Presiden Baru Kolombia Bersedia Perbaiki Hubungan Diplomatik Dengan Venezuela dan Ekuador

Presidan Kolombia yang baru, Juan Manuel Santos, pada hari Sabtu menyatakan kesediaannya untuk memulihkan hubungan dengan dua negara tetangganya, Ekuador dan Venezuela, dan kedua negara itu juga menyatakan kesediaan mereka untuk memulihkan hubungan dengan Kolombia.

Dalam pidato pengukuhannya di Bogota, Santos mengatakan bahwa salah satu prioritasnya adalah untuk memulihkan hubungan bilateral dengan Venezuela dan Ekuador.

“Salah satu tujuan utama saya sebagai Presiden, akan memulihkan hubungan dengan Venezuela dan Ekuador, untuk mengembalikan kepercayaan dan politik diplomasi yang bijak,” kata Santos.

Ekuador memutuskan hubungan dengan Kolombia bulan Maret 2008, setelah pasukan Kolombia menyerang sebuah kamp gerilyawan di Ekuador. Quito menuduh Kolombia melanggar kedaulatan teritorialnya.

Venezuela memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia bulan lalu, setelah pemerintah Alvaro Uribe menuduh Venezuela menjadi tuan rumah para pemimpin gerilyawan Kolombia di wilayahnya.

“Ketika saya berbicara tentang hubungan Kolombia dengan negara tetangganya, atau segala bangsa di dunia ini, tidak ada kata perang dalam kamus saya,” ujar Santos.

Tidak lama setelah Santos disumpah, Presiden Venezuela Hugo Chavez menyatakan kesediaannya untuk memulihkan hubungan dengan Kolombia.

“Aku siap untuk membalik halaman dan melihat ke masa depan dengan harapan,” kata Chavez dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi negara.

Chavez mengatakan dalam sebuah rally di barat Venezula, bahwa ia ingin bertemu secara tatap muka dengan Santos untuk membicarakan krisis diplomatik antara kedua negara tetangga.

Namun, Chavez memperingatkan bahwa tidak ada jalan rekonsiliasi jika Presiden Santos kembali mengulang tudingan terhadap Venezuela.

Sementara itu, Ekuador juga sedang mencari jalan untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Kolombia.

“Saya pikir bahwa semuanya akan berjalan lancar bagi pemulihan penuh hubungan diplomatik,” kata Rafael Correa di Bogota setelah bertemu dengan Presiden Santos.

Santos merupakan orang yang memerintahkan penyerangan di perbatasan Ekuador pada Maret 2008 itu. Saat itu, Santos menjabat sebagai menteri pertahanan. Namun, Correa mengatakan, Santos dapat berkunjung ke negerinya tanpa rasa khawatir akan ada penyerangan.

“Saya berharap dia segera melakukannya,” kata Correa saat menghadiri upacara pelantikan Santos.

Dia mengatakan, pemerintah baru Kolombia telah mengirimkan informasi ke Ekuador dari komputer seorang pemimpin pemberontak, yang meninggal dalam pemboman di tahun 2008.

“Sebuah komputer dari salah satu dari mereka telah diberikan kepada kami dan mereka akan memberi kita informasi mengenai pemboman di hari-hari berikutnya,” kata Correa.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut