Protes G20 di Toronto: Aktivis dan Wartawan Kecam Provokasi dan Kekerasan Aparat

TORONTO: Kekerasan dan penangkapan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap aksi damai menentang pertemuan G20 di Toronto pada akhir pekan lalu mendapat kecaman keras dari berbagai aktivis lokal.

Sebagai perkumpulan yang keanggotannya hanya melalui undangan, G20 tidak memiliki legitimasi dan kini terancam kehilangan kredibilitasnya sebagai suatu forum pemerintahan ekonomi global, apalagi setelah semakin nyata bahwa forum tersebut tidak pernah serius membahas persoalan struktural untuk mengatasi krisis finansial dan ekonomi.

Pertemuan itu menjadi ajang bagi negeri-negeri maju untuk mendesakkan kepentingan ekonominya kepada negeri lain, terutama negeri berkembang.

Sebagaimana dinyatakan oleh Menteri Perdagangan Internasional Kanada menjelang pertemuan G20: “Agenda perdagangan bebas agresif dari pemerintahan yang kita…akan disampaikan kepada calon mitra dagang kita dalam pertemuan G-20 mendatang.”

Untuk itu pemerintahan negeri maju mengejar kesepakatan dagang bilateral dan regional untuk memulai kembali proses yang gagal dalam negosiasi WTO di Cancun, Meksiko, pada 2003, yang berlangsung di tengah-tengah demonstrasi dan kerusuhan massa.

Para demonstran juga memprotes besarnya uang negara yang digunakan, yakni mencapai 1 milyar dolar AS, untuk membiayai “ajang foto-foto” para pemimpin dunia ini, dan yang terwujud di depan mata menjadi militerisasi dan penjagaan besar-besaran yang melibatkan puluhan ribu aparat keamanan dari penjuru Kanada.

Setelah melakukan serangkaian demonstrasi persiapan beberapa hari sebelumnya, pada hari Jumat (25/6) digelar demonstrasi besar yang melibatkan ribuan massa di tengah kawalan ketat polisi bersenjata lengkap.

Aksi pada hari Sabtu (26/6) melibatkan lebih banyak massa (sekitar 10.000-25.000) dan diorganisir oleh gerakan pro-perdamaian, anti-privatisasi, dan buruh. Namun aksi hari itu dicoreng oleh kekerasan dan penangkapan semena-mena yang dilakukan aparat dengan dalih vandalisme yang dilakukan oleh segelintir orang.

Menurut berbagai laporan, polisi sengaja membiarkan aksi destruktif oleh segelintir demonstran ini bahkan turut memprovokasi antara lain dengan meninggalkan dua mobil polisi di tengah jalan yang akan dilintasi massa aksi.

“Ini kontra-produktif. Mobil-mobil ini ditinggalkan tanpa dijaga, tentunya ada maksud tertentu, untuk mengalihkan demonstran dari apa yang sedang mereka lakukan saat ini…” kata seorang demonstran saat menyayangkan perusakan dan pembakaran mobil tersebut oleh massa.

“Banyak warga Kanada mencurigai taktik polisi ini sejak polisi di Quebec mengakui menugaskan tiga petugasnya untuk menyamar sebagai aktivis anarkis pelempar batu, untuk memprovokasi demonstrasi damai di kota Montebello dua tahun lalu. Lucunya, ketiganya terungkap sebagai provokator ketika diketahui mengenakan sepatu boot resmi milik polisi yang sama persis dengan yang dikenakan oleh petugas berseragam yang ‘menahan’ mereka.” demikian tulis John Hillard, dari The Guardian.

Pernyataan kelompok Socialist Project menggambarkan tidak adanya “…upaya sungguh-sungguh dari polisi untuk menghentikan serangan terhadap toko-toko.”

“Pesan dari aksi protes itu sendiri (dan ribuan aksi lainnya sepanjang minggu dalam bentuk ratusan pertemuan, pembicaraan, aksi, dan acara budaya) – bahwa pertemuan G20 mencerminkan agenda korporasi dan elit politik untuk memotong secara drastis sektor publik, menurunkan upah, dan tidak menaikkan pajak baru bagi kapital finansial, serta menerapkan bentuk-bentuk penyengsaraan baru dalam bentuk pajak yang lebih tinggi dan pemotongan uang jaminan bagi rakyat pekerja dan rakyat miskin – tenggelam oleh suara-suara yang mengutuk keseluruhan protes.” ungkap Socialist Project.

“Polisi dan sebagian besar tatanan ekonomi dan politik Toronto berupaya menggunakan insiden (kekerasan) untuk mengubah seluruh wacana selama seminggu berlangsungnya G20.”

(Sumber: Toronto Media Co-op/Socialist Project)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut