Hugo Chavez Kembali Menjalani Operasi Kanker

chavez-musik

Presiden Venezuela Hugo Chavez mengumumkan pada Sabtu (8/12) malam, bahwa dirinya akan kembali berobat ke Kuba untuk menjalani operasi pengangkat sel-sel kanker yang baru.

Dia juga berpesan, selama dirinya menjalani pengobatan di Kuba, posisinya digantikan sementara oleh Nicholas Maduro. “Operasi ini benar-benar diperlukan…untuk beberapa hari. Sebetulnya dokter Kuba sudah mengatakan hal ini kemarin,” katanya.

Chavez mengaku, dirinya dihubungi oleh dokter Kuba, bahwa daerah yang sebelumnya sudah terkena akan dioperasi lagi. Ada sel-sel kanker ganas yang kembali muncul.

Chavez sendiri baru pulang dari pengobatan serupa pada hari Jumat (7/12) lalu. Begitu tiba di bandara Simon Bolivar, Caracas, Chavez langsung menabuh genderang perang untuk pemilihan Gebernur dan Legislatif pada 16 Desember mendatang.

Namun, sebuah perkembangan baru tentang penyakitnya harus memaksanya kembali ke Kuba. Chavez mengatakan, selalu ada resiko dalam sebuah perjuangan hidup. Ia menyampaikan, kalau sesuatu terjadi terhadap dirinya, sehingga dirinya tidak bisa bertugas, maka posisinya akan diganti oleh Nicholas Maduro.

Menurut konstitusi Venezuela, pada pasal 234, ketika Presiden absen untuk sementara, maka posisinya digantikan oleh Wakil Presiden. Jangka waktunya hingga 90 hari. Namun, jika sesuatu yang serius memaksa Presiden meninggalkan jabatannya, maka sebuah pemilu harus dilaksanakan.

Chavez sendiri mengingatkan, revolusi tidak bisa bergantung pada satu orang. Ia menegaskan, kalau sesuatu yang terburuk terjadi pada dirinya, ia meminta rakyat untuk memilih Nicholas Maduro sebagai Presiden konstitusional.

Menghadapi kondisi kesehatan Chavez yang memburuk, pihak oposisi Venezuela bersuka-cita. Mereka merayakannya sebagai sesuatu yang akan menandai berakhirnya revolusi Bolivarian.

Namun, seorang aktivis mengatakan kepada Venezuela Analysis, bahwa Chavez bukanlah seorang personal, melainkan sebagai sebuah gerakan, sebuah ide, dan ada jutaan orang yang siap memperjuangkannya.

Raymond Samuel 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut