PRD Resmi Berdiri Di Ngawi

SETELAH melalui beberapa bulan persiapan, akhirnya struktur Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kabupaten Ngawi resmi dibentuk. Proses pembentukan struktur dilakukan melalui konferensi kota pada ahad kemarin (10/4).

Sekretaris PRD Jatim, Hendraven Saragih, tampak hadir di tengah-tengah konferensi. Ia mempresentasikan dan menjelaskan keputusan kongres PRD dan hasil Presidium Nasional (Presnas) ke-II.

Menurut Hendraven, salah satu perubahan penting dalam konsepsi organisasi PRD adalah soal partai terbuka. “Sudah saatnya PRD hadir dan bekerja di tengah massa. Dengan bentuk partai terbuka, maka PRD akan memulai kerja terbuka di kalangan massa.”

Ia juga menjelaskan soal perubahan azas PRD saat kongres, yaitu dari sosial-demokrasi kerakyatan menjadi Pancasila. Perubahan azas ke Pancasila ini, menurut Hendraven, merupakan hasil diskusi panjang di kongres.

“Pancasila itu dapat diperas menjadi tiga, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Sosio-nasionalisme, dan Sosio-demokrasi. Dan, hal itu sangat sejalan dengan cita-cita perjuangan PRD,” kata Hendraven.

Program Kerja Mendesak

Kedepan, sesuai keputusan konferensi kota ini, PRD akan memperkenalkan diri kepada massa dengan terlibat langsung dalam perjuangan rakyat.

“Kami akan mengadvokasi berbagai persoalan yang dihadapi kaum tani dan rakyat miskin di sini,” kata Teguh, yang dipilih oleh konferensi sebagai ketua Komite Pimpinan Kota PRD Kabupaten Ngawi.

Selain itu, PRD juga akan merespon persoalan korupsi dan mahalnya biaya kesehatan untuk rakyat.

Selain merespon isu-isu politik dan persoalan rakyat, PRD juga memprogramkan akan menggelar pendidikan politik secara terbuka dan massal kepada rakyat. “Kami akan mengenalkan fikiran-fikiran Bung Karno kepada rakyat,” ujar Teguh.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: