mengusai kue-kue ekonomi dengan memanfaatkan patron politik. Salah satu yang disorot adalah ofer bersaudara, yang mengusai ladang gas dan minyak di Israel.

Israel sendiri mulai digoyang protes sejak Juli lalu. Ini mengagetkan banyak orang. Sebab, negara yang dianggap tenang dan seolah tidak ada protes ini tiba-tiba meledak dengan “protes massal”.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut