Presiden Uruguay Kembali Sumbangkan Gajinya Untuk Program Sosial

Presiden Uruguay yang sangat terkenal kesederhanannya ke seantero dunia, Jose ‘Pepe’ Mujica, kembali membuat keputusan membanggakan. Ia menyumbangkan gajinya selama 5 tahun sebagai Presiden, yakni 550.000 USD, untuk mendanai program sosial-kerakyatan.

Padahal, setiap bulannya, Presiden berhaluan kiri-marxis ini sudah menyumbangkan 90% dari gajinya. Praktis, sejak ditunjuk sebagai Presiden Uruguay tahun 2010 lalu hingga sekarang, Mujica nyaris tidak menikmati gajinya.

Menurut Mujica, sebanyak 400.000 USD dari gaji yang disumbangkan itu akan dipakai untuk mendanai program perumahan rakyat dan membantu keluarga rentan di negerinya. Kemudian, sisanya disumbangkan untuk partainya, Frente Amplio (FA).

Ia mengakui, sumbangan yang diberikannya tidak akan mengubah dunia. Namun, bagi Mujica, sumbangan itu merupakan bentuk komitmen dirinya terhadap rakyat.

“Anda dapat berbicara tentang segala hal yang anda inginkan, tetapi dengan menaruh uang di mulut anda,” kata Mujica saat berbicara di acara rutinnya di Radio M24, Jumat (9/1/2015).

Dalam acara tersebut, Mujica juga berbicara tentang pentingnya redistribusi kekayaan dan solidaritas sosial dalam mengurangi ketimpangan ekonomi di negerinya.

Dalam sebuah wawancara dengan The Economist, Mujica berujar, “aku percaya bahwa kaum kaya harus membayar untuk penghapusan kemiskinan di dunia.”

Sementara, dalam sebuah bincang-bincang dengan Telesur pada bulan Oktober lalu, Mujica mengatakan, “mereka yang terlalu mencintai uang harus ditendang keluar dari politik.”

“Ketika saya berjalan dalam terang dengan koper saya, tidak ada yang merampok saya dan kebebasan saya,” katanya kepada Telesur.

Kenaikan Upah Minium Pekerja

Yang menarik, selain mengumumkan telah menyumbangkan gajinya sebagai Presiden untuk program sosial, Presiden Mujica juga memanfaatkan sisa waktu kekuasaannya untuk menaikan upah minimum pekerja.

Dalam websiste pemerintah disebutkan, mulai Januari ini kaum pekerja Uruguay akan menikmati kenaikan upah minimum sebesar 13,1% sebagai bagian dari agenda reformasi sosial pemerintah.

Kenaikan upah itu menyebabkan upah minimum pekerja Uruguay naik dari 8.960 peson menjadi 10.000 peso, atau setara dengan 363.50 USD menjadi 405.20 USD. Pada tahun 2012, upah mimimum pekerja hanya 7.200 peso.

Sederhana dan Progressif

Mujica terpilih sebagai Presiden pada tahun 2009 lalu. Ia memenangkan pemilu dengan suara 52%. Mujica, yang mantan anggota gerilyawan marxis, Tupamaros, memenangi pemilu melalui partai elektoral: Frente Amplio (FA).

FA mulai berkuasa di Uruguay di tahun 2005. Saat itu, melalui Tabare Va’squez, FA menjanlan sejumlah reformasi sosial, ekonomi, dan politik secara radikal. Partai yang berdiri tahun 1971 ini mempromosikan penghapusan kemiskinan, perbaikan layanan publik (pendidikan dan kesehatan, dan demokrasi partisipatif.

FA meraih suskes besar. Alhasil, mereka berhasil melanjutkan kekuasaan dengan memenangi Pilpres di tahun 2009 melalui Jose Mujica. Begitu berkuasa, Mujica termasyhur ke seantero dunia karena keputusannya menyumbangkan 90% gajinya untuk pembangunan negerinya.

Tak hanya itu, kesederhanaan Mujica menjadi lirikan media mainstream dan banyak orang. Berbeda dengan kebanyakan Presiden di dunia yang tinggal mewah di Istana, Mujica memilih tetap tinggal di rumah sederhananya di tengah-tengah lahan pertanian.

Tak ada penjagaan ketat di rumah itu. Tidak ada protokoler. Tidak ada pasukan pengawal Presiden. Yang ada: dua orang petugas polisi dan seekor anjing berkaki tiga. Untuk ke kantor, Mujica tidak menggunakan mobil mewah plus iring-iringan pasukan pengawal, melainkan hanya menumpang mobil tua jenis Volkswagen Beetlekeluaran 1987.

Namun, bagi Mujica, memilih hidup sederhana bukanlah semata tuntutan politik, melainkan filosopi hidupnya. Sebagai seorang marxis, Mujica sadar, kapitalisme-lah yang mendorong manusia hidup serakah dan menghamba pada konsumerisme.

Selain kesederhanannya, Mujica juga terkenal karena kebijakannya yang terbilang progressif-radikal, seperti melegalkan ganja, mengakui perkawinan sejenis, dan melegalkan aborsi. Di bidang ekonomi, ia menggenjot berbagai program sosial dan redistribusi ekonomi kepada kaum yang terpinggirkan.

Tahun ini, masa jabatan Mujica sebagai Presiden berakhir. Dan, karena konstitusi Uruguay membatasi masa jabatan Presiden hanya sekali, maka Mujica tidak maju lagi sebagai Capres.

Namun, jangan kuatir, dalam Pilpres November lalu, Frente Amplio berhasil menang dan menempatkan kadernya, Tabare Va’squez, seorang dokter progressif, sebagai penerus Mujica.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut