PRD Sultra Kecam Penangkapan Aktivis Agraria Dan Penembakan Petani Di Konawe Kepulauan

polisi1

Pada hari Minggu (3/5) dini hari, 30-an anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Sultra berusaha menangkap paksa tiga orang aktivis agraria, yaitu Muamar, Hasrudin dan Ardiansah, di Kelurahan Polara, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Penangkapan itu terkait dengan insiden pembakaran kompleks pabrik serta peralatan PT Derawan Berjaya Mining (DBM), Minggu (8/3/2015). Muamar dan kawan-kawannya dituding sebagai otak dibalik aksi pembakaran tersebut.

Pada saat kejadian, polisi bertindak represif. Tidak hanya memukuli sejumlah warga secara membabi-buta, polisi juga melepaskan tembakan yang melukai dua orang warga Polara, yakni Malinta dan Adam.

Atas kejadian tersebut, Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW PRD) Sulawesi Tenggara melayangkan peryataan politik berisi kecaman keras.

“Satu rumah warga dikepung oleh 30-an anggota Brimob tak ubahnya aksi penyergapan teroris. Polisi bertindak membabi-buta,” ungkap Ketua KPW PRD Kendari, Badaruddin, dalam siaran persnya, Senin (4/5/2015).

Saking membabi-butanya, lanjut dia, polisi salah menangkap orang. Polisi menangkap seorang pemuda bernama Hasruddin (25). Faktanya, pada saat kejadian pembakaran tersebut, Hasruddin sedang berada di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, untuk mencari pekerjaan.

“Saya sama sekali tidak tahu kejadian aksi pada tanggal 8 Maret 2015 lalu, karena pada saat itu saya berada di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, untuk mendaftar sebagai pekerja di PT. Nawakara,” demikian pengakuan Hasruddin kepada aktivis PRD yang mengunjunginya di Polres Kendari.

Lebih lanjut, Badaruddin menilai, terkait penangkapan aktivis agraria dan penembakan warga tersebut, pihak kepolisian telah menempatkan diri sebagai pengabdi kepentingan perusahaan.

“Ini kan latar-belakang kasusnya konflik pertambangan. Warga mengaku dirugikan oleh perusahaan tambang tersebut (PT. Derawan Berjaya Mining, red),” ujarnya.

Dalam siaran persnya, PRD Sultra menuntut pencopotan Kapolda Sultra Brigjen Pol Arkian Lubis dan Kapolres Kendari  AKBP Ilham Saparona Hasibuan SIK.

Selain itu, PRD Sultra juga menuntut pembebasan aktivis agraria yang juga kader PRD, Muamar, yang saat ini masih mendekam di sel penjara Mapolres Kendari.

Baca juga ini: Lagi, Polisi Tangkap Aktivis Agraria Dan Tembak Petani

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut