PRD Kendari Bersolidaritas Untuk Suku Anak Dalam

Seratusan massa aksi dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) kota Kendari menggelar aksi massa di Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (28/11/2012). Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan Suku Anak Dalam (SAD) 113 di Jambi.

Massa aksi memulai aksinya di Plataran MTQ Kendari sejak pagi. Lalu, menjelang siang, massa aksi mulai bergerak ke kantor Dishut Sultra. “Kami mendukung perjuangan masyarakat adat SAD 113 di Jambi. Bagi kami, masyarakat SAD 113 adalah korban keji dari privatisasi hutan,” teriak koordinator aksi, La Toni.

Dengan mengusung sejumlah poster, diantaranya poster bergambar tokoh revolusioner Che Guevara dan Bung Karno, massa aksi PRD tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel “Tegakkan Pasal 33 UUD 1945!”

Ketua PRD Kendari Usman mengatakan, tata-kelola hutan Indonesia sekarang ini sangat menyingkirkan rakyat, termasuk masyarakat adat. Akibatnya, sekalipun Indonesia kaya raya dengan hutan, tapi tidak ada kontribusinya bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

“SAD 113 itu adalah korban dari tata-kelola hutan yang pro-kapitalis. Seharusnya, jika pemerintah patuh pada konstitusi, maka SAD 113 harus dijamin haknya atas hutan dan tanah adat di Jambi,” tegasnya.

Usman juga mengecam statemen Menhut RI Zulkifli Hasan yang menuding STN dan PRD sebagai perambah hutan di Jambi. “Bagi kami, statemen itu tak lebih dari sebuah fitnah murahan. Orang banyak juga tahu, Menhut Zulkifli Hasan doyan mengobral ijin eksploitasi hutan kepada perusahaan besar,” tegasnya.

Akhirnya, seruan “Pecat Menhut Zulkifli Hasan!” berulang-kali bergema di depan kantor Dishut. Mereka menganggap Menhut Zulkifli Hasan sebagai perusak hutan Indonesia.

Tak lama kemudian, massa aksi PRD mengajak Kadishut Sultra untuk hearing. Namun, massa aksi kecewa karena Kadishut Sultra dianggap tidak memahami dan tidak sanggup menjelaskan makna pasal 33 UUD 1945.

Wiwin Irawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut