Prabu Siliwangi dan Mitos Maung Dalam Masyarakat Sunda

ilustrasi-prabu-siliwangi

Dalam khazanah kebudayaan masyarakat tatar Sunda, maung atau harimau merupakan simbol yang tidak asing lagi. Beberapa hal yang berkaitan dengan kebudayaan dan eksistensi masyarakat Sunda dikorelasikan dengan simbol maung, baik simbol verbal maupun non-verbal seperti nama daerah (Cimacan), simbol Komando Daerah Militer (Kodam) Siliwangi, hingga julukan bagi klub sepak bola kebanggaan warga kota Bandung (Persib) yang sering dijuluki Maung Bandung. Lantas, bagaimana asal-muasal melekatnya simbol maung pada masyarakat Sunda? Apa makna sesungguhnya dari simbol hewan karnivora tersebut?

Maung dan Legenda Siliwangi

Dunia keilmuan Antropologi mengenal teori sistem simbol yang diintrodusir oleh Clifford Geertz, seorang Antropolog Amerika. Dalam bukunya yang berjudul Tafsir Kebudayaan (1992), Geertz menguraikan makna dibalik sistem simbol yang ada pada suatu kebudayaan. Antropolog yang terkenal di tanah air melalui karyanya “Religion of Java” itu menyatakan bahwa sistem simbol merefleksikan kebudayaan tertentu. Jadi, bila ingin menginterpretasi sebuah kebudayaan maka dapat dilakukan dengan menafsirkan sistem simbolnya.

Sistem simbol sendiri merupakan salah satu dari tiga unsur pembentuk kebudayaan. Kedua unsur lainnya adalah sistem nilai dan sistem pengetahuan. Menurut Geertz, relasi dari ketiga sistem tersebut adalah sistem makna (System of Meaning) yang berfungsi menginterpretasikan simbol dan, pada akhirnya, dapat menangkap sistem nilai dan pengetahuan dalam suatu kebudayaan.

Simbol maung dalam masyarakat Sunda terkait erat dengan legenda menghilangnya (nga-hyang) Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran yang dipimpinnya pasca penyerbuan pasukan Islam Banten dan Cirebon yang juga dipimpin oleh keturunan Prabu Siliwangi. Konon, untuk menghindari pertumpahan darah dengan anak cucunya yang telah memeluk Islam, Prabu Siliwangi beserta para pengikutnya yang masih setia memilih untuk tapadrawa di hutan sebelum akhirnya nga-hyang. Berdasarkan kepercayaan yang hidup di sebagian masyarakat Sunda, sebelum Prabu Siliwangi nga-hyang bersama para pengikutnya, beliau meninggalkan pesan atau wangsit yang dikemudian hari dikenal sebagai “wangsit siliwangi”.

Salah satu bunyi wangsit yang populer di kalangan masyarakat Sunda adalah: “Lamun aing geus euweuh marengan sira, tuh deuleu tingkah polah maung[1]. Ada hal menarik berkaitan dengan kata-kata dalam wangsit tersebut: kata-kata itu termasuk kategori bahasa sunda yang kasar bila merujuk pada strata bahasa yang digunakan oleh masyarakat Sunda Priangan (Undak Usuk Basa). Mengapa seorang raja berucap dalam bahasa yang tergolong “kasar”? Bukti sejarah menunjukkan bahwa kemunculan undak usuk basa dalam masyarakat Sunda terjadi karena adanya hegemoni budaya dan politik Mataram yang memang kental nuansa feodal, dan itu baru terjadi pada abad 17—beberapa sekian abad pasca Prabu Siliwangi tiada atau nga-hyang. Namun tinjauan historis tersebut bukanlah bertujuan melegitimasi wangsit itu sebagai kenyataan sejarah. Bagaimanapun, masih banyak kalangan yang mempertanyakan validitas dari wangsit itu sebagai fakta sejarah, termasuk penulis sendiri.

Wangsit, yang bagi sebagian masyarakat Sunda itu sarat dengan filosofi kehidupan, menjadi semacam keyakinan bahwa Prabu Siliwangi telah bermetamorfosa menjadi maung (harimau) setelah tapadrawa (bertapa hingga akhir hidup) di hutan belantara. Yang menjadi pertanyaan besar: apakah memang pernyataan atau wangsit Siliwangi itu bermakna sebenarnya ataukah hanya kiasan? Realitasnya, hingga kini masih banyak masyarakat Sunda (bahkan juga yang non-Sunda) meyakini metamorfosa Prabu Siliwangi menjadi harimau. Selain itu, wangsit tersebut juga menjadi pedoman hidup bagi sebagian orang Sunda yang menganggap sifat-sifat maung seperti pemberani dan tegas, namun sangat menyayangi keluarga sebagai lelaku yang harus dijalani dalam kehidupan nyata.

Dari sini kita melihat terungkapnya sistem nilai dari simbol maung dalam masyarakat Sunda. Ternyata maung yang memiliki sifat-sifat seperti yang telah disebutkan sebelumnya menyimpan suatu tata nilai yang terdapat pada kebudayaan masyarakat Sunda, khususnya yang berkaitan dengan aspek perilaku (behaviour).

Kisah lain yang berkaitan dengan menjelmanya Prabu Siliwangi menjadi harimau adalah legenda hutan Sancang atau leuweung Sancang di Kabupaten Garut. Konon di hutan inilah Prabu Siliwangi beserta para loyalisnya menjelma menjadi harimau atau maung. Proses penjelmaannya pun terdapat dalam beragam versi. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ada yang mengatakan bahwa Prabu Siliwangi menjelma menjadi maung setelah menjalani tapadrawa. Tetapi ada pula sebagian masyarakat Sunda yang berkeyakinan bila Prabu Siliwangi dan para pengikutnya menjadi harimau karena keteguhan pendirian mereka untuk tidak memeluk agama Islam. Menurut kisah tersebut, Prabu Siliwangi menolak bujukan putranya yang telah menjadi Muslim, Kian Santang, untuk turut memeluk agama Islam. Keteguhan sikap itu yang mendorong penjelmaan Prabu Siliwangi dan para pengikutnya menjadi maung. Akhirnya, Prabu Siliwangi pun berubah menjadi harimau putih, sedangkan para pengikutnya menjelma menjadi harimau loreng.

Hingga kini kisah harimau putih sebagai penjelmaan Siliwangi itu masih dipercayai kebenarannya oleh masyarakat di sekitar hutan Sancang. Bahkan, kisah ini menjadi semacam kearifan lokal (local wisdom). Menurut masyarakat di sekitar hutan, bila ada pengunjung hutan  yang berperilaku buruk dan merusak kondisi ekologis hutan, maka ia akan “berhadapan” dengan harimau putih yang tak lain adalah Prabu Siliwangi. Tidak masuk akal memang, namun di sisi lain, hal demikian dapat dipandang sebagai sistem pengetahuan masyarakat yang berhubungan dengan ekologi. Masyarakat leuweung Sancang telah menyadari arti pentingnya keseimbangan ekosistem kehutanan, sehingga diperlukan instrumen pengendali perilaku manusia yang seringkali berhasrat merusak alam. Dan mitos harimau putih jelmaan Siliwangi lah yang menjadi instrumen kontrol sosial tersebut.

Namun, serangkaian kisah yang mendeskripsikan korelasi antara Prabu Siliwangi dengan mitos maung itu tetap saja menyisakan pertanyaan besar, apakah itu semua merupakan fakta sejarah? Siapa Prabu Siliwangi sebenarnya dan darimanakah mitos maung itu muncul pertama kali?

Kekeliruan Tafsir

Bila kita telusuri secara mendalam, niscaya tidak akan ditemukan bukti sejarah yang menghubungkan Prabu Siliwangi atau Kerajaan Pajajaran dengan simbol harimau. Adapun yang mengatakan bahwa harimau pernah menjadi simbol Pajajaran adalah salah satu tokoh Sunda sekaligus orang dekat Otto Iskandardinata (Pahlawan Nasional), Dadang Ibnu. Tetapi, lagi-lagi, tidak ada bukti sejarah Sunda yang dapat memperkuat hipotesa ini, baik itu Carita Parahyangan, Siksakanda Karesian, ataupun Wangsakerta. Bahkan mengenai lambang Kerajaan Pajajaran pun masih debatable, dikarenakan ada beragam versi lain yang mengemuka menyangkut lambang Pajajaran.[2]

Problem lain yang muncul berkaitan dengan kebenaran sejarah “maung Siliwangi” tersebut ialah rentang waktu yang cukup jauh antara masa ketika Prabu Siliwangi hidup dan memerintah dengan runtuhnya Kerajaan Pajajaran yang dalam mitos maung berakhir dengan penjelmaan Siliwangi dan para pengikut Pajajaran menjadi harimau di hutan Sancang. Penting untuk diketahui bahwa secara etimologis, Siliwangi, yang terdiri dari dua suku kata yaitu Silih (pengganti) dan Wangi, bermakna sebagai pengganti Prabu Wangi. Menurut para pujangga Sunda di masa lampau, Prabu Wangi merupakan julukan bagi Prabu Niskala Wastukancana yang berkuasa di Kerajaan Sunda-Galuh (ketika itu belum bernama Pajajaran) pada tahun 1371-1475. Lalu, nama Siliwangi yang berarti pengganti Prabu Wangi merupakan julukan bagi Prabu Jayadewata, cucu Prabu Wastukancana. Prabu Jayadewata yang berkuasa pada periode 1482-1521 dianggap mewarisi kebesaran Wastukancana oleh karena berhasil mempersatukan kembali Sunda-Galuh dalam satu naungan kerajaan Pajajaran.[3] Sebelum Prabu Jayadewata berkuasa, Kerajaan Sunda-Galuh sempat terpecah. Putra Wastukancana (sekaligus ayah Prabu Jayadewata), Prabu Dewa Niskala, hanya menjadi penguasa kerajaan Galuh.

Dipersatukannya kembali Sunda dan Galuh oleh Jayadewata, membuat beliau dipandang mewarisi kebesaran kakeknya, Prabu Wastukancana alias Prabu Wangi. Maka, para sastrawan atau pujangga Sunda ketika itu memberikan gelar Siliwangi bagi Prabu Jayadewata. Siliwangi memiliki arti pengganti atau pewaris Prabu Wangi. Jadi, raja Sunda Pajajaran yang dimaksud dalam sejarah sebagai Prabu Siliwangi adalah Prabu Jayadewata yang berkuasa dari tahun 1482-1521.

Lalu kapan sebenarnya Kerajaan Pajajaran runtuh? Apakah pada masa Prabu Jayadewata atau Siliwangi? Ternyata, sejarah mencatat ada lima raja lagi yang memerintah sepeninggal Prabu Jayadewata.[4] Berikut ini periodisasi penerintahan raja-raja Pajajaran pasca wafatnya Jayadewata alias Siliwangi :

1.)   Prabu Surawisesa (1521-1535)

2.)   Prabu Ratu Dewata (1535-1543)

3.)   Ratu Sakti (1543-1551)

4.)   Prabu Nilakendra (1551-1567)

5.)   Prabu Raga Mulya (1567-1579)

Pada masa pemerintahan Raga Mulya lah, tepatnya tahun 1579, Kerajaan Pajajaran mengalami kehancuran akibat serangan pasukan Kesultanan Banten yang dipimpin Maulana Yusuf.[5] Peristiwa tersebut tercatat dalam Pustaka Rajyarajya Bhumi Nusantara parwa III sarga I halaman 219, sebagai berikut :

Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa punjul siki ikang cakakala. (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka atau tanggal 8 Mei 1579 M).

Kemudian bagaimana nasib Prabu Mulya? Sumber yang sama menyatakan bahwa Prabu Raga Mulya beserta para pengikutnya yang setia tewas dalam pertempuran mempertahankan ibukota Pajajaran yang ketika itu telah berpindah ke Pulasari, kawasan Pandeglang sekarang. Fakta sejarah tersebut menunjukkan bahwa keruntuhan kerajaan Pajajaran terjadi pada tahun 1579 atau 58 tahun setelah Prabu Siliwangi wafat. Berarti Prabu Siliwangi tidak pernah mengalami keruntuhan Kerajaan yang telah dipersatukannya. Raja yang mengalami kehancuran Kerajaan Pajajaran adalah Prabu Raga Mulya yang merupakan keturunan kelima Prabu Siliwangi atau janggawareng[6] nya Prabu Siliwangi. Sementara Prabu Raga Mulya sendiri gugur dalam perang mempertahankan kedaulatan negerinya dari agresi Banten. Jadi, raja Pajajaran terakhir ini memang nga-hyang, namun bukan menjadi maung sebagaimana diyakini masyarakat Sunda selama ini melainkan gugur di medan tempur. Dari serangkaian bukti sejarah tersebut dapat disimpulkan bahwa mitos penjelmaan Prabu Siliwangi dan sisa-sisa prajurit Pajajaran menjadi harimau hanya sekedar mitos dan bukan fakta sejarah.

Bila bukan fakta sejarah, darimana sebenarnya mitos maung yang selalu melekat pada kisah Siliwangi dan Pajajaran itu berasal? Pertanyaan ini dapat menemukan titik terang bila meninjau laporan ekspedisi seorang peneliti Belanda, Scipio, kepada Gubernur Jenderal VOC, Joanes Camphuijs, mengenai jejak sejarah istana Kerajaan Pajajaran di kawasan Pakuan (daerah Batutulis Bogor sekarang). Laporan penelitian yang ditulis pada tanggal 23 Desember 1687 tersebut berbunyi “dat hetselve paleijs en specialijck de verheven zitplaets van den getal tijgers bewaakt ent bewaart wort”, yang artinya: bahwa istana tersebut terutama sekali tempat duduk yang ditinggikan untuk raja “Jawa” Pajajaran sekarang masih berkabut dan dijaga serta dirawat oleh sejumlah besar harimau. Bahkan kabarnya salah satu anggota tim ekspedisi Scipio pun menjadi korban terkaman harimau ketika sedang melakukan tugasnya.

Temuan lapangan ekspedisi Scipio itu mengindikasikan bahwa kawasan Pakuan yang ratusan tahun sebelumnya merupakan pusat kerajaan Pajajaran telah berubah menjadi sarang harimau. Hal inilah yang menimbulkan mitos-mitos bernuansa mistis di kalangan penduduk sekitar Pakuan mengenai hubungan antara keberadaan harimau dan hilangnya Kerajaan Pajajaran. Berbasiskan pada laporan Scipio ini, dapat disimpulkan bila mitos maung lahir karena adanya kekeliruan sebagian masyarakat dalam menafsirkan realitas.

Sesungguhnya, keberadaan harimau di pusat Kerajaan Pajajaran bukanlah hal yang aneh, mengingat kawasan tersebut sudah tidak berpenghuni pasca ditinggalkan sebagian besar penduduknya di penghujung masa kekuasaan Prabu Nilakendra—ratusan tahun sebelum tim Scipio melakukan ekspedisi penelitian.[7] Sepeninggal para penduduk dan petinggi kerajaan, wilayah Pakuan berangsur-angsur menjadi hutan. Bukanlah suatu hal yang aneh bila akhirnya banyak harimau bercokol di kawasan yang telah berubah rupa menjadi leuweung tersebut.

Kesimpulan

Mitos maung yang dilekatkan pada sejarah Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran pun sudah terpatahkan oleh serangkaian bukti dan catatan sejarah yang telah penulis uraikan. Memang sebagai sebuah sistem simbol, maung telah melekat pada kebudayaan masyarakat Sunda. Simbol dan mitos maung juga menyimpan filosofi serta berfungsi sebagai sistem pengetahuan masyarakat berkaitan dengan lingkungan alam. Hal demikian tentu harus kita apresiasi sebagai sebuah kearifan lokal masyarakat Sunda.

Namun sebagai sebuah fakta sejarah, identifikasi maung sebagai jelmaan Prabu Siliwangi dan pengikutnya merupakan kekeliruan dalam menafsirkan sejarah. Hal inilah yang perlu diluruskan agar generasi berikutnya, khususnya generasi baru etnis Sunda, tidak memiliki persepsi yang keliru dengan menganggap mitos maung Siliwangi sebagai realitas sejarah.

Kekeliruan mitos maung hanya salah satu dari sekian banyak ”pembengkokkan” sejarah di negeri ini yang perlu diluruskan. Hendaknya kita jangan takut menerima realitas sejarah yang mungkin berlawanan dengan keyakinan kita selama ini, karena sebuah bangsa yang tidak takut melihat kebenaran masa lalu dan berani memperbaikinya demi melangkah menuju masa depan akan menjelma menjadi bangsa yang memiliki kepribadian tangguh. Terima kasih.

Sampurasun..

HISKI DARMAYANA, Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumedang dan Alumni Antropologi FISIP Universitas Padjadjaran.

 


[1] Kisah mengenai wangsit ini telah menjadi semacam kisah yang sifatnya “tutur tinular” dari generasi ke generasi dalam masyarakat Sunda. Sehingga sulit dilacak dari mana sebenarnya cerita mengenai wangsit ini bermula.

[2] Sebagian kalangan berkeyakinan lambang Pajajaran adalah burung gagak (kini menjadi lambang salah satu perguruan silat di Jawa Barat, Tajimalela). Sementara ada pula yang berpendapat bahwa gajah adalah simbol Pajajaran yang sebenarnya.

[3] Nama Siliwangi sudah muncul di Kropak 630, semacam karya sastra Sunda berjenis pantun pada masa Prabu Jayadewata berkuasa. Seperti halnya nama Prabu Wangi, Siliwangi juga diciptakan oleh para pujangga Sunda sebagai julukan atau gelar bagi Prabu Jayadewata. Selain Siliwangi, Prabu Jayadewata juga mendapat gelar lain, yakni Sri Baduga Maharaja.

[4] Terdapat dalam  naskah Carita Parahyangan. Naskah ini mendokumentasikan kehidupan Kerajaan Sunda-Galuh hingga Pajajaran dari berbagai aspek, seperti politik dan ekonomi.

[5] Maulana Yusuf tiada lain adalah keturunan Prabu Siliwangi dengan Nyi Subanglarang.

[6] Janggawareng merupakan istilah  bagi keturunan kelima dalam sistem kekerabatan Sunda.

[7] Hal ini diceritakan dalam naskah Carita Parahyangan. Migrasi besar-besaran tersebut dilakukan untuk menghindari serangan Pasukan Banten yang sangat gencar. Sementara strategi pertahanan Prabu Nilakendra amat lemah  dan tidak mampu membendung agresi Banten.

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • keturunan ke delapan

    terimakasih, tulisannya jadi memperkaya pengetahuan saya tentang sejarah sunda…

  • yudi

    tulisan na tiasa nambihan kana wawasan tentang sajarah sunda. haturnuhun.

  • cahya coy

    Manawi kedah kamana mun pesen tos mangrupi buku na nya

  • bayu permana

    .,kapercayaan tetep moal tiasa dirobah,ceuk sajarah kitu nya tetep weh kami mah leuwih percaya kakolot baheula tibatan sajarah anu ku anjeun disampe keun
    .,tapi hatur nuhun lah……

  • cindy

    Artikel yang menyesatkan,dan menengglamkan sejarah…..saya setuju kata kang bayu permana

  • cindy

    artikel yang menyesatkan….mengatakan sejarah adalah mitos

  • Ki Demang

    Sayang sekali Mas Bro penulis tidak dikaruniai pandangan mata bathin, kalo mas bro bisa silahkan ajak ngobrol Prabu Siliwangi dimanapun anda berada… bentuk rupa nya Harimau lho Mas Bro wkwkwk… itu bukan mitos itu nyata !!! wkwkwk ….

  • Gung’s sundanesse Chalawasna

    Gimana caranya pingin PUNYA KARUHUN KIAN SANTANG ? ? ?

  • Sastrawadirja :D

    Aduh Kalian semua ini..
    Ada yang benar ada juga yang salah.. yang Penting jangan sombong dan harus rendah diri.. Semua juga punya ILMUNYA MASING MASING..

  • Fauzan akbar

    Sakti banget yaaa itu prabu Jayadewata selain sakti dia juga sangat tegas dan cerdas dan demi rakyat dia pun rela menjadi macan. Putih

  • prathama

    Memang betul prabu siliwangi bermetamorfosa menjadi harimau, karena cerita itu nyata. Aku pernah ke leuweung sancang pada waktu malem hari, dan tanpa sengaja mata batinku melihat sesosok harimau putih. Dan tanpa sengaja juga aku berbicara sebentar, teryata nama harimau itu adalah “prabu siliwangi” ini nyata.

  • prathama

    Emang ada gitu ajian keruhun kian santang ? Paling ada juga ajian macan siliwangi.

  • prathama

    Betul banget itu. Emang kamu pernah ngobrol sama prabu siliwangi gitu ?

  • hahaha eyang prabu bukannya ada di ciamis yach di panjalu ,,,,, hati2 yg punya mata batin kadang jin itu bisa menyamar menjadi siapa ajha yg udah meninggal tentu ajha akan berada di samping sang khaliq bukan jadi yg begituan di mohon di dengarkan -_-

  • heru

    Hm.. Cnah nama prabu siliwangi pernah d tulis ku sjarawan mongol. Aya nu pnah baca tulisana ?

  • dian rastafara

    kisah prabu siliwangi sangat bagun dan hormatilah

  • Alternatif Herbal

    Ha…aha.a… lucu gan…
    Ane mah lebih percaya orang Asli Pribumi yang tinggal Dari Berojuol bayi, Daripada Orang Amerika.. Do’i Tamu disini. Kalo mau fikir secara logika gini aja Masa iah tamu lebih tau keadaan rumah daripada pemiliknya ??? ah… mesti di bedain Jaman Sekarang sama jaman dulu, Kalo jaman sekarang berhubung orang”nya ahli maksiat jadi yang namanya berkah dan karomah akan jauh sama orang macam gini, Beda dgn orang dulu Liatsajah tuh Borobudur, Prambanan kalo bicara logika masa iah orang jaman duli bisa bikin bangunan kaya gitu emang dulu ada Semen Tiga Roda ? Ada Bor ? Ada Besi Buat COr. ? Ga ada kan., tapi borobudur bisa berdiri dengan gagahnya di atas tanah jawa. Begitu juga dengan legenda siliwangi.. tapi kalo tetep masih ga percaya.. suruh tuh si peneliti masuk keu hutan sancang coba berkemah disana satu malam.. kali aja dia ngerti. wkwkwkwkw…..

  • yg jelas kita ga bkln tau klo kita tdk prnah tau cerita dari seorang TNI ABRI lansung..ini kisah nyata,ketika alm.ayahku lg di medan perang..bhwa setiap anggota dan kluarga besar ABRI zaman dulu pasti prnah mngalami brtemunya dgn harimau yg jadi2an…kisah ini diceritakan ketika rombongan almarhum ayhku sedang camp di tengah hutan,tiba2 ada seekor harimau yg memerintahkan segera berkemas dan bersiap2 bhwa lawan lg menuju kesini…tdk lama kmudia trjadilah baku tembak,bukti dr baju almarhum ayahku yg bolong2 terkena senjata tetapi almarhum baik2 saja,tp sayang baju itu tlah di bakar krna alasan tidak mau mengingat kejadian itu lg,sahabat2 almarhum ayahku tlah gugur di medan perang..kata almarhum bhwa setiap prajurit meyakini adanya prabu siliwangi…secara logika mngkin ini agak mustahil tetapi secara batiniah bisa saja trjadi..

  • aku

    permasalahannya mas, kenapa sejarah kakeknya begitu jelas (gugur ketika berperang melawan gajah mada) sedangkan itu kan lebih dahulu di banding cucunya(siliwangi), ko mas masih tebak tebakan ngisahin prabu siliwangi

  • hilman

    hahaha…artikel yg cukup menghibur, kreatif klo mnurut saya tp ceritanya masih kurang tepat mas. maaf2 aja ya klo tersinggung, mnurut kitab swasit yg ane baca maung itu adalah wujud dari siluman yg ditaklukan prabu siliwangi kemudian diajak bersekutu saat akan menundukan kerajaan galuh lalu dipersatukan menjadi padjajaran

  • tri yusmono

    artikel yang sangat bagus harus di pertahankan karena itu kebudayaan asli indonesia dan gak da duanya di dunia

  • merinding ane baca’a gan…sumpah

  • deli

    sae lumayanlah artikel bermacam persi itu psti bynk cuma cba telaah lgi lebih teliti cari referensi lebih banyakk bru disimpulkan hidup Sejarahhh

  • koyz

    Ainkkkkk ti sunda,,, ceuk aink siliwangi lain saukur pepende budak sare,lain hiasan sajarah nu minuhan carita rakyat,,TAPI SiLiwangi asaL usuL urg SUNDA jeung tetep bakaL aya na DADA ! !

  • ianz

    artikelnya bagus banget,,,,,

  • Penelitian memang perlu dilakukan untuk mencari kebenaran tapi ingat ,kadang banyak hal tidak masuk logika kita!! yakin kebesaran gusti Allah

  • Heri Priyatmoko

    Di dunia tidak ada yg tidak mungkin, selama Alloh swt berkehendak.
    saya lebih percaya pada budaya sendiri, ketimbang budaya bikinan orang luar, apalagi datangnya dari Amerika.
    sejarah itu bagi masyarakat jawa, mitos bagi mereka yg lebih percaya dari “luar”

  • setau saya artikel itu kurang tepat dan ketibang baca artikel iru lebih merinding baca komentar kaliant yang komitment,,,,>.,,??
    saya selalu pengen tau tentang banyak hal,,,
    gimana yahh saya bisa berdialog secara gaibb dengan eyang prabu siliwangi,,.??

  • assalammuallaikum swdr2 qu ,,,kalian msh penasaran kah sm Eyang Prabu Siliwangi,,dri pda bedebat yyg nnti’a akan jd perselisihan lbh baik nya ,, ktmu aj sm Eyang Prabu,, Insya ALLAH sy dpt Menghadirkan Eyang Prabu Siliwangi,,

  • Rhegie Bhagaz Sama Aja

    Sampurasun ….???? punten akh bade ngiringan … nepangken abdi ti sumedang larang … ari mslah sejarah namah abdi oge teu pati teurang ,, tpi anu pakta dn nyata katinggal ku abdi mah … mahkota binokasih padjajaran anu di anggo ku eyang prabu siliwangi teh ayena aya di Sumedang … di musieum prabu geusan ulun … ngan saukur sakitu abdi mah teurang na .. punten akh kasadayana baraya bilih aya nu kasinggung abdi nyuhunken d.hapunten ,,, sanes abdi bade sok tau tpi pakta na emank kitu …

  • mistik dan ilmuwan sejarawan… smua orang mempunyai kaca mata yg berbeda. smoga bisa lebih gewasa dalam menilai

  • hatur nuhun kana caritaana ceuk tina ilmiahna nu nembe kapendak,,, kantun hiji deui nu rada kirang, nyaeta ceuk tina kabatinana (sok sanajan ceuk nu rasional mah d sebut tahayul cnah ge), ngarah nyimpulkeunana teu asal nebak,,,,,,

  • RENO

    KALAU ITU SEMUA BENAR COBA TERANGIN DIMANA MAKAN EYANG PRABU SILIWANGI

  • Purwa

    hubungan nya dengan harimau adalah, dimana saat prabu kiansantang (yaitu anak dari prabu siliwangi) sudah masuk islam, dan ingin meng-islamkan ayahnya (sanghyang prabu raja di raja siliwangi). Namun ayahnya menolak dan masuk islam dan lari ke arah timur, di perjalan dia dihadang sekelompok siluman harimau, terjadi pertarungan sengit yang akhirnya di menangkan oleh prabu siliwangi, pada saat itu, siluman harimau itu ingin mengabdikan diri dan berguru ilmu kepada prabu siliwangi, yang pada saat itu tenga di kejar oleh prabu kiansantang. menyadari bahwa prabu siliwangi masih di kejar kejar akhirnya prabu siliwangi lari ke talaga warna, dan pada saat itu harimau itu menjerit karena saat itu prabu siliwangi menghilang.

    disitu prabu kian santang mengira harimau itu adalah ayahnya (prabu siliwangi)

  • mas piw

    q asli rang ciamis, q faham betul siapa tu prabu sliwangi dan prabu borosngora, jd siliwangi adalah nama raja pajajaran, dan yang sya tau raja pajajaran ataupun raja galuh, ga punya rasa serakah, sehingga sewaktu da desakan dri putra dan cucunya, kanjeng prabu cm minta sama Tuhannya tuk menghilangkan sel kerajaanya, dan pd pengawal dan pegawe istana disuruh memilih, Murca taw meninggalkan kerajaan, ….sebagian punggawa yg meninggalkan kerajaan adalah masyarakat baduy di banten, cb penulis teliti dan tanyakan pada masya baduy dalam, di situ jelas dan terperinci…

  • nanda

    aduh…………………………..

    ni adalah kebanggaan org sunda dan hanya org sunda yg punya sejarah bgni…hanya kerjaan padjadjaran yg tak membekas di bumi,,tp sangat membekas di hati masing2 keturunan sunda yg meyakininya..
    thx

  • tika

    tau blog atau mungkin sumber yg lebih dipercaya ga gan? 😉 ane tertarik sama sejarah ini nih..hihihi

  • tika

    oh gt ternyata…sy baru tau kalau prabu kian santang mengira harimau itu prabu siliwangi 😉 asik dapat info baru…

  • Purwa

    nah karakterisitik orang sunda ga beda jauh dengan eyang prabu siliwangi
    rendah diri, tidak sombong,

  • Purwa

    coba liat di wiki, link nya http://su.wikipedia.org/wiki/Prabu_Siliwangi

    cuma banyak versi tentang sejarah leluhur kami, hanya satu yang pasti cuma legenda tangkuban parahu

    selain itu masih kami cari tau sejarah leluhur kesundaan (tanah air kami)

  • prama

    “Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. Tapi, ngan di waktu anu perelu. Ngaing bakal datang deui, nulungan nu barutuh, mantuan anu sarusah, tapi ngan nu hadé laku-lampahna. Mun ngaing datang moal kadeuleu; mun ngaing nyarita moal kadéngé. Mémang ngaing bakal datang. Tapi ngan ka nu rancagé haténa, ka nu weruh di semu anu saéstu, anu ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna, nu hadé laku lampahna. Mun ngaing datang; teu ngarupa teu nyawara, tapi méré céré ku wawangi.”
    nah itu kta prabu siliwangi di wangsitnya .

  • Natawidjaja

    Punten ah mau ikutan…
    Tulisan di artikel :
    “Bila kita telusuri secara mendalam, niscaya tidak akan ditemukan bukti sejarah yang menghubungkan Prabu Siliwangi atau Kerajaan Pajajaran dengan simbol harimau”.

    Jawaban:
    -Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, dikisahkan bahwa Purnawarman yang selalu unggul dalam peperangan itu dijuluki “Wyaghra Ning Tarumanagara” atau “Harimau Tarumanagara”
    -Ki Buyut Rambeng dalam lakon Dadap Malang menggunakan sebutan “Maung Selang” untuk para Senopati Pajajaran. Harimau ini kecil tetapi terkenal garang (menurut Coolsma, “tijger met zwarte grondkleur roode strepen” = harimau dengan bulu dasar hitam bergaris merah)

  • aswin

    seru :) …. kita butuh ini, mengangkat local wisdom , mengubah local mystic menjadi local history yang penuh warna, mempunyai nilai, dan membanggakan, jadi itu tidak menjadi sekedar mitos lagi di anak cucu kita … tulisan/kutipan yang bagus

  • GS

    Loba nu komen iy euy. Urang Sunda teh, ti baheula revolusioner. Otto Iskandardinata nu
    anti pisan kolonial (Boedoet), Dewi Sartika jeung revolusi budayana, A.S. Dharta pendiri Lekra, Gatot Mangkupraja loyalis Bung Karno (Penggagas PETA), etc. Ayeuna
    saha tokoh Sunda nu revolusioner? Pilkada. Teu aya tokoh nu diharap ngabawa
    Jabar makmur. Cerita di atas biar jd Legenda (spirit), da urang oge osok ngalarung sajen di Laut Kidul, lain musyrik, aing doana langsung ka Gusti Allah. Lestarikan budaya Nusantara jeung filosofi2na, nilai2 nu gotong royong, egaliter dll. Cig atuh urang Sunda mah kudu berorganisasi, nu revolusioner (ngajaga rakyat). Piss Euy….

  • hendrawan eddo

    Sampurasun, SILIWANGI tetep SILIWANGI, moal lengit tina dada aink, aink maung !

  • muthia

    sok lamun urang rek nyusut galur tali karuhun masalah MAUNG telusuri cikal bakal atau asal usul suku baduy gitu ghan.

  • betul atuh akang ..jaman sekarang mana ada yang yang bisa mokza atau berpindah alam…saya yakin pajajaran masih teguh berdiri cuma tidak tahu dimana,kalo mau berbagi elmunya sini saya diajarin ya hehe

  • Aku Bangga Sama Raja Perabu Siliwangi Dia Adalah Raja Yg Paling Bijaksana Dan Adil Aku Bangga Sama dia

  • dsini kita diuji smpe mna kita prcya dgn sejarah,sebanrnya klo berbicara sejarah ga ada habisnya,disisi lain bnyk yang berkata sejarh ini hnya mitos,tapi saya percaya orang sunda tetap tguh dngn kprcayaannya.n bawa kebnran sejarh ini kpda ank cucu kita kelak.
    PERLU DIINGAT “JANGAN PERNAH SALAH MENTAFSIRKAN SEJARAH YANG BLUM TNTU KBENARNNYA. SALAM PASUNDAN BOGOR

  • agus

    tadi aing lalajo dunia lain, soal tapak tilas prabu siliwangi di sumedang, kunaon bisa maung? ceunah ieu mah cek jin nu di dinya teh ngomong, prabu mah lain jadi maung, ngan babaturanna prabu teh jin jeung siluman.. tah bangsa nu kitu nu ngajaga prabu siliwangi, mun caritana mah anak buahna, prabu teh sakti mandraguna. tapi lain maung, manusia bener bener manusia, nu maung teh anak buahna anu sok nampakeun wujud maung lamun keur iseng mereunnya. jadi kesimpulana, prabu siliwangi boga jin jeung siluman, nah disalah sahiji eta makhluk teh aya nu sok nampakeun diri jadi maung. duka lamun simbol2 mah nya, da teu dicaritakeun..

  • urang ciamis

    Akang penulis kuliah tapi kok oneng ya kang…
    Kebanyakan makan teori kya nya…
    Saya pribadi bayar mahar 350rebu..mpe sekarang belum ada senjata yang bisa nembus perut aa…
    Coba orang luar negeri Punya penjelasan teori teu kang ??
    Itu jaman sekarang apalagi jaman dahulu kang…
    Kayanya klo cuman berubah jadi maung mah urusan gampang…
    Buat eyang prabu siliwangi mah…

  • aditya rachman

    ini semuah nyata apa gak si kata nya ada yng bilang eyang prabu dah masuk islam pas mau nikah sama nyi sumbang larang

  • 99

    hm……….. sejarah pajajaran moal aya jalma nu nyahoen, nepi di korehan ku ahli sejarah sa dunya sugan, heuheuheuhuheu da puguh aya dina uga silihwangi, eta ngaran raja raja sunda menang ti saha?, hahahahhaha nya bangsa dengen pan hahahahhaah,
    ” kula bakal datang ka jalma nu rancage hatena” hahahhaha
    ngahiyang jadi meong hahahhaha bener simbol, itung kajayaan sunda jeung islam asup indonesia eta pakta sejarah nu di luruskeun………….

  • 99

    wiki link madein asing untuk menipu urang sunda……….. tah ngajirim lur di ci anjur saha nu nyahoeun hahha

  • 99

    tolong lihat kujang

  • 99

    hahahaha ulah kana silihwangi lur jauh…….. bukti ka esaan allah ti jaman eta, ya patih silihwangi nu bogaeun rawa rontek, cing jabarkeun?
    eweh elmu nu pangluhurna lian ti jawa barat, sunda tea lur……. ngan loba jalma nu teresepen maka timimiti bahasa, tulisan budaya jeung sajabana di tumpurkeun, aya nu make psikologi, aya nu make agama, jeung sajabana, kulantaran maranehna jelema anyar jeung teu resepen ka bangsa urang lur, itung mundur pajajarn waktu eta jeung amerika, eropa, da maju keneh pajajaran lur, naha ayena make tibalik heuheuheuheuheu
    tekadkeun hate lur yen urang sakabeh urang sunda silihwangi

  • Kuntjoro

    Saya usul komentarnya yang harus saling menguatkan, dan disampaikan dalam cara-cara yang baik. Saya yakin sekali bangsa kita itu bangsa yang besar, dan kita harus bangga dan tentu saja dengan mengenal dan memahami sejarah sebagai acuan berkelompok untuk membangun energy positive dan mengimplementasikannya di lingkungan kita. Kita sudah tidak perlu jadi predator, malah sekarang kan sedang dikembangkan one-world. Nanti ada eranya mereka berterima kasih kepada kita yang hidup di katulistiwa, dan teorinya ternyata Indonesia itu bisa mensuply kebutuhan pangan dunia sampai 25pct., Yuk kita buktikan teori itu.

  • pening juga bicara soal sejarah

  • Sejarah lengkap Prabu Siliwangi dan kerajaan lainnya di barat Jawa bisa disimak di http://www.westjavakingdom.info

  • poho ngaranna

    Saestuna

    Nyarita tanpa fakta ( baca; pakta)

    Teu puguh juntrungana sajarah jeung budaya sunda kusabab lamun kaguar sajarah tunggalna matak nyilakakeun kapentingan hiji bangsa nugeus nyata nyata masij ngajajah bangsa urang,
    Naha aranjeun geus percaya mun silaing pada ngarasa geus meunAng ka Mahardikaan the???

    Kukituna geus wancina, sing saha nu rumasa utang sunda geuwat guar make kacerdasan anu napak dina hate eujeung otak.

    Euceuk= mitos = subjektif, bisa jadi bener tapi bisa oge salah, da caritaan jelema mah kadang kala kurang tina anu didugikeun.the, malah mindengna leuwih

    Bakal jadi Objektif tina caritaan anu ditilik talumpik deui eta carita “euceuk” the ku malapah gedangna dina mangda ngaguar carita sabari didokumentasikeun

    teu kurang kumaha hadena mum urang ge ngaguarna make cara anu sok sanajan teu kaharti ku akal, tapi nyampurnakeun ikhtiar dunya keur ngaluruskeun sajarah jeung budaya bangsa anu bisa jadi dihaja “leungitkeun”, “pengkolkeun”, samemehna kunu Boga maksud ngajajah, anu disebut prediktif tea

    Ngan ari kayakinan mah budaya sunda mun kaguar, bangsa urang the bakal kakoncara deui sigah harita dina masana…

    Wassalam…

  • Azam Cliquers II

    ouhhh, dah jlas skrng mahhh ..thx 😀

  • Apipudin

    saya suka dengan kajian dan para komentator, yang jelas kajian2 sunda harus lebih diangkat.

  • @ocan_bekjul91

    apakah benar maung dan kujang adalah peliharaan dan senjata prabu siliwangi

  • diens zuhry

    saya yakin bgt klo prabu siliwangi ada……cba aja pke besel nya ampuhhhh cou

  • yan

    Jaman Prabu Silwangi maju pisan (lamun ayeuna mah tarap na jiga kamajuan Jepang nu jadi turunan Sunda) , rakyatna beunghar ku kode/ simbul siloka “LEU’IT SALAWE NAGARA”, jelema anyar jeung teu resepen ka bangsa urang nepi ka ayeuna naon kamajuanana ti runtagna Karajaan Pajajaran 1579 nepi 2013. Tetep we teu MANDIRI , ngagantungkeun ka bangsa lain , ku cara NEO KOLONI, sabab jati PS nu jadi simbul adab sunda tos leungit. Emang pertahanan lemah dina “Somah Someah Ka Semah” (tolerance aya alusna, gorengna teu WASPADA ka pangaruh sifat goreng deungeun asup ka hate sunda nu hayang ngawasa sunda, jadi we piona nu batur, jeung ngabela buday batur), di aku na kabeh agama batur, budaya batur nu ngapangaruhan Sunda ELEHAN nepi ka kiwari, dina mimpin jaman NKRI can punjul jiga Otto (titisan PS sifatna , tapi can tangtu getihna / kawanina eta udagan sunda ) , kuduna ilmu RAWA RONTEK, DEBUS, SILAT ilmu Sakti Mandra Guna , Kitab ratuning Balda sarewu di gedekeun deui ku Sunda jeung guyubna, keur nambah sumanget urang sunda , udag kamajuan jiga Jepang. Di Guyubkeun jeung gedekeun deui ku sundna jiga JEPANG SAMURAI di jaga, budaya Jepang teh ti Sunda (NHK) , nagara nu kacida majuna , jadi nagara industri da MIARA ADAB SUNDA, SUNDALAND.

  • diniratnasari

    kalau Prabu Wastakencana lengser pada tahun 1475 dan Prabu Jayadewata mulai mempimpin pada tahun 1482 siapa yang memegang Kerajaan pada tahun 1475-1482?

  • Black

    dari sejarah disni kalok emang pajajaran runtuh kan selalu ada peninggalan-peninggalan. setau aku pajajaran itu dibawa siliwangi menghilang(tidak bisa dilihat langsung oleh manusia) itu setau ane

  • dendy alias belang

    aduuhh si dulur lewih percaya ka urang luar katimbang urang pribumi, artikel na aluusss ngan hanjakal, seer salah na. seer teing di jejel otak na ku teori, sim kuring mh yakin sareng percaya ka nu di luhur, gusti allah swt,

  • willy

    nah ini mungkin yang agak mendekati,, karena prabu siliwangi adalah gelar bagi prabu jayadewata karena berhasil menyatukan kerajaan galuh dan pajajaran. jadi bisa saja wujud siluman harimau itu sudah ada sejak pajajaran masih berdiri tegak, dibawah kekuasaan prabu jayadewata a.k.a. siliwangi

  • bukankah prabusiliwangi akhirnya masuk islam ?

  • kian santang a.k.a chandrabaga

    braay tau chauvinisme kan yaah???
    nah begitu laah orang sunda ga bisa menerima pendapat luar,
    tp ga tau semuanya ato sebagian orang sunda aja, da urang oge ti bandung,,,
    ngeliat dr komen2-nya mah bgtu2 aja,,, pake ngmng silihwangi di dada urang laah,,
    da eweh nanaon di dada urang mah,,, jd ga berkualitas gini,, oia baginda raja gaduh patih2 teh maung kabeh, co. singaperbangsa nu ngajaga tatar sunda di wilayah timur, nuhun bray

  • riyan

    punten kang urang nomen sa etik.
    >menurut saya banyak banget cerita tentang pajajaran/siliwangi,cuma nu jadi patokan ini asli ap cuma herey…?
    klau memang siliwangi jadi harimou dn harimau nu di leweng sancang itu eyang prabu dan pengikutnya mungkin antara benar dn tidak karna bagi saya cerita pajajaran memang benar adnya dn simbol maung itu simbol kberanian karna maung hewan yg berani dan kuat tapi klu hal” yg menyangkut kisah-kisah pajajaran itu tidak ad yg tau aslinya seperti yg terjadi dulu karna ga ad manusia yg hidup dari dulu sampai sekarng dn masalah teori merangkumkan kisah-kisah pajajaran itu hanya bisa di ukur dengan kemampuan batas otak manusia karna kenyatannya hanya tuhan yg tau.dimana prabu siliwangi,masuk islam ap engga,masih hidup ap udah mati,semua cuma alloh yg tau kita hnyalah manusia biasa jngan merkayasa yg engga engga bisa-bisa kita jdi murtad

    karn setan bisa memperdaya kita yg kurng iman dengan cerita-cerita yg di buat.

  • Tessa Visuvius

    Iihhh baca ini jg? Sama :)

  • ceuk uing

    teu dibere percaya kana artikelna.. asa leuwih percaya ka carita kolot baheula..
    (tapi anu kahiji mah percaya ka gusti Alloh)

  • Tarigan Dimas

    saya mau dong d ktemui sma eyang gusti prabu siliwang paman

  • Asep Capung

    Dari artikel yg sya pahami sejarh itu ad di lihat dri warisan berbentuk pningglan atau tulisan karna dri itu semua adlh krya nyata adnya khidupan…
    Bangsa yg besar adlah bngsa yg tdk melupakn sejarh.y enth org tua guru maupn peminpin bngsa.y. .
    .

  • Asep Capung

    Sejarah itu ada karna kita yang membuatnya

  • Iskandar_09

    Terserah rek kumaha oge, nu penting uing rek tetep inget kana wangsit siliwangi “Lamun aing geus euweuh marengan sira, tuh deuleu tingkah polah maung”

  • ujang

    kanggo nu maca mun ceuk simkuring mah,tuh percaya mah ka kolot kolot baheula nu apal carita sabenerna prabu siliwangi.jeung ulah nepikeun penelitian tiluar ngahasut urg,keur naon kolot kolot urang make simbol maung,lamun teu percaya ka kajadian bareto, haturnuhun,
    urang sumedang.

  • Aboer

    aranjeun kabeh nu ngaku ki sunda,naha geus nyaho kabeh jeung faham kana WANGSIT (AMANAT) SILIWANGI?kula nu geus nyoba neuleuman ampir tilu taun,tetep lebeng can pinanggih jeung kafahaman sagemblengna,satungtung aranjeun masih keneh make logika,kula ngajamin aranjeun moal faham sanajan sakecap oge,kudu make naon atuh?ceuk Gusti Prabu BERESIH HATE. hal ieu nu nepi ka kiwari ku kula can bisa kahontal.kade ulah make emosi jeung gampang panas hate.hapunten kula bisi aya kecap nu teu pantes

  • CANDI IN CENTRAL, WEST, AND EA

    Sebenarnya, persoalan maung (harimau) Pakuan Pajajaran itu tidaklah begitu sulit dipikirkan dan dinalar. Sudah sepantasnya seorang tokoh masa lalu, dalam hal ini Sinuwun Prabu Silihwangi dan Sinuwun Prabu Nusiya Mulya, karena memiliki tingkat/tataran kebatinan yang tinggi dan “dekat” dengan Sang Pencipta, maka kedua raja ini diizinkan untuk tidak meninggal. Namun, harus berpindah alam. Kemungkinan besar, dalam hal ini, alam roh atau alam gaib. Prabu Silihwangi berubah ujud menjadi Maung hitam, sedangkan Prabu Nusiya Mulya berubah ujud menjadi Maung putih.
    Itulah sebabnya, kedua jenis maung ini senantiasa bersama-sama. Di mana ada maung putih, tentu ada maung hitam, dan sebaliknya.
    Dari pengamatan saya pribadi terhadap kedua maung tersebut, Maung Hitam memiliki struktur lebih kokoh, taring lebih panjang, dan lebih cepat gerakannya. Sedangkan Maung Putih cenderung lebih lambat, namun tetap ganas jika bertempur. Hal ini dapat dimaklumi karena Sinuwun Prabu Nusiya Mulya (Maung Putih) memiliki tingkatan/tataran ilmu kebatinan, kanuragan, dan ilmu2 lain yang berada di bawah tingkatan/tataran dari Prabu Silihwangi.
    Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
    Adipati Kertawijaya Sasrabahu.

  • jullie Gyadita

    Legenda tntang prabu siliwangi.. Memang masih ada smpai saat ini.. Ketika para ulama menginginkan kehadiran dia,selalu menjelma terlebih dahulu sbagai harimau putih.. Dan sebenarnya keinganan dia hanyalah 1, agar supaya kesimpulan buku-buku tentang sejarah dulu,tidak dibeda artikan,dan bahwasanya kebenaran itu,sang prabu siliwangi masih tetap ada didalam anak-cucu turunan bangsawan kerajaannya yang berdarah biru dengan bermaksud menjaga turunannya itu dengan baik.. Dia memang hidup di alam gaib,namun tidak merubah sifatnya menjadi penguasa kerajaan yang dulu tlah hilang dan sampai skg tlah menjadi legenda.. Semuanya tetap saja,atas kuasa اَللّهُ dan ilmu yang diperoleh sang prabu menjadi bukti sejarahnya tentang agama.. Intinya,Prabu Siliwangi akan selalu ada sampai kapanpun meski jaman trus berkembang.. ^,^

  • usep tugar

    Sampurasun!
    Baturmah geus di planet luar bumi, urang mah msh adu regeng masalah maung kumaha rek maju da fikiranana fokus kana hal ghoib, bener ceuk deungeun urang sundamah heuret fikir

  • hahahahaha

  • Mulyadi Jayasingawarman

    Salam…….,
    Saya keturunan sunda yang tepat_nya dari sebelah Barat sunda (perbatasan Banten-Bogor/Jasinga). Saya hanya menambahkan saja, benar bahwa babad tanah sunda atau cikal bakal babad tanah pasundan berawal dari sebelah barat tanah Jawa/sunda, jika kita ingin mengetahui siapa Eyang Prabu sebenar_nya, coba kita tengok tanah/bumi Jasinga. Disana terdapat makam-makam kuno dari Raja-raja bumi pasundan. Saya yakin semua saudara akan terkejut dan bangga nanti_nya…..Hatur Nuhun / Mulyadi Jayasingawarman.

  • Kujang Gumelar

    Bagus nih kang opininya. Akangnya pragmatis beud, kaga mau asal nerima, kudu ada dasar. Hehehe

  • arfan

    rahayu rahayu,kalau memang semua wangsit prabu siliwangi sifatnya membangun kita jd lebih baik knp enggk?sunda salawasna

  • arfan

    rahayu rahayu rahayu

  • dani kabayan

    betul sinetron terlalu menyimpang dari cerita para pendahulu kita
    jangan salah cerita prabu siliwangi adalah salah satu warisan budaya dang jgn cerita nya di simpang siur kan…karena ingat anak cucu kita jgn jadi tersesat budaya nya

  • Cikabuyutan

    Kita ada karena sejarah, suatu saat kita bakal menjadi bagian dari sejarah juga kang hiski mungkin 1000 thn kedepan,,saya yakin dengan sejarah prabu siliwangi, jadi untuk apa diperdebatkan (walaupun mungkin ini bagian dari tugas anda terkait studi/pendidikan anda),,mending kita mengambil hikmah yang baik untuk membangun lingkungan, keluarga dan negara ke depan. sebagai contoh negara2 luar yang menghargai sejarah, salah satu negara tetangga kita malaysia sangat menghargai sejarah dan kebesarannya, dan liatlah mereka menjadi negara berkembang,,bagaimana dgn kita?kita juga termasuk negara yang maju tp bandingkan dengan masa kerajaan dulu (dengan berbagai perubahan dan situasinya), dan bagaimana dengan kang hiski?apa yang telah anda berikan untuk kemajuan negara atau tanah sunda?saya lebih setuju daripada meneliti “pembengkokan” sejarah mendingan bagaimana kita bisa lebih maju drpada sejarah tersebut.

  • Budi Ardiansyah

    boss ! bukannya prabu wangi itu julukan / sebutan bagi prabu lingga buana yang gugur mempertahankan kehormatan sunda dibantai si anjing pengkhianat-gadjah mada di pesanggarahan bubat ? so … silih-wangi I adalah prabu niskala wastu kencana en silih-wangi II adalah sri baduga maharaja (jayadewata, cucu wastu kencana).

  • Ricky Nurizky Tirtaatmadja

    Ass,hayu urang make akal sareng kayakinan agama,kahiji moal aya ruh nu maot tiasa balik deui ka dunia salaen Ijin 4JJI SWT,pan narungguan kiamat ka alam barzah,bade naon Keur d jagaan ku malaekat arek balik deui?kadua,jin2 teh umurna pararanjang,bisa wae aya nu hirup ti zman pajajaran,sarua2 hirup d dunia siga manusa,ngan beda dimensi,rek belokeun sejarah?bisa wae da manehna mah tiasa ningali sejarah,ngan ti tos nabi Sulaeman maot,teu bisa deui ningali masa depan,bisa ngajelma siga manusa,siga maung,siga naon wae sakahayangna,tinggal urangna,rek percaya ka 4JJI/daek dibobodo ku manehna?ujud fisik karajaan bisa wae kalebur ku naon,jdi teu katingali,da bareto ge borobudur sakitu gedena saacan d gali ngan ukur ujungna nu katingali babatuan wngkul,nu ngajieun bisa manusa bisa jin,tpi mun manusa sok tingali tapak nabi Ibrahim,sagede kumaha manusa zman sakitu,tnggina ge leuwih ti genep meter,nyieun piramid bisa wae sarua jeung nyieun imah,eta dinosaurus bisa jdi ngan sagede ucing zman ayeuna,panimuan2 fisik sjarah pan tulisan2 cacarita jelma zman sakitu,acan bisa d pastikeun validitasna,da saha manusa nu hirup nepi ayeuna salaen jin?da bisa beda carita nu nyieun sesat,fisik sejarah nu valid mah ngan Al quran wngkul,eta 30S PKI ge bisa beda carita,pdhal ngan 30thn,ku naon teu d jadikeun Prabu Siliwangi teh tkoh panutan urang Sunda d palebah kebijaksanaan sareng keadilana?sifat gagah berani sekaligus pnyayang ti maung urang jdikeun sifat urang Sunda,tpi sok ngagegel ka mangsa jeung msuh mah ulah,da urang teh nagara hkum,beda pandangan urusan sjarah mah wajar,da kabeh ge nebak2 ti bukti fsik nu aya,eweuh jalma nu hirup nepi ayeuna,aya ge jin nu sok ngabobodo,sok ayeuna naon deui nu rek didebatkeun?da mun iraha2 katimu bukti2 nu sejen mah bisa beda bisa henteu eta carita sjarah teh,tinimang debat teu puguh mah mnding urang nyatuan ngabangun parahiyangan d dsarkeun smangat siliwangi,sifat maung nu alusna urang terapkeun dina kahirupan,nu goreng urang hindarkeun,tawakal sareng istiqomah ka 4JJI SWT,kumaha dulur2 sadayana?

  • Didi zunaedi

    Tahh perang Bubat intina. cenah siGajah mada ngabantai orang sunda jeung rajana d bongohan,apah enya..?da pasukan sunda can sariap pakakas perangna jadi eleh.Mun siap mah moal eleh pisan JAWARA sunda mah.eta teori perang siGajah mada cerdas otakna,krajaan jawa hayang ngelehkn krajaan sunda apa bener?.nepi k ayeuna sunda jeung jawa haghog wae.. jawa kowek.. jawa kowek..cenah.ngarasa jawa kolot,kawin ge jadi masalah mun lalakina sunda awewena jawa moal maju seureut rejeki cenah,moal repok2.Uwing korbanna pamajikan uwing orang jawa nepi k cerai deui,carita eta nepi k ayeuna d jawa ge mercayakn mitos kitu.raja nu pasea uwing kababawa.Di kota jawa barat euweuh ngaran jalan Gajah mada apa bener?.eta kakesel nenek moyang urang d tularkn k anak incuna.gusti allah teu ngabedakn jawa sunda. cing kokolot orang jawa jeung sunda cobi pang luruskn.paribahasa jawa kolot sunda ngora.sigana eta mah politik kakuasaan.sok luruskn cerdas2kn amang,uwa,aki orang sunda teh.anak incu urang ulah d racunan ku siloka nu nyesatkn umat islam moal maju…Hapunten mun aya kata kata teungenah k hate k karuhun.Uwing teu aya niat nu awon.hayang ngabuka hate jalma anu buta ku agama.

  • Oded Walangsungsang

    Cigana memang kitu ari nulis sajarah mah sakumaha anu ditulis ku kang Hisky sajarah mah moal kaluar tina pakem’ aya taun jeung bukti situsna maca sajarah pajajaran di sababaraha tulisan dipungkas ku tahunsarebu limaratus tujuh puluh salapan, perlayana ratu pajajaran pamungkas nu katelah Perbu Raja Mulya Sri Wastu Kancana..prabu Sliwangi panungtungan . Asa moal nyambung sajarah dipadukeun jeung dongeng atawa mithos mah komo jasad lahir ngahiang jadi maung’ mah…ngan saukur bisa ditarima ku legawa hate jeung rasa mireu’eus budaya karuhun’. Asa ngadukung ka pamendak kang Ricky Reezky jeung kang Yan…kisunda di zaman NKRI mah loba kaciri ELEHAN teu jiga jalak harupat’..gagah jeung tandang nuaya mah loba kumeok’…paleban dieu naon deui atuh nu bisa dibanggakeun ku urang sunda??..iwalti ngamumule budayana…tilemna prabu siliwangi jeung saparakanca tina alatan dirurug tentara Maulana Yusuf ti Banten ..ngahiang jadi maung pajajaran ngarupakeun jalan tengah, yen karuhun urang teu eleh ngababatang kalayan aya bukti…komo mun nepika katawan musuh mah…eleh soteh bukti fisik na rata jeung karatonna…tapi jiwana tetep hirup di masyarakat sunda…..ngabahas runtuhna pajajaran moal leupas tina perkara utamana nu matak jadi SARA…naon atuh misi banten ngarurug pajajaran…’…hawar hawar kadenge sang prebu mungkas UGA na….”Nu
    kasampak ngan kari gagak, keur ngelak dina tutunggul. Daréngékeun!
    Jaman bakal ganti deui. tapi engké, lamun Gunung Gedé anggeus bitu,
    disusul ku tujuh gunung. Génjlong deui sajajagat. Urang Sunda
    disarambat; urang Sunda ngahampura. Hadé deui sakabéhanana. Sanagara
    sahiji deui. Nusa Jaya, jaya deui; sabab ngadeg ratu adil; ratu adil nu
    sajati”…cag

  • supriatna sujana

    Punteun ah bade ngiring ngareuwong, teu keudah ngaributkeun perkawis kayakinanna. Nu keudah di percanteunmah yen Kanjeung prabu siliwangi teh Raja urang pajajaran, Raja tatar sunda Raja nu bijaksana ka Rakyatna teu mandang cacah atanapi menak, anjeunamah handap asor, malahmah kaconcara ka tatar dunia. Kudu bangga urang jadi urang sunda sabab moal aya basa nu pangbeunghar-beungharna salain basa SUNDA, agan-agan. Salam pangboktos ti simkuring Supriatana sujana.

  • Ki Gaber

    kok sejarah menghilangnya (moksa) pradu siliwangi raja pajajaran sama brawijaya raja majapahit sama yah?
    trus sama-sama karna diserang anaknya yang sudah memeluk islam dan sama lg karna memilih mengalah dengan anaknya..
    ada apa dengan sejarah kerajaan kita ini yah.apa emang semua ini mitos belaka.

  • Yatz Putra Padjadjaran

    Assalamu’alaikum,punten sanes abdi nyanyahoanan da nu namina sejarah the hiji pelajran nu kudu dipelajari ku urang sadaya da urang sadaya bagian ti sajarah atawa pelaku sejarah,lamun urang rek nyukcruk galur kana sejarah ulah ngandelkeun akal logika bae tp kudu dibarengan ku kayakinan jeung kaimanan pada”,da ngeunaan ieu sejarah the ngandung harti pelajaran keur urang, :satiap jalma kudu ngabogaan sifat jalma naon handap asor hade semu someah tur ramah tamah intina urang kudu bisa ngaji diri mawas diri sakumaha urang jd salaku sejarah, kumha ari ngaji diri,kieu ;pek geura tanya diri masing” saha urang,timana urang jeung rek kmna urang ceuk kolot mah papat sedulur kelimo pancer,naon hartina pek geura tanyakeun ka kolot masing2, nya ceuk al qur’an manusa anu mimiti diciptakeun nyaeta Adam Alaihi salam,tinu naon diciptakeun dawuhna tinu taneuh,naon maksudna Alloh nyiptakeun manusa tinu taneuh,,,sangkan urang salaku manusa ngabogaan sifat siga taneuh da ceuk basa sunda mah taneuh the lemah nya lemah da teu daya teu upaya angin Alloh nu kagungan,Alloh nyicptakeun makhluk nu paling sampurna nya eta manusa kunaon disebut sampurna pek geura tanya kana hate masing” pasti apal,Alloh marentahkeun ka sakabeh makhluk sumujud ka ciptaan nana kabeh sumujud ngan aya 1 nu ngabangkang IBLIS laknatulloh kulantaran pangrasa AING pang kuatna dciptakeun tinu seuneu kulantaran eta IBLIS embung sumujud. Timimiti eta Alloh Ngalaknat tuluy ngaluarkeun IBLIS ti sawarga jeung tempat pangbalikan di peo engke jaga poe akhir nyaeta Naraka Jahannam tempat balikna,kulantaran ti eta IBLIS ngucap yen bakal ngaganggu sajero ning ati sakaturunan Adam bakal disesatkeun ti jalan Alloh sampe poe ahir pikeun maturan engke jaga di akherat,bsik panjang teuing maca na pek geura buka sejarah nabi jeung rosul timimiti nabi adam dugi ka nabi akhir jaman Muhammad shollalohu alaihi wasallam,stiap sejarah pasti aya pelajaran nu kudu dipelajari ditelaah stiap pelajaran pasti ngandung hikmah,sajarah nabi Adam the awal mulana sejarah ngeunaan sejarah dunia,pasti bersinambung kana sajarah2 sejenna dugi ka kiwari….dugi akhir sejarah nu saleresna nyaeta poe ahir nu di sebut kiamat wallohu a’lam hapunten anu kasuhun nu saageung ageun na luhur saur bahe carek bilih cacariosan simkuring kirang merenenah mugia ditawakup upami leres dongkapna ti Alloh upami salah dongkapna ti kabodoan kuring wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

  • agra

    jaman ayena loba jalma nu hayang disebut pinter/ nu pang benerna jeng dei ngarasa tinggi elmuna. moga” diakan ku maung!

  • wawan irawadi

    Runtuhnya Kerajaan Pajajaran (kerajaan pantat kuda kata orang Bugis : Paja =Pantat, Jaran=Kuda) bukan karena oleh Majapahit, namun oleh Islam, terlebih Kian Santan, sang pendurhaka nan biadab. Apa arti kutukan dlm bahasa Sunda tsb? Itu adalah lampiasan amarah sang prabu (kutukan) kepada ang pendurhaka. Dalam hukum kerajaan, kutukan berarti turun temurun. Kini masyarakat Sunda telah menerima akibat kutukan tsb. Bila ingin menghilangkan kutukan, satu-satunya cara kembali ke agama semula.

  • Arokah

    Wah, sayang skali kerajaan Pajajaran harus tamat oleh pemberontakan anak cucu sendiri, hanya gara2 dibujuk masuk islam (diatas disebut si prabu jadi maung salah satu alasannya karna g mau masuk islam)
    trus itu cucu durhaka banget ya, melawan kakeknya :v
    weleh2, karunya si Prabu teh. Ya, sejarah semacam ini si, diambil yg baiknya aj.

  • AngkaWijaya

    Bukannya Julukan Siliwangi itu dipakai semua raja Pajajaran, Siliwangi 1 itu Prabu Sri Baduga Maharaja !
    sama kara raja di Jawa yg menggunakan Nama Brawijaya kan

  • AngkaWijaya

    bukannya yg gugur di Perang Bubat Prabu Lingga Buana yah ?
    Prabu Lingga Buana dapat Julukan PRABU WANGI, kalo PRABU SILIHWANGI 1 itu Prabu SRI BADUGA MAHARAJA,

  • seji

    Beda antara prabu lingga buana sareng prabu siliwangi. Cobi buka antawis kerajaan galuh sareng kerajaan pajajaran. Ieu ge sami ayana di daerah tanah padundan. Memang antawis kerajaan galuh saremg kerajaan pajajaran aya hubungan kaluarga keneh. Cobi buka lah sejarah kerajaan galuh. Sareng aos deui sejarah perang bubat

  • jejen

    Kalau yang aku dengar dari cerita nenek moyanh dulu , prabu siliwangi hancur karna kian santang , kemakan sama omongan nya sndiri , tapi itu juga tau bner tau ngga *ikut nimbrung ajah menambah sejarah

  • HaFiDzH

    Ai Kujang na kamarana ngan aya hiji ?
    Di Abdi ?

  • galuh kencana

    ass.amang didi..abdi ti galuh..abdi kamari parantos jiarah ka cikawali di daerah kawali kab ciamis.. di tulis aya cerita2 masalah perang bubat,, upami nu ku abi di sumpingan di dunia maya mah,,memang perang bubat gajah mada nu ngengingkeun peperangan,,, kulantaran terjadina perang bubat teu di rencanakeun peperangan,,jadi istilahna mah kerajaan galuh teu nyiapkeun kanggo perang di daerah bubat jawa.. anu tujuana bade ngajawab lamaran raja majapahit ka putri galuh anu gelisna kasohor,, tejadina perang bubat kusabab patih majapahit nya eta maja pahit mangaruhan ka rajana anu bade minang putri galuh,,yen majapahit teh kerajaan besar manya kudu nyampeurkeun ka galuh,, nya raja galuh jeung rombongan ngelehan mangkat ka majapahit,, pas di kampung bubat kabeneran waktu perjalanan kaburitan,,akhirna istirahat di kampung bubat..kusabab teu mungkin nepi ka majapahit akhirna raja galuh marentah utusan yen rombongan ti galuh nuju istirahat di bubat,,langkung saena raja majapahit anu dongkap ka kampung bubat.. tapi gajah mada salah penfsiran malhan disangkana nantang ka raja majapahit,,akhirna raja majapahit ka hasut,, akhirna raja majapahit marentahkeun sebagai raja pang gedena di nusantara.yen galuh kudu mikeun eta putrina sebagai upeti ka majapahit,,nya demi hargadiri galuh mendingan milih bertahan di bubat malahan marentahkeun ka rombonganna,,taki2 singbisa jaga diri dimana aya bencana anau bakal kasorang..nya eta nantang ka raja majapahit,,, atuh puguh kang teu saimbang,nu akhirna kabeh tumpur sampe ka putri galuh bunuhdiri anu dipikahayang ku raja majapahit kulantaran sakulawrga rombongan geus pada gugur..atuh nu kacida hanjeluna raja majapahit..gara2 hasutan gajah mada anu angkuh yen majapahit kerajaan gede sanusantara di bandingkeun galuh kerajaan letik,, ceuk ceurita didieu mah kang didi eta raja majapahit teh gering parna geus kamana2 tabib anu kasohor teu bisa ngobatan eta raja majapahit..cuman aya hiji anu bisa ngobatan eta raja..nyaeta putri galuh anu bunuhdiri kulantaran ngabelaan kulawarga rombongan galuh,,, matak ulah gagabah ka mojang priangan bisi ka gegeringan,, hehehehe

  • galuh kencana

    ass.sampurasun..? nepangkeun abdi ti galuh… aduh janten kalah lieur maca komen..
    ai menurut simabdi mah gampil pisan ngabuktoskeun na mah,,da nu karaos mah pasti ku urang sunda ieuh.. cik pang naroskeun ka urang jawa atanapi sanes urang sunda.. narosna kieu “cing upami ngadangu atanapi ngucap nami siliwangi aya karaos merinding teu?” lamun teu merinding da memang bener da lain katurunan sunda,,,hehehehe da lamun katurunan sunda mah boro2 ngucap atawa ngadangu nama prabu siliwangi.. ku ngabayangkeun ge atos merinding, tah eta berarti orang sunda,,,hehehehe da nu karaos ku abimah merinding muringkak sampe bulu2 sampean.. cik orang suda sok muringkak tara pami ngadangu parabu siliwangi… lamun muringkak berarti aya..

  • galuh kencana

    kang hafidzh,,dongkap ka musium di pakuan bogor,,sareng ka musium galuh di jambansari ciamis… macem2 bentuk kujang aya kang kumplit sareng pungsina.. itung2 promosi we abimah hehehehe meh tarerangen..

  • sonny

    tpi menurut abdimah urang kudu bangga tos lahir ditatar sunda nuseer kebudayaan sareng sejarah di sumedang larang penerus kerajaan pajajaran

  • Aing Urang Sunda

    GOBLOG SIA !!!!!!!!!!!!!

  • Aing Urang Sunda

    Nulis Alloh na sing bener euy………………maenya Alloh ditulis 4JJI……….teu bener tah !!!!!!!!!!!!!

  • Aing Urang Sunda

    Eta sae……………..tapi anu the BEST mah : I LOVE INDONESIA atuuuuuh

  • Aing Urang Sunda

    Eta mah Sejarah Kang……………hirup urang ayeuna mah kumaha urang nu ngaturna……..masalah Akang pisah jeung istri anu ti Jawa mah eta urusan dalam negeri rumah tangga Akang………….euweuh hubungana jeung sejarah eta.
    Soal di Tanah Sunda teu aya jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk atawa Jalan Majapahit mah keun we lah teu kudu jadi pikiran urang………eta sejarah…pangeling2 yen urang tong jiga kitu. Nu penting ayeuna mah kumaha carana menciptakeun kerukunan antar umat, antar suku di nagara urang Indonesia ieu. Hayu Kang………..urang mimitian ti diri urang jeung lingkungan leutik urang !!!!!!

  • eko lestyantoro

    Hebat jaman dulu para pemimpin habis2an membela rakyatnya..!!! lha kalau jaman sekarang pikirin dulu gimana cara balik modal dan untung gitu loh, sampai2 sdh mau pensiun aja masih minta rumah ama mobil……………?????

  • Aham

    Hati hati dg tulisan ini yg jelas keluarga Prabu Siliwangi tidak seburuk apa yg ditulis yg jelas Rakyat Pasundan sudah memeluk Islam sejak jaman Prabu Siliwangi

  • nurivana

    kalo ga ngerti jangan nulis… jangan mengadu domba suku segala….!!!!

  • yusuf

    Kan anak cucu dari prabu siliwangi itu sebagian dari islam, jadi anak cucunya ingin sekali prabu siliwangi masuk islam kan islam itu satu satunya agama yang di terima allah swt

  • Rd Rudi Herdiansyah

    candak hikmah pelajaran sareng nilaina weh nya cu :)

  • akbar

    sumuhun leres pisan ,ngartos ngartos ngartos…

  • rd arya wira tanudatar

    Oh kitu caritana na beda2 can make kabatinan caritana mun make kabatian ma beda caritana sok sambat gera

  • Dewi ahmad

    Jgn salah paham agama islam adlh agama terakhir yg di turunkan oleh allah swt kpada nabi besr kita ya itu nabi besar muhamad saw

  • Dewi ahmad

    Kunaon ari budak kuwari tara di pake akhlak na….coba di rasa jeung di raba msh bhus te akhlak na masing”

  • neng

    sanes muringkak deui akang,..sekali berucap ditenggeul tah lampu nuju hurung,..oge,..panginten ulah sa ucap ucapna,..sakecap nyata buktos ngawartosan yen anjeuna teh aya,..ulah nyarioskeun wae panginten,…mung sakitu nu karaos ku abdi. kilang bara ngadoakeun ka leluhur…atuh jempe2 ulah ngaromongkeun wae panginten, hehehe…matak murka

  • devin

    Abdi mah bangga di lahirkeun tina katurunan sunda. Sunda nu sopan santun ramah tamah ka sasaha nu tara ninggal kana darzat. Ayeuna mah urang candak nu sae na we kanggo teladan urang sadayana

  • Adhe rockblues

    sampurasun kasadaya,..anu teu karasa teu kanyaho can prnh di alaman ku urang pribadi mh tong di beberkeun bisi pamali,…!!!!!! da urang mah anu geus nyata anu geus karasa ka diri pribadi wehh,…bener hnteu na mh gumantung urang nu ngasaan sanes,….!!!!!!! teu salah upami urang hyng nyaho kana sejarah mh,.komo naros kanu bnr2 nyaho sejarah na,.mugi2 tiasa kanu logika urang ae,…..salam kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,….. RAHAYU,…..salam Nasional MERDEKA,….!!!!!!

  • Ramdany

    apapun ceritanya,, prabu siliwangi adalah leluhur suku sunda dan bukan cuma mitos belaka……… salam duduluran ti simkuring putra pasundan keturunan padjajaran….

  • endang

    sampurasun ka dulur dulur urang sadayana.menurut,diri kaula yuuu urang rojong peninggalan2 karuhun urang sadaya.urang seungitkeun ku laku laku urang nu hade,ameh aya dina ridha anjeuna.amiinnnnn

  • nyen kaden

    hebat manusia kaliyuga sekarang. bisa mematahkan mitos kepercayaan masyarakat dr abad ke abad, zaman ke zaman. tp apa sipenulis merasa 100% yakin utk mmbantah mitos tsb n menjadikan kutipan diatas adalah 100% benar?

  • Uud S

    Sadulur jeung salembur urang sadaya keudah tiasa ngajungjung leluhur da moal aya urang ayeuna, mun baheula teu aya leluhur Urang Sunda. Komo deui mun tos nyebat Prabu Siliwangi, ditatar sunda mah kamashur Sribaduga Prabu Jayadewata alias Prabu Siliwangi tehh Raja anu dipikanyaah ku Rahayatna , Raja anu welas tur asih sareung anu bijaksana pamimpin anu ngutamikan kana kamakmuran negerina …nyaeta Pajajaran anu gemah ripah repeh rapih loh jinawi waktos harita anjeuna janteun Raja. Urang keudah hormat ka leluhur .

  • sotay

    Salah Kisah Na Kang..
    Sri baginda atos Masuk islam sateu acan na Nikah Sareng Ibu ratu subang larang…
    3 sarat yg di berikan Subang larang ke Sri baginda..
    Hapal teu 3 sarat eta..
    Jadi tong asal ngadang doang…
    Coba pahami.. naon anu di maksud 100 bintang kerti.. bintang kerti syarat anu pertama.. aya dai 2 syarat nikahi ratu subang larang.. hapal teu??

  • Rio Pratama

    Trus nasibnya raden mahesa sma nyi kembang gimana 😀

  • M Putra

    Punteun,
    taros keun k jalmi nu tos pendak(kolot), bilih nyalahan, bilih aya nu teu raoseun, jeung komenan sing mararenah, tong asa aink!!!
    da cn apal saestuna acan (tobat) ..
    #Amit ..

  • Astra Jingga

    ‘Kebenaran’ apa sesungguhnya yang kita lihat sekarang dari masa lalu? Dan apakah kita tahu apa sesungguhnya ‘kebenaran’ itu sementara kita sendiri tidak mengalaminya?

    Punten ka ka dulur sadaya, tobat ampun paralun teuing simkuring sanes bade ngaraos pangpinterna, sanes bade ngaraos pangterangna. Namung anu kapendak ku simkuring, makna ‘Siliwangi’ teh jero pisan.

    Upami ngahartoskeun anu kieu mah teu tiasa ditingal mung saukur ti luarna, tapi kedah dipeseklir ibarat duren; luarna cucukan sareukeut tapi lebetna pan ni’mat.

    Sanes parantos aya natrat dina Uga Wangsit Siliwangi oge cariosan Eyang Prabu teh;

    ‘…Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. Tapi, ngan di waktu anu
    perelu. Ngaing bakal datang deui, nulungan nu barutuh, mantuan anu
    sarusah, tapi ngan nu hadé laku-lampahna. Mun ngaing datang moal
    kadeuleu; mun ngaing nyarita moal kadéngé. Mémang ngaing bakal datang.
    Tapi ngan ka nu rancagé haténa, ka nu weruh di semu anu saéstu, anu
    ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna, nu hadé laku
    lampahna. Mun ngaing datang; teu ngarupa teu nyawara, tapi méré céré ku
    wawangi. Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit
    dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti
    ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir!
    Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih
    deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba
    nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula…’

    Kade nya, sanes saur simkuring eta teh 😀

  • Kang Dimmy

    simkuring teu panuju bahwa siliwangi jeung maung hanyalah mitos… margi ieu ka alaman ku simkuring nyalira jaman aya keneh aki jeung bapak ngenaan jelmaan maung… ieu carita ker leutik sd keneh..aki purnawirawan tni siliwangi

  • Kang Dimmy

    bener tah…. aki urang TNI sersan Sa,an asal ti cilutung nagara tengah cineam.(baca kabuyutan nagara tengah cineam)… lain carita bohong… aki buyut saya ki bastak jeung kimarsa’it jadi maung… kasaksian ku almarhum bapak saya.. jeung ibu saya (masih aya)..

  • toto

    Tema yang ditulis demikian menarik. Nanmun bilaboleh saya berpendapat bahwa leluhur kita Eyang Siliwangi yang manapun beliau adalah para pemimpinyang sakti mandraguna. bukan hanya soal pengetahuandan nalar begitupun mengenai olah kanuragan. mereka adalah orang -orang linuwih yang sudah TAUHID keadaanya. mereka adalah manusia yang tak mungkin menukar jasad dengan bentuk yang lain .apalagi binatang seperti harimau. MANUSIA adalah bentuk sempurna dari seluruh mahluk yang Allah ciptakan. kita orang Sunda tidak pernah mempunyai nenek moyang yang berkeyakinan seperti animisme dan dinamisme. PURBATISTI dan PURBAJATI adalah keyakinan yang menuju kepada yang satu ,ILLAH, ALLAH. yang leluhur kita menyebutnyaSanghyang Tunggal. Saya menafsirkan bukan raga yang berubah jadi harimau namun gerakan, dan kegesitan didalam menghadapi musuh sekuat ,setegar, segesit harimau. dan itu dibuktikan bagaimana Kanjeung diah pitaloka menghadapi pasukan gajah mada yang bersenjata. dalam cerita itu tidak ada pasukan atau pemimpin yang jaddi harimau. (demikian teman : kang TOTO)

  • henri cirebon

    Mohon maaf sebelumnya.. semoga tidak ikut berpolemik.. walaupun masih raden tp saya tdk begitu mengerti sejarah.. menurut saya cerita pembunuhan ayah anak agak terlalu berlebihan.. lambang 2 macan putih pajajaran di gerbang keraton kesepuhan cirebon hingga kini masih beridir dan terawat baik.. tidak ada perusakan maupun pemusnahan.. itu menandakan kian santang atau cakrabuwana yang walau sudah menganut islam dan menyatakan merdeka tetap menyayangi dan menghormati ayahnya.. tidak ada sejarah pertumpahan darah apalagi sedarah dalam masyarakat sunda.. prabu siliwangi pun demikian menyayangi kian santang hingga mengalah utk ngahiyang.. yg ditakutkan prabu siliwangi memang akhirnya terjadi terjadi.. pihak luar sunda yg membonceng di belakang cakrabuwana bertindak serakah.. tidak puas walau prabu siliwangi mengalah.. seluruh bawahan prabu siliwangi segan utk berbenturan dgn cakrabuwana yg notabene anak prabu siliwangi yg sakti mandraguna.. hingga akhirnya seluruh pajajaran hilang bak ditelan bumi.. dimana makam prabu siliwangi?.. dimana reruntuhan kerajaannya?.. bagaimana mungkin pajajaran yg demikian besar bisa tanpa bekas hingga membuat keraguan akan kebesarannya dan dianggap mitos.. semoga masyarakat sunda belajar dari pengalaman.. semoga tidak terulang lagi.. dan semoga tetap bersatu dalam jiwa dan hati panutan sosok prabu siliwangi