Protes Anti-AS Menyebar Di Negara-Negara Islam

Protes terhadap “Innocence of Muslims”, film parodi yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW, terus menyeruak di Negara-negara Islam. Film berdurasi 20 menit itu telah memicu sentiment Anti-AS di mana-mana.

Protes pertama meletus di Benghazi, Libya. Aksi protes yang diwarnai serangan granat, roket, bahkan pembakaran tersebut, menewaskan kepala perwakilan Amerika Serikat di sana, John Christopher Stevens.

Protes yang berujung kerusuhan juga meletus di Kairo, Mesir. Demonstran menyerbu kantor Kedutaan Besar AS di Kairo. Polisi pun berusaha membubarkan massa demonstran yang sudah terbakar amarah. Bentrokan diantara kedua belah pihak menyebabkan seorang demonstran tewas.

Dalam sepekan, protes anti-AS menyebar ke berbagai Negara islam di Afrika, Timur Tengah, dan Asia. Di Afghanistan, negeri yang sementara ini diduduki AS, demonstran berbaris di Kabul. Dikabarkan, mereka membakar mobil-mobil dinas, melempari pangkalan militer AS Camp Phoenix, dan membakar kontainer yang ditinggalkan di luar pangkalan tersebut.

Sementara itu, di Pakistan, dua orang demonstran tewas saat meletus kerusuhan anti-AS di Karachi, Peshawar dan Chaman.  Bahkan, karena intensitas protes yang makin menguat, Kedutaan AS di Islamabad sempat berhenti beroperasi.

Di Bangladesh, pemimpin oposisi dari Partai Nasionalis Bangladesh, Khaleda Zia, meminta AS agar melarang film anti-muslim. Di Ibukota Bangladesh, Dhaka, puluhan ribu demonstran menggelar protes sambil membakar bendera AS.

Aksi protes di Dhaka, Bangladesh, bertepatan dengan aksi mogok ratusan ribu pekerja yang menuntut pengurangan jam kerja dan perbaikan upah. Maklum, pekerja garmen di Bangladesh banyak yang bekerja 10-16 jam, dan mereka hanya mendapat upah sebesar $37 per bulan.

Aksi protes anti-AS juga meledak di kota yang banyak penduduk muslimnya di India, Srinagar. Puluhan ribu umat islam turun ke jalan dan membakar bendera AS. Mereka juga menuding Barack Obama sebagai teroris.

Di Timur tengah, protes terjadi di hampir semua Negara islam, seperti Yaman, Lebanon, Palestina, Iran, Yordanian, Syria, Irak, dan lain-lain. Di Lebanon, pemimpin kharismatik Hezboullah, Sheikh Hassan Nasrallah, menyerukan langsung digelarnya aksi protes dan mengeritik AS.

Terakhir, protes juga terjadi di depan Kedubes AS di Jakarta, Indonesia. Ratusan demonstran dari Forum Umat Islam (FUI) terlibat bentrokan dengan aparat. Sejumlah demonstran dan anggota kepolisian mengalami luka-luka.

Sementara itu, menanggapi aksi protes ini, beberapa media di AS menuding aksi protes ini dibakar oleh sentimen agama, tradisionalisme, yang reaksioner dan mementingkan diri sendiri.

Namun, beberapa pengamat mengatakan, pembuatan film “Innocence of Muslim” telah menghilangkan sensitivitas dan toleransi antar umat beragama. Sekalipun berlindung di balik panji-panji “Hak Azasi Manusia”, tapi tak sepatutnya menjadikan mental “ugal-ugalan” untuk menghina keyakinan orang lain.

Dalam banyak kasus, Obama juga banyak “diserang” terkait kasus ini. Ia dianggap tidak konsisten dengan janjinya untuk membina hubungan baru dengan dunia islam. Banyak yang mengecam sikap Obama yang melanjutkan pendudukan paksa di Afghanistan dan Irak.

AS juga terlibat dalam penyingkiran rezim-rezim anti-AS di Afrika dan Timur Tengah. Lihatlah bagaimana AS bekerjasama dengan Al-Qaeda untuk menyingkirkan rezim Khadafi di Libya. Sekarang AS kembali bekerjasama dengan kelompok teroris untuk menjatuhkan rezim Bashar al-Assad di Suriah.

Ironisnya, AS justru menyokong rezim-rezim diktator yang membantai gerakan pro-demokrasi di Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan lain-lain. Hanya karena rezim di Negara-negara tersebut merupakan sekutu loyal Imperialisme AS.

Lagi-lagi, bendera “Hak Azasi Manusia dan Demokrasi” ala AS tak bisa menutupi kedok imperialistisnya. Dan imperialisme memang selalu menghalalkan segala cara untuk memuaskan nafsu primitifnya: menguasai sumber daya bangsa-bangsa lain.

Raymond Samuel 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • norristirayoh

    teroris tertawa..