PRD Sultra Peringati Hari Agraria Nasional

Puluhan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulawesi Tenggara menggelar aksi massa memperingati Hari Agraria Nasional di kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra, Selasa (24/9/2013).

Aksi massa PRD Sultra ini dimulai dari lapangan eks MTQ Kendari, sekitar pukul 10.00 WITA, lalu berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer menuju kantor ESDM. Teriakan ‘Laksakan Pasal 33 UUD 1945’ pun bergema di sepanjang jalan.

Koordinator aksi Basri mengatakan, ketidakbecusan pemerintah mengelola sumber daya alam (SDA) sesuai amanat konstitusi telah membuat rakyat banyak, termasuk kaum tani, tersingkir dari sumber-sumber penghidupan.

Menurut Basri, pengelolaan SDA sekarang ini sangat berorientasi bisnis dan hanya menguntungkan pemilik modal. Ironisnya, kata dia, proses tersebut dilegitimasi dengan lahirnya sejumlah Undang-Undang berbau neoliberal, seperti UU migas, UU minerba, UU kehutanan, dan UU penanaman modal asing.

Menjelang siang, sekitar pukul 11.00 WITA, massa aksi PRD tiba di kantor ESDM. Setelah melakukan orasi beberapa saat, mereka diterima berdialog dengan pihak dinas ESDM Sultra.

Dalam dialog tersebut, PRD Sultra mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain, nasionalisasi perusahaan tambang asing, penghapusan semua UU yang berbau neoliberal, dan pengelolaan SDA dengan mengacu pada UUPA 1960 dan pasal 33 UUD 1945.

Menanggapi tuntutan itu, pihak Dinas ESDM Sultra menyatakan berkomitmen melaksanakan amanat pasal 33 UUD 1945. Namun, ia mengaku, sebagai dinas di tingkat daerah, pihaknya dibatasi oleh aturan dan regulasi dari pusat.

Usai menggelar aksi di dinas ESDM Sultra, massa aksi PRD melanjutkan aksinya ke Dinas Tenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Dinakertrans) untuk mengadukan perampasan hak seorang pekerja bernama Masjono di PT. Damai Jaya Lestari (DJL) di kabupaten Konawe Utara.

Wiwin Irawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut