PRD Sulteng Mengecam Intimidasi Terhadap Jurnalis Di Toli-Toli

Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulawesi Tengah mengecam keras beredaranya Short Message Service (SMS) berisi ancaman kepada sejumlah jurnalis di Toli-Toli, Sulawesi Tengah.

Menurut Ketua PRD Sulteng, Adi Priyanto, SMS berisi ancaman itu ditebar terkait pemberitaan mengenai pemerasan yang dilakukan oleh putra Bupati Toli-Toli terhadap seorang pengusaha bernama Hendrik Pangalila.

“Saya kira, ancaman berupa pembunuhan itu merupakan ancaman terhadap kemerdekaan pers. Di sini, kekuasaan politik yang terganggu oleh tulisan kritis para jurnalis mencoba menebar teror,” kata Adi Priyanto.

Adi yakin, pelaku penyebar SMS itu tidak jauh dari lingkungan keluarga Bupati, yang memang dikenal klan darah biru di Toli-Toli. “Inilah bahayanya ketika klan keluarga telah menjadi klan politik. Dinasti keluarga ini telah memasung kehidupan demokrasi di Toli-Toli,” ujarnya.

Adi Priyanto mengeritik lambannya langkah kepolisian untuk memberikan perlindungan kepada jurnalis dalam menjalankan aktivitasnya. Adi juga menyesalkan sikap abai kepolisian memberikan perlindungan kepada korban pemerasan.

“Polisi terkesan melakukan pembiaran ketika alat bukti pemerasan dirampas dari tangan korban,” tutunya.

Namun, Adi menilai, testimoni pengusaha korban pemerasan, yakni Hendrik Pangalila, kepada wartawan justru bisa menjadi alat bukti untuk mengusut kasus pemerasan tersebut.

Muhamad Ikbal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut