PRD Kota Kefamenanu Gelar Pendidikan Politik

Partai tanpa gagasan sama dengan manusia tak bernyawa. Kata-kata Bung Karno itu sangat mempengaruhi sepak-terjang Partai Rakyat Demokratik (PRD) dalam proses pembangunan partainya.

Karena itu, PRD itu mengintensifkan pendidikan secara terorganisir dan regular. Seperti yang dilakukan oleh pengurus PRD di kota Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur, yang menggelar pendidikan politik terbuka.

Sedikitnya 50-an pemuda mengikuti pendidikan politik ini. Ketua Panitia, Dedy Sae, bilang, pendidikan politik ini akan menjadi ajang untuk mengorganisasikan gagasan dan teori-teori perjuangan di kalangan pemuda Kefamenanu.

“Pemuda musti faham tugas sejarahnya sebagai pelopor perubahan. Dan dalam perjuangan anti-imperialisme saat ini, peranan pemuda tentu sangat diperlukan sebagai pembawa obor perubahan,” katanya.

Sejumlah materi akan diturunkan dalam pendidikan, diantaranya, soal kepartaian dan sejarah PRD, manifesto PRD, Pancasila, Dasar-dasar Marhaenisme, Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi, dan AD/ART PRD.

Koordinator Deputi Kajian dan Bacaan KPW PRD NTT, Josef Asafa, SH, yang sekaligus bertindak sebagai pemateri dalam pendidikan ini, menjelaskan bahwa pendidikan politik ini akan menjadi sarana untuk mendidik pemuda dan massa rakyat agar mereka mengenal seluk-beluk perjuangan dan tujuannya.

“PRD ini membentuk kader massa aksi, yaitu kader yang faham mengapa ia berjuang, bagaimana ia berjuang, dan kemana muara perjuangannya itu akan berhilir,” tegas Yosef.

Acara pembukaan pendidikan politik ini juga dihadiri oleh pengurus partai lain dan perwakilan sejumlah organisasi pergerakan di kota Kefamenanu.

Okto Un (Anggota PRD Kefamenanu)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut