PRD Siap Bertarung Di Pemilu 2019

Partai Rakyat Demokratik (PRD) menyatakan siap bertarung dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Tidak hanya itu, partai yang didirikan sejak 1996 ingin mengobati kerinduan rakyat Indonesia akan lahirnya kekuatan politik alternatif.

“Momentumnya (untuk maju dalam pemilu) sangat tepat. Karena masyarakat kita sedang kecewa dengan partai politik dan pemerintahan yang ada saat ini,” demikian disampaikan Ketua Umum PRD Agus Jabo Priyono, pada pembukaan Kongres PRD ke 8, di Jakarta, Selasa (24/3).

Menurut Agus Jabo, ditengah kondisi bangsa yang kapitalistik ini, uang menjadi satu alat yang sangat penting untuk satu partai maju dalam politik elektoral. Dengan kekuatan uang itu, parpol akan lebih mudah membangun partainya, baik itu melalui media massa maupun lembaga survey.

“Tapi, kami punya langkah sendiri, dengan cara menempatkan rakyat sebagai subjek politik. PRD akan megajak rakyat, mendidik rakyat, membuat organaniasi-organisasi rakyat, termasuk juga menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat. Dengan itu, rakyat akan tahu partai mana yang benar-benar berjuang untuk rakyat. Partai mana yang harus didukung,” jelasnya.

Selain itu, kata Agus Jabo, hasil mayoritas lembaga suvey mencatat 80 persen pemilih Indonesia dikategorikan sebagai floating mass (massa mengambang). Hanya 20 persen yang menjadi afiliator kepada partai. Kondisi objektif ini juga akan dimaksimalkan oleh PRD untuk masuk ke medan politik elektoral.

“Peluang PRD sangat besar. Masih ada waktu, 5 tahun lagi,” imbuhnya.

Strategi lainnya, menurut Agus Jabo, PRD akan konsisten untuk mengkampanyekan Trisakti kepada rakyat Indonesia. Selain juga memprogandakan pasal 33 UUD 1945 sebagai solusi atas kondisi bangsa yang semrawut seperti sekarang.

Terkait Trisakti ini, Agus Jabo menuntut konsistensi pemerintahan Jokowi – JK pada saat masa kampanye pilpres lalu agar segera direalisasikan.

“Kalau kebijakannya (Jokowi-JK) on the track (sesuai jalur), akan kita akan dukung. Tapi kalau tidak, kita akan menjadi oposisi yang berada didepan barisan rakyat,” tegasnya.

Agus Jabo menegaskan, sejak awal PRD memang didirikan untuk merebut kekuasaan politik. PRD juga didirikan agar bisa berkuasa. Tapi, jelasnya, kekuasaan yang dimaksud PRD adalah penggunaan semua instrumen dan sumber daya negara untuk kemakmuran rakyat.

“Bukan untuk golongan dan orang per orangan. Kepentingan umum harus diletakkan di atas kepentingan pribadi, serta kewajiban terhadap bangsa dan negaralah yang harus diutamakan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menegaskan PRD bukanlah partai yang anti asing, sebagai konsekuensi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi PRD adalah partai yang anti terhadap kekuatan asing yang menempatkan Indonesia sebagai sasaran jarahan dan penjajahan.

Menurutnya, perjuangan serupa juga tengah berjalan di negara-negara lain. Misalnya, perjuangan bangsa Amerika Latin, yang juga menolak dominasi modal asing.

“Oleh karena itu, kepada bangsa-bangsa yang sedang berjuang itu, kita sampaikan salam persaudaraan, bahwa kita memiliki cita-cita yang sama, ingin hidup setara, bersanding dengan bangsa manapun atas dasar keadilan, kemanusiaan, serta perdamaian,” katanya.

Tedi CHO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut