PRD Kudus Bersolidaritas Untuk Petani Dan Kaum Punk Di Aceh

Puluhan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Komunitas Punk di kota Kudus, Jawa Tengah, Rabu (21/12/2011) menggelar aksi solidaritas untuk aksi pendudukan petani di depan gedung DPR Jakarta dan kekerasan terhadap kaum punk di Aceh.

Dalam aksi yang digelar di depan kantor Bupati Kudus itu, massa menganggap pembubaran konser musik punk di Aceh sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak azasi manusia.

“Ini sudah sangat jauh melanggar hak hidup dan hak ber-kreasi mereka,” ujar Kholid Mawardi, aktivis dari PRD Kudus.

Terkait aksi pendudukan petani di depan gedung DPR, Kholid menganggap pemerintah dan DPR tidak punya empati dan keberpihakan kepada petani. “Para petani itu sudah kehilangan harapan dengan pemerintah setempat. Sayangnya, ketika menggelar aksi di Jakarta pun, mereka seakan diabaikan,” ujarnya.

Kholid menganggap pemerintah dan DPR lebih memihak kepada kepentingan pemilik modal ketimbang kepentingan rakyat. Bahkan, seperti kasus Mesuji di Lampung, aparat negara malah dipakai perusahaan untuk menindas rakyat sendiri.

Dalam aksinya, PRD menyerukan agar penyelenggara negara kembali kepada Pancasila dan UUD 1945. “Inilah warisan founding father kita. Mestinya kita berpedoman kepada Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan berbangsa saat ini,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, PRD mengajak seluruh bangsa Indonesia memperjuangkan penegakan pasal 33 UUD 1945. Pasalnya, bagi PRD, pasal tersebut punya kandungan filosofi anti-kolonialisme dan anti-kapitalisme, dan sangat cocok untuk mengobati kemunduran bangsa ini akibat neoliberalisme.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut